Batas Akhir Kontrak, Proyek Joging Track Stadion Forlantas Terpantau Tutup Selokan Aktif

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

31 Des 2025 11:40

Thumbnail Batas Akhir Kontrak, Proyek Joging Track Stadion Forlantas Terpantau Tutup Selokan Aktif
Pemasangan kanstin yang terputus di area jeruji drainase stadion. Meskipun mungkin dimaksudkan untuk memberi ruang bagi aliran air atau kendaraan yang akan lewat. Namun celah maupun sisa material tanah yang tidak dirapikan di sekitar area transisi ini menjadi sorotan terkait kerapian pengerjaan fisik proyek senilai setengah milyar rupiah ini. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Proyek pembangunan lintasan lari (jogging track) di Stadion Forlantas, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, kembali menuai sorotan pada hari terakhir masa kontrak, Selasa, 30 Desember 2025. Selain persoalan kualitas permukaan lintasan, pembangunan tersebut diduga menutup saluran drainase aktif yang selama ini berfungsi sebagai jalur pembuangan air hujan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa sore, jalur jogging track yang mengelilingi sisi barat stadion terlihat dibangun tepat di atas selokan. Akibatnya, saluran air hujan (SAH) yang berperan penting mencegah genangan di area stadion tertutup material urugan dan paving blok.

"Betul ini saluran aktif yang selama ini untuk mengatasi limpahan air hujan," ungkap salah satu warga bernama Budi saat ditemui di lokasi.

 

Baca Juga:
Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

Foto Kondisi sisi Barat: pembangunan Jalur joging track di sisi barat Stadion Forlantas, Selasa 30 Desember 2025, terpantau menutup saluran air hujan aktif. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Kondisi sisi Barat: pembangunan Jalur joging track di sisi barat Stadion Forlantas, Selasa 30 Desember 2025, terpantau menutup saluran air hujan aktif. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

 

Penutupan drainase tersebut menambah daftar persoalan teknis dalam proyek bernilai Rp500 juta itu. Sebelumnya, pengerjaan lintasan jogging track juga disorot karena pemasangan paving blok diduga dilakukan tanpa penggalian tanah dasar sebagai fondasi. Kondisi itu berdampak pada munculnya genangan air di sejumlah titik lintasan yang permukaannya tidak rata.

Pemkal Sidomoyo Masih Bungkam

Baca Juga:
Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sidomoyo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penutupan saluran air aktif maupun kualitas pengerjaan fisik proyek di lapangan. Padahal, Selasa ini merupakan batas akhir masa pengerjaan sesuai kontrak Nomor 3/TPK.SDMY/X/2025 yang dilaksanakan oleh CV Bhakti Pertiwi Utama.

Ulu-ulu Sidomoyo, Wisnu Hardono, sebelumnya menyampaikan pesan dari Lurah Sidomoyo Hariyadi yang mengundang jurnalis Ketik.com untuk melakukan pertemuan informal dibandingkan memberikan jawaban tertulis atas 15 poin pertanyaan teknis yang telah diajukan.

 

Foto Akibat beban berlebih, struktur besi grill drainase di area Stadion Forlantas tampak bengkok dan ambles, diduga akibat dilalui truk bermuatan material proyek. Kerusakan ini menjadi risiko teknis tambahan di tengah upaya percepatan pembangunan joging track pada akhir tahun.  (Foto: Fajar R/Ketik.com)Akibat beban berlebih, struktur besi grill drainase di area Stadion Forlantas tampak bengkok dan ambles, diduga akibat dilalui truk bermuatan material proyek. Kerusakan ini menjadi risiko teknis tambahan di tengah upaya percepatan pembangunan joging track pada akhir tahun. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

 

"Besuk sekalian kami jelaskan pas kepanggih mawon (ketemu saja, red), Pak, makasih," jawab Wisnu singkat.

Risiko Kerusakan Infrastruktur

Penutupan saluran drainase aktif oleh jalur jogging track dinilai berisiko menimbulkan banjir lokal di kawasan stadion saat curah hujan tinggi. Selain itu, air yang terperangkap di bawah lapisan paving blok tanpa sistem pembuangan berpotensi melunakkan tanah dasar, terlebih jika pengerjaan fondasi memang tidak dilakukan secara memadai.

Masyarakat kini menunggu keterbukaan informasi dari pihak kalurahan serta hasil evaluasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman terkait penggunaan Dana Desa senilai Rp500 juta tersebut. Pasalnya, proyek yang dikebut hingga malam hari itu justru meninggalkan persoalan lingkungan dan infrastruktur yang dinilai cukup serius. (*)

Baca Sebelumnya

Ketua DPRD Batam Apresiasi Kinerja Polresta Barelang dan Dukung Penertiban Knalpot Brong

Baca Selanjutnya

Waka DPRD Kabupaten Bandung Nilai Kinerja Polresta Bandung Sepanjang 2025 Sangat Memuaskan

Tags:

Sleman Sidomoyo Godean Stadion Forlantas jogging track Dana Desa CV Bhakti Pertiwi Utama Transparansi Proyek Drainase buruk APBKal Sidomoyo Maladministrasi konstruksi Joging Track

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar