KH Asep Saifuddin Chalim Didukung PMII Jatim Jadi Rais Aam PBNU di Muktamar 2026

10 Mei 2026 09:28 10 Mei 2026 09:28

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail KH Asep Saifuddin Chalim Didukung PMII Jatim Jadi Rais Aam PBNU di Muktamar 2026

KH Asep Saifuddin Chalim direkomendasikan oleh Ketua PKC PMII Jawa Timur, Akiedo Zawa untuk maju sebagai calon Rais Aam PBNU menjelang Muktamar NU 2026 di Surabaya. (Foto: PMII for Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Dukungan terhadap sosok ulama untuk menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 mulai bermunculan.

Kali ini, dukungan datang dari kalangan kader muda Nahdliyyin melalui Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

Ketua PKC PMII Jawa Timur, Akiedo Zawa menyebut KH Asep Saifuddin Chalim adalah orang yang layak untuk memimpin PBNU.

Menurutnya, KH Asep merupakan figur ulama yang memiliki kapasitas kuat untuk memimpin PBNU, terutama dalam memperkuat tradisi keilmuan dan kemandirian umat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Menurut Edo, sapaan akrab Akiedo Zawa, pengalaman panjang KH Asep dalam membangun pendidikan pesantren menjadi salah satu alasan utama dukungan tersebut diberikan.

Ia menyebut, NU ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus menjawab tantangan zaman.

“Kami melihat KH Asep Saifuddin Chalim memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengabdian kepada umat, khususnya melalui pendidikan dan pemberdayaan generasi muda Nahdliyyin,” ujar Edo di Surabaya.

Ia menambahkan, dedikasi KH Asep dalam membangun lembaga pendidikan dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kemajuan umat.

“NU membutuhkan kepemimpinan ulama yang visioner dan mampu membawa organisasi tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Dalam pandangan kami, KH Asep memiliki kapasitas tersebut,” katanya.

Selain menyampaikan dukungan kepada KH Asep, PKC PMII Jawa Timur juga berharap Muktamar NU 2026 menjadi momentum memperkuat konsolidasi warga Nahdliyyin demi menjaga peran strategis NU dalam kehidupan kebangsaan.

Edo menegaskan, kepemimpinan PBNU ke depan diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai Islam moderat, inklusif, dan berkeadaban, sekaligus menjaga tradisi keilmuan pesantren yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.

“Kami berharap Muktamar NU nanti melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Akiedo Zawa KH. Asep Saifuddin Chalim PBNU Pmii Jawa Timur Muktamar Nu 2026 nahdlatul ulama surabaya Berita Surabaya Info Surabaya