May Day 2026: Jalan Tengah Bupati Harda Kiswaya Menjaga Harmoni Industri di Sleman

1 Mei 2026 18:01 1 Mei 2026 18:01

Fajar Rianto, T. Rahmat

Redaksi Ketik.com
Thumbnail May Day 2026: Jalan Tengah Bupati Harda Kiswaya Menjaga Harmoni Industri di Sleman

Bupati Sleman Harda Kiswaya (tengah, topi cokelat) memimpin kegiatan jalan santai dalam rangkaian peringatan May Day 2026 di seputaran Lapangan Denggung, Sleman, Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Prokompim Slmn for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Gerimis yang mengguyur Lapangan Denggung, Sleman pada Jumat pagi, 1 Mei 2026, tak menyurutkan langkah ribuan buruh untuk berkumpul. Berbeda dengan kota-kota besar yang kerap diwarnai ketegangan aksi massa, peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Sleman justru tampak cair.

Pemerintah Kabupaten Sleman memilih pendekatan dialogis untuk meredam potensi konflik industrial di wilayahnya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bersama Wakil Bupati Danang Maharsa, menjadikan momentum May Day sebagai ajang konsolidasi besar.

Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, Bupati Harda berupaya menjembatani kepentingan buruh dan pengusaha demi menjaga daya saing daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Foto Bupati Sleman Harda Kiswaya (no 2 dari kiri) dan Wakil Bupati Danang Maharsa (nom2 dari kanan) berfoto bersama saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Lapangan Denggung. (Foto: Prokompim Slmn for Ketik.
com)Bupati Sleman Harda Kiswaya (no 2 dari kiri) dan Wakil Bupati Danang Maharsa (nom2 dari kanan) berfoto bersama saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Lapangan Denggung. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik. com)

Diplomasi Meja Kopi

Langkah taktis dimulai sehari sebelumnya, Kamis, 30 April 2026. Harda mengundang perwakilan dari 10 afiliasi serikat pekerja untuk berdialog di Myosotic Coffee. Dalam diskusi yang berlangsung gayeng tersebut, Harda menegaskan bahwa kesejahteraan buruh adalah pilar utama investasi.

"Pertemuan ini adalah momentum untuk menyerap aspirasi terkait kondisi riil di lapangan. Kami ingin memastikan kebijakan pemerintah daerah selaras dengan kebutuhan teman-teman buruh," kata Harda di sela-sela dialog tersebut.

Ia menambahkan bahwa hubungan yang harmonis antara pekerja, pemerintah, dan manajemen perusahaan akan menciptakan rasa aman bagi investor.

"Jika iklim industrinya kondusif, kepercayaan investor akan tumbuh. Dampak akhirnya tentu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman secara keseluruhan," ujarnya.

Pendekatan Humanis Aparat

Keamanan selama rangkaian May Day juga menjadi sorotan. Kapolresta Sleman, Kombes Pol Adhitya Panji Anom, menegaskan bahwa pihaknya menginstruksikan personel di lapangan untuk mengedepankan pendekatan humanis. Kepolisian, menurut Adhitya, tidak memposisikan diri sebagai pembatas suara buruh, melainkan sebagai pengawal demokrasi.

"Kami hadir untuk memberikan rasa aman, baik bagi serikat buruh maupun masyarakat sekitar. Penyampaian aspirasi adalah hak, namun kami mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah," kata Adhitya.

Ia menjamin pengawalan akan dilakukan secara profesional dan proporsional demi memastikan pesan para buruh sampai kepada pemangku kebijakan tanpa gangguan keamanan.

Foto Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran Forkopimda menggelar dialog hangat dengan perwakilan 10 afiliasi serikat pekerja di Myosotic Coffee, Kamis 30 April 2026. (Foto: Prokompim Slmn for Ketik.com)Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran Forkopimda menggelar dialog hangat dengan perwakilan 10 afiliasi serikat pekerja di Myosotic Coffee, Kamis 30 April 2026. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)

Manifestasi Kesejahteraan di Denggung

Di Lapangan Denggung, puncak peringatan May Day diikuti oleh sedikitnya 3.500 peserta.

Ketua Panitia Hari Buruh Hendrik Hellis Wuryatno  menjelaskan bahwa acara sengaja dikemas dengan berbagai layanan publik gratis agar manfaatnya terasa langsung oleh keluarga pekerja.

"Selain senam dan jalan santai, kami menyediakan periksa kesehatan gratis, pelayanan Adminduk online, hingga santunan sosial. Ini adalah kerja bersama untuk membuktikan bahwa buruh tidak berjuang sendirian," terang Hendrik.

Sebagai bentuk perlindungan sosial, Pemkab Sleman juga menyerahkan simbolis klaim BPJS Ketenagakerjaan bagi korban Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan ahli waris Jaminan Kematian (JKM). Tak hanya itu, 30 beasiswa untuk anak SD dan 20 beasiswa untuk anak SMP diberikan kepada putra-putri pekerja berprestasi sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi keluarga buruh.

Harapan Pasca Peringatan

Peringatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr Deni. Meski seremoni telah usai, Harda Kiswaya berharap semangat kolaborasi ini tidak berhenti di lapangan. Ia meminta perusahaan-perusahaan di Sleman tetap mengedepankan komunikasi terbuka dengan pekerjanya.

"Momentum ini harus menjadi penguat komitmen kita semua. Kita tidak boleh terjebak pada seremoni saja, tapi bagaimana setiap kebijakan ke depan benar-benar berpihak pada pemenuhan hak-hak buruh tanpa mematikan dunia usaha," pungkas Bupati Harda sebelum meninggalkan lokasi acara. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hari Buruh Harda Kiswaya Kesejahteraan Buruh Lapangan Denggung Serikat pekerja Hubungan Industrial Ekonomi Sleman Pemkab Sleman Kolaborasi Buruh Pengusaha