Gubernur Khofifah Sematkan 400 Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo, Apresiasi Pengabdian Guru Jatim

6 Mei 2026 16:46 6 Mei 2026 16:46

Fariha Al J., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gubernur Khofifah Sematkan 400 Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo, Apresiasi Pengabdian Guru Jatim

Gubernur Khofifah bersama ratusan guru berfoto usai penyematan Satyalancana Karya Satya di Grahadi, Surabaya, pada Selasa, 5 Mei 2026 sebagai apresiasi dari Presiden RI atas pengabdian mereka di bidang pendidikan. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyematkan langsung Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada 400 insan pendidikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 5 Mei 2026. Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang para guru dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur.

Penyematan penghargaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sekaligus tindak lanjut dari Keputusan Presiden RI Nomor 117/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.

Sebanyak 400 penerima dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, penghargaan diberikan kepada 200 orang, terdiri dari 9 penerima masa pengabdian 30 tahun, 44 penerima 20 tahun, dan 147 penerima 10 tahun. Sesi kedua diberikan kepada 200 tenaga pendidik lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan tenaga pendidik atas kontribusi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Jadi posisinya Bapak Ibu sekalian karena mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, maka Komandan Upacaranya tidak pernah di bawah Eselon II. Ini menunjukkan Bapak-Ibu sekalian semua luar biasa dan mudah-mudahan selalu dimuliakan oleh Allah SWT," ujarnya.

Khofifah juga menyoroti berbagai inovasi pendidikan di Jawa Timur, salah satunya program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang mendorong kemandirian siswa melalui praktik di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

"Karena SIKAP ini, banyak sekali yang kemudian ingin belajar termasuk dari beberapa daerah di luar Jawa Timur. Kemarin saat Upacara Hardiknas, saya pun menyampaikan kepada publik betapa luar biasanya sektor peternakan sekolah kita," katanya.

Program tersebut bahkan menjadi rujukan studi tiru bagi daerah lain. Selain itu, capaian sekolah vokasi seperti SMKN 1 Plosoklaten Kediri serta program SMA Double Track juga dinilai mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan keterampilan siswa.

Di sisi lain, Khofifah menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang damai dan bebas dari perundungan.

"PR kita adalah bagaimana bersama-sama kita berikhtiar mewujudkan kehidupan yang damai dan kemudian meneduhkan peradaban di sekolah. Jika peradaban sekolah itu teduh, tidak ada bullying. Kalau tidak ada bullying, maka akan menumbuhkan kedamaian dan kasih sayang," ujarnya.

Ia juga mendorong sekolah menyediakan tempat penyimpanan gawai agar proses pembelajaran lebih fokus dan interaksi sosial siswa semakin kuat.

"Peran sebagai seorang guru sesungguhnya memang mulia di dunia, insya Allah mulia juga di akhirat. Panjenengan telah memberikan cahaya bagi dunia melalui sekolah-sekolah panjenengan. Berbagai ilmu dari semua bidang yang kemudian membentuk karakter dari anak-anak didik kita. Dan berkat panjenengan juga, tujuh tahun berturut-turut Jawa Timur jadi provinsi tertinggi yang siswanya diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes," ungkapnya.

Gubernur Khofifah turut mengingatkan pentingnya optimisme melalui Hadits Qudsi “Ana 'inda zhanni 'abdi bi”.

"Hadits Qudsi ini adalah hadits yang datang dari Allah langsung ke Rasulullah, tidak melewati Malaikat Jibril. Kata Allah, 'Aku akan memberikan apa yang diprasangkakan oleh hambaku.' Maka panjenengan semua, kepala sekolah dan para guru, saya mohon selalu memprasangkakan bahwa Allah akan membukakan rahman rahim-Nya kepada kita semua," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendoakan para penerima penghargaan.

"Terima kasih atas pengabdian panjenengan. Terima kasih atas dedikasinya. Terima kasih atas rawuhnya dari berbagai daerah dan melangkahkan langkah ke sini. Mudah-mudahan menjadi bagian yang memudahkan langkah kita menuju surganya Allah. Amin," imbuhnya.

Salah satu penerima, Tridianti (66), guru SMK Negeri 7 Malang, mengaku bangga dan terharu atas penghargaan yang diterimanya.

"Rasanya senang sekali dan bangga karena saya ikut terpilih hari ini untuk menerima Satyalancana 10 Tahun ini. Surprise juga karena saya sudah mau pensiun dan saya pikir tidak kebagian, tapi ternyata masih dapat," ungkapnya.

Meski telah mengabdi sejak 1992, ia mengaku tidak merasa terbebani karena panggilan hati untuk mendidik generasi penerus bangsa.

"Dan kepada Bu Gubernur, saya senang sekali karena baru pertama kali saya bisa bertemu. Ini jadi sesuatu yang membanggakan dalam hidup saya. Beliau adalah sosok Kartini yang membawa terang bagi pendidikan di Jawa Timur. Terima kasih, Ibu Khofifah, semoga tidak pernah lelah untuk memajukan pendidikan dan mendukung kami semuanya para guru-guru yang berjuang untuk anak-anak kita," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Sematkan 400 Satyalancana Presiden Prabowo Pengabdian Guru Jatim Info Surabaya Berita Surabaya