KETIK, SURABAYA – Pramuka Jawa Timur terus berkomitmen dalam mendorong energi terbarukan. Salah satu langkahnya dengan menyiapkan peluncuran program Produktif Energi Terbarukan yang rencananya mulai berjalan pada 2026.
Program ini menjadi agenda penting dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang akan diselenggarakan pada 20 April 2026 di Graha Candra Wilwatikta.
Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh jajaran pengurus kwartir dari berbagai tingkatan, mulai daerah hingga cabang, guna merumuskan strategi implementasi program secara menyeluruh di wilayah Jawa Timur.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H.M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan pogram ini merupakan respons terhadap kebutuhan energi yang semakin kompleks di tengah dinamika global.
Baca Juga:
Pramuka Jatim Buat Program Film Pendek, Jadi Cara Jitu Ajak Generasi Muda Angkat Isu sosialMenurutnya, isu energi tidak lagi menjadi persoalan lokal, melainkan telah menjadi perhatian dunia yang memerlukan solusi konkret dan berkelanjutan.
“Dampaknya ini global, bukan hanya Indonesia. Banyak negara terdampak, terutama yang kita khawatirkan terkait bahan bakar minyak,” ujarnya usai audiensi dengan Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Rabu 1 April 2026 lalu.
Lebih lanjut, Kak Arum menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap bahan bakar minyak masih menjadi tantangan utama, khususnya dalam sektor pertanian. Banyak alat pertanian, termasuk pompa air untuk irigasi, masih bergantung pada energi berbasis fosil yang tidak hanya mahal, tetapi juga rentan terhadap gangguan distribusi.
“Pertanian tidak boleh berhenti. Sementara alat-alat pertanian masih banyak yang bergantung pada bahan bakar minyak,” tambahnya.
Baca Juga:
Arum Sabil Apresiasi Kepala BGN Tinjau Langsung Dapur MBG di JemberKak Arum menyampaikan, bahwa melalui program Produktif Energi Terbarukan, Pramuka Jawa Timur akan mendorong penggunaan panel tenaga surya sebagai sumber energi alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Panel surya ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pertanian melalui penggunaan pompa air tenaga surya.
"Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses energi yang lebih mandiri, hemat biaya operasional, serta ramah lingkungan," ungkapnya.
Kak Arum juga mengatakan, pemanfaatan energi terbarukan juga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah-daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air akibat kendala energi.
Program ini dirancang dengan pendekatan kolaboratif. Pelaksanaannya akan melibatkan seluruh jajaran kwartir, mulai dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting. Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, serta komunitas lokal juga akan dioptimalkan untuk memastikan keberhasilan program.
Tidak hanya berorientasi pada hasil, Kak Arum juga menjelaskan, bahwa program ini memiliki dimensi edukatif yang kuat. Anggota pramuka, khususnya peserta didik, akan dilibatkan secara aktif dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, instalasi, hingga perawatan panel surya.
Keterlibatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi energi terbarukan di kalangan generasi muda sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Kegiatan ini menjadi wahana pembentukan karakter. Melalui keterlibatan langsung di masyarakat, anggota pramuka akan belajar tentang pentingnya kepedulian sosial, kerja sama tim, serta semangat gotong royong dalam menyelesaikan permasalahan nyata," tambahnya.
Lanjut Kak Arum, dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis energi terbarukan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Dengan demikian, Pramuka tidak hanya berperan sebagai organisasi pendidikan nonformal, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.
"Upaya ini sekaligus memperkuat peran Pramuka dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam bidang energi bersih dan terjangkau. Melalui semangat pengabdian dan kolaborasi, Pramuka Jawa Timur optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan bagi masyarakat," pungkasnya. (*)