KETIK, BLITAR – Bursa pemilihan Ketua KONI Kota Blitar memasuki fase panas. Di detik-detik akhir penutupan pendaftaran, Tony Andreas akhirnya resmi menyerahkan formulir pencalonan Ketua KONI Kota Blitar, Sabtu malam 9 Mei 2026.
Tony datang ke kantor KONI Kota Blitar sekitar pukul 23.00 WIB dengan membawa berkas pendaftaran lengkap. Kehadirannya sekaligus memastikan persaingan perebutan kursi Ketua KONI Kota Blitar kini hanya menyisakan dua kandidat kuat.
Mantan Ketua KONI Kabupaten Blitar dua periode itu mengaku terpanggil untuk ikut membangun prestasi olahraga Kota Blitar agar mampu bersaing lebih tinggi di tingkat Jawa Timur.
Menurutnya, pengalaman panjang dalam mengelola organisasi olahraga menjadi bekal utama untuk memperbaiki sistem pembinaan atlet hingga tata kelola internal KONI Kota Blitar.
“Saya asli Blitar. Pengalaman selama memimpin KONI Kabupaten Blitar ingin saya terapkan untuk kemajuan olahraga Kota Blitar,” ujar Tony Andreas usai menyerahkan formulir.
Tony menilai potensi atlet Kota Blitar sebenarnya sangat besar. Namun ia menyebut capaian prestasi selama ini masih belum sebanding dengan dukungan anggaran yang dimiliki.
Ia membandingkan capaian KONI Kabupaten Blitar yang mampu bersaing di papan atas Porprov Jatim dengan anggaran lebih kecil dibanding Kota Blitar.
“Di Kabupaten dengan anggaran sekitar Rp1 miliar bisa masuk delapan besar. Kota Blitar anggarannya jauh lebih besar Rp5,7 miliar ya kemaren, seharusnya prestasinya juga bisa lebih tinggi,” katanya.
Karena itu, Tony menegaskan pembenahan manajemen organisasi menjadi salah satu fokus utama apabila dirinya dipercaya memimpin KONI Kota Blitar.
Ia bahkan berencana menggandeng tenaga profesional untuk memperkuat pengelolaan administrasi dan keuangan organisasi agar lebih transparan dan tepat sasaran.
“Saya ingin tata kelola keuangan lebih profesional. Dana olahraga harus benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi atlet,” tegasnya.
Selain pembinaan atlet, Tony juga mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk mendongkrak perolehan medali Kota Blitar pada ajang Porprov Jawa Timur mendatang.
Target yang dipasang pun cukup tinggi. Pada Porprov tahun depan, ia membidik Kota Blitar mampu menembus posisi 15 besar Jawa Timur.
Tak berhenti di situ, Tony optimistis Kota Blitar bisa melompat ke jajaran 10 besar apabila Porprov berikutnya digelar di kawasan Blitar Raya dan sekitarnya.
“Kalau nanti Porprov digelar di Blitar, Tulungagung, dan Kediri, saya yakin Kota Blitar bisa masuk 10 besar,” ungkapnya optimistis.
Sementara itu, hingga penutupan pendaftaran, hanya dua nama yang resmi mengembalikan formulir pencalonan Ketua KONI Kota Blitar, yakni Tonny Andreas dan mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar. Kandidat lain yang sebelumnya mengambil formulir dipastikan tidak melanjutkan proses pencalonan.
