Camat Asembagus Kembali Lakukan Groundcheck Data Kemiskinan Secara Mandiri

12 Mei 2026 20:45 12 Mei 2026 20:45

Heru Hartanto, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Camat Asembagus Kembali Lakukan Groundcheck Data Kemiskinan Secara Mandiri

Camat Asembagus Faishol Afandi saat mengunjung rumah Sarati dan Sabiye, Selasa, 12 Mei 2026 (Foto : Heru Hartanto/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, bersinergi dengan pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator SIKS-NG, serta pemerintah desa kembali melakukan groundcheck mandiri dan validasi pendataan ulang warga miskin, Selasa, 12 Mei 2026.

Pendataan mandiri kali ini berlangsung di Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan validitas data warga miskin agar penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran.

Dalam kegiatan itu, Camat Asembagus bersama perangkat desa, sekretaris desa (sekdes), dan kepala dusun turun langsung menemui masyarakat untuk mencocokkan kondisi riil warga dengan data administrasi yang ada.

Proses groundcheck dilakukan dengan melihat kondisi rumah, tingkat penghasilan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga penerima manfaat.

Camat Asembagus, Faishol, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Situbondo.

Menurutnya, pembaruan data secara langsung sangat penting agar tidak terjadi kesalahan penerima bantuan sosial.

“Melalui groundcheck mandiri ini, kami ingin memastikan bahwa data yang dimiliki benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan, sehingga program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran,” ujar Faishol.

Hari ini, Pemerintah Kecamatan Asembagus bersama Pemerintah Desa Kertosari juga mendatangi rumah Sarati dan Sabiye (ibu dan anak). Keduanya saat ini belum tercover bantuan sosial (bansos) pemerintah, padahal termasuk warga dengan kondisi tidak mampu dan berada pada desil satu.

“Sarati dan Sabiye merupakan ibu dan anak. Tempat tinggalnya sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Keduanya tinggal di lahan milik pengairan, bukan milik sendiri, sehingga tidak bisa dibantu melalui program rumah tidak layak huni (RTLH),” jelas Faishol.

Lebih lanjut, Faishol mengatakan bahwa pada tahun 2025, keduanya pernah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra. Namun untuk tahun 2026, bantuan tersebut diperkirakan tidak lagi diterima karena adanya pengalihan program.

Selain itu, B Sahati yang masih tinggal satu rumah dengan keluarganya juga sedang diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah desa.

“Dalam groundcheck ini kami juga memberikan bantuan sembako kepada tiga lansia tersebut, sekaligus memperbaiki administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga, serta membuatkan akta kematian suami salah satu warga. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama di Kecamatan Asembagus,” kata Faishol.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai kebutuhan dan persoalan sosial yang dihadapi warga sehari-hari.

Pemerintah Kecamatan Asembagus berharap hasil groundcheck ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan dan program bantuan sosial ke depan, sehingga upaya penanganan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Camat Asembagus info situbondo Berita Situbondo Pemerintah Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Faishol Afandi Groundcheck Data Kemiskinan