KETIK, SIDOARJO – Proses seleksi calon komisaris dan direksi PT BPR Delta Artha serta PT Aneka Usaha Sidoarjo semakin mendekati tahapan akhir. Pada Kamis (21 Mei 2026), nama-nama kandidat sudah keluar. Pansel akan segera mengumumkannya ke publik setelah melapor kepada Bupati Sidoarjo Subandi.
Nama-nama kandidat komisaris sudah turun pada Kamis pagi. Mereka tersaring dari hasil Assessment Center Mabes Polri di Mapolda Jatim. Di antara 19 calon yang lolos administrasi dan mengikuti tes, tinggal 13 nama. Mereka terbagi berdasar empat kelompok jabatan. Baik di PT BPR Delta Artha maupun di PT Aneka Usaha.
Masing-masing 3 kandidat komisaris independen BPR Delta Artha, 3 nomine direktur operasional BPR Delta Artha, 3 calon direktur PT Aneka Usaha, serta 4 calon komisaris wakil pemerintah di BPR Delta Artha.
Empat nama calon komisaris wakil pemerintah di PT BPR Delta Artha Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Mengapa masih ada empat orang di calon komisaris wakil pemerintah? Mengapa tidak sama-sama tiga orang?
”Karena ada dua calon yang memiliki nilai sama,” jelas Ketua Pansel Calon Komisaris dan Direksi PT BPR Delta Artha serta PT Aneka Usaha Sidoarjo Dr Fenny Apridawati.
Nilai itu merupakan hasil tes oleh Tim Assessment Center Mabes Polri di Mapolda Jatim. Masing-masing tes CAT intray atau problem analisis. Berikutnya ialah leaderless group discussion (LGD). Kemudian tahap behavioral event interview (BEI.) Ujian selanjutnya ialah computer assisted test (CAT) psikometri.
Setelah itu, Pansel Calon Komisaris dan Direksi PT BPR Delta Artha serta PT Aneka Usaha Sidoarjo menambah materi tes lagi. Yaitu, seleksi bidang keahlian sesuai dengan posisi jabatan yang dilamar masing-masing pendaftar. Tes ini dilakukan dengan melibatkan para ahli di bidang masing-masing. Saat tes ini, salah seorang kandidat tidak bisa ikut karena sakit.
”Khusus untuk calon direktur operasional BPR Delta Artha, kami juga telah menghubungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tambah Fenny Apridawati yang juga Sekda Kabupaten Sidoarjo tersebut.
Mengapa harus ada keterangan dari OJK? Dia menjelaskan, kandidat-kandidat calon direktur operasional PT BPR Delta Artha perlu dicek latar belakang sekaligus rekam jejaknya terkait pengalaman di perbankan. Misalnya, apakah dia pernah terlibat kredit macet atau tidak saat menjadi pejabat bank sebelumnya. OJK dinilai sebagai pihak yang paling tahu rekam jejak seperti itu.
Menurut Fenny Apridawati, pansel telah mengantongi rekam jejak masing-masing kandidat yang lolos menjadi tiga besar calon direksi PT BPR Delta Artha. OJK sudah menyampaikan hasilnya.
”Data-datanya sudah kita dapat semua,” tambahnya.
Fenny Apridawati menambahkan, hasil tes maupun keterangan rekam jejak para kandidat itu sedang dilaporkan kepada Bupati Subandi. Sebab, PT BPR Delta Artha maupun PT Aneka Usaha merupakan badan usaha milik daerah (BUMD). Pemkab Sidoarjo adalah pemegang saham terbesar di BPR Delta Artha dan pemilik PT Aneka Usaha.
Setelah itu, nama-nama para kandidat diumumkan ke publik. Diharapkan, ada resposn dan umpan balik dari masyarakat terkait nama-nama calon komisaris maupun direksi di kedua BUMD tersebut. Masukan masyarakat sangat penting sebagai referensi bagi Bupati Sidoarjo untuk melihat siapa yang terbaik.
”Nanti juga ada wawancara akhir langsung dengan Pak Bupati,” pungkas Fenny Apridawati. (*)
