Bupati Subandi Dipanggil Pekerja sebagai Tamu Kehormatan saat Peringatan May Day

3 Mei 2026 18:54 3 Mei 2026 18:54

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Bupati Subandi Dipanggil Pekerja sebagai Tamu Kehormatan saat Peringatan May Day

Bupati Subandi menemui para perwakilan serikat pekerja yang sedang merayakan peringatan Hari Buruh Sedunia di depan Pendopo Delta Wibawa pada Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) menjadi momentum bagi kalangan buruh untuk memperjuangkan hak pendidikan anak-anak mereka. Baik saat beraudiensi dengan perwakilan organisasi pekerja Jumat (24 April 2026) maupun ketika aksi massa buruh pada Jumat (1 Mei 2026), Bupati Subandi menaruh atensi besar kepada anak-anak pekerja itu. Kuota afirmasi 5 persen disiapkan di sekolah negeri.

Dalam aksinya pada 1 Mei lalu, perwakilan organisasi buruh mengundang Bupati Subandi hadir di paseban Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo. Bupati Subandi disebut sebagai tamu kehormatan. Sosok Bupati Subandi selama ini dinilai sangat peduli kepada nasib para pekerja di Kabupaten Sidoarjo.

Datang bersama Sekda Fenny Apridawati, Kadisnaker Sidoarjo Dwi Eko Saptono, dan Kepala Disdikbud Sidoarjo Tirto Adi, Bupati Subandi menyambut hangat undangan para buruh.

Foto Bupati Subandi menyampaikan komitmen untuk menyiapkan aturan tentang kuota afirmasi 5 persen anak buruh dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) di sekolah negeri. Perwakilan serikat buruh, Dinas Ketenagakerjaan Sidoarjo, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) diminta duduk bersama. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Bupati Subandi menyampaikan komitmen untuk menyiapkan aturan tentang kuota afirmasi 5 persen anak buruh dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) di sekolah negeri. Perwakilan serikat buruh, Dinas Ketenagakerjaan Sidoarjo, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) diminta duduk bersama. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Bupati Subandi juga didaulat untuk memberangkatkan konvoi ratusan buruh menuju Kota Surabaya. Satu permintaan mereka yang utama. Yaitu, kesempatan anak-anak buruh untuk lebih mudah masuk ke sekolah negeri di Kabupaten Sidoarjo.

”Para buruh meminta Kabupaten Sidoarjo mengakomodir kebijakan dari Provinsi Jawa Timur. Afirmasi anak buruh, Pak Bupati,” kata perwakilan pekerja yang diminta mewakili untuk berorasi.

Bagi kaum buruh, kuota afirmasi untuk anak-anak buruh di sekolah negeri itu layaknya kado bagi perayaan May Day 2026 ini. Kalau terlalu banyak persyaratan untuk masuk sekolah negeri, anak-anak mereka mengalami kesulitan. Sebab, ada yang masih ber-KTP daerah asal. Belum punya KTP Sidoarjo meski sudah lama berdomisili di Sidoarjo. 

”Harapan kami, afirmasi ini jadi kado untuk kita semua. Sepakat? Hidup buruh. Hidup Pak Subandi,” seru perwakilan buruh. Organisasi buruh meminta kuota afirmasi 5 persen dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) di sekolah negeri. 

Foto Bupati Subandi menyapa emak-emak pekerja yang ikut aksi di depan Pendopo Delta Wibawa sebelum menuju ke Pemprov Jatim. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Bupati Subandi menyapa emak-emak pekerja yang ikut aksi di depan Pendopo Delta Wibawa sebelum menuju ke Pemprov Jatim. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Bupati Subandi menyatakan siap mengakomodasi keinginan para buruh untuk mendapatkan jalur afirmasi sebesar 5 persen di sekolah neger. Menurut Bupati Subandi, sudah pernah audiensi dengan perwakilan serikat buruh pada Jumat (24 April 2026) lalu.

Bupati Subandi menyatakan telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo untuk menindaklanjuti aspirasi itu. Namun, aturan tentang kuota afirmasi itu perlu dirumuskan bersama-sama dengan Pemkab Sidoarjo. Baik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sidoarjo maupun perwakilan serikat pekerja dan organisasi buruh.

Aturan tentang kuota afirmasi pendidikan untuk anak-anak buruh itu dirumuskan bersama antara organisasi pekerja dan pemerintah. Agar ada sinkronisasi keinginan para buruh dan pemerintah.

”Insya Allah dalam minggu-minggu ini kita akomodir 5 persen untuk anak-anak buruh, anak-anak kita yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” kata Bupati Subandi.

Pemkab Sidoarjo tidak akan melihat anak buruh itu berasal dari mana. Baik di luar kota maupun dari dalam kota. Yang penting dia tinggal dan berdomisili di Sidoarjo, mereka diakomodasi. Itu tanggung jawab Pemkab Sidoarjo untuk memenuhi hak pendidikannya.

”Hidup Pak Bupati,” teriak massa buruh serentak sambil bertepuk tangan.

Intinya Sidoarjo juga akan mengikuti kebijakan Provinsi Jawa Timur untuk memberikan kuota 5 persen untuk anak buruh. Kalau Jawa Timur bisa, Sidoarjo harus bisa.

Kesanggupan itu juga disampaikan saat Bupati Subandi berdialog dengan para buruh di Pendopo Delta Wibawa pada Jumat (24 April 2026). Perwakilan pekerja meminta tentang pendidikan anak-anak buruh. Dia berharap kuota 5 persen untuk anak buruh Sidoarjo direalisasikan. Dengan begitu, anak-anak buruh Sidoarjo tidak sulit masuk sekolah negeri.

Tahun lalu, sudah ada komitmen dengan buruh tentang jalur afirmasi ini. Tapi, pada saat pelaksanaan, ternyata kepala-kepala sekolah mengaku belum tahu perintah untuk mematuhi itu. Sebab,  kanal afirmasi untuk anak buruh belum ada dalam sistem penerimaan penerimaan murid baru (SPMB).

Foto Bupati Subandi melambaikan tangan saat rombongan pekerja berangkat menuju Kota Surabaya untuk merayakan peringatan May Day pada Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Bupati Subandi melambaikan tangan saat rombongan pekerja berangkat menuju Kota Surabaya untuk merayakan peringatan May Day pada Jumat 1 Mei 2026. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Perhatian Bupati Subandi kepada para buruh di Sidoarjo itu tidak hanya terkait dengan pendidikan anak-anak mereka. Selain tentang fasilitasi kuota afirmasi anak-anak buruh di sekolah negeri, Bupati Subandi menaruh perhatian pada aspirasi lain.

Hal itu terungkap saat dialog antara Bupati Subandi dan perwakilan buruh Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa pada Jumat (24 April 2026). Bupati Subandi mendengarkan serius aspirasi buruh Sidoarjo. Kepala Disnaker Sidoarjo Dwi Eko Saptono menyebut ada empat permintaan yang disampaikan perwakilan buruh Sidoarjo kepada Bupati Subandi. Masing-masing permintaan jalur afirmasi 5 persen untuk masuk sekolah negeri.

Selain itu, para buruh Sidoarjo berharap tidak terjadi pemutusan hubungan  kerja (PHK) lagi. Ada bimbingan teknik (bimtek) paling tidak 2 kali setahun untuk sertifikasi keterampilan.

”Satu lagi ada fasilitasi dari Pemkab Sidoarjo untuk kegiatan May Day,” tambah Dwi Eko Saptono.

Bupati Subandi pun menyetujui semua harapan buruh Sidoarjo itu. Permintaan bimtek dan kegiatan May Day dikabulkan. Disnaker Sidoarjo diperintahkan menyiapkannya pada 2027. Kalau bisa dua kali dalam 1 tahun. Misalnya, pelatihan operasional forklift atau yang lain.

Untuk pencegahan PHK, Bupati Subandi menyatakan dirinya sudah menandatangani peraturan bupati yang mengharuskan penyerapan 60 persen tenaga lokal dalam perusahaan di Sidoarjo. Jika ada kesulitan,  pengusaha bisa menyampaikannya kepada Pemkab Sidoarjo.

Bupati Subandi meminta Disnaker Sidoarjo bertemu para pengusaha. Pemkab Sidoarjo siap mendengarkan apa saja kesulitan mereka. Kalau perlu Disnaker berkeliling ke perusahaan untuk mengetahui kesulitan dan harapan pengusaha itu.

Jika kesulitan itu bisa dibantu, lanjut Bupati Subandi, cukup lewat telepon saja dengan menghubungi dirinya. Tidak perlu jauh-jauh dan repot-repot datang ke kantor. Misalnya, ada kesulitan dalam mengurusi perizinan.

”Kalau memang bisa kita bantu, langsung kita bantu,” tegas Bupati Subandi.

Kedekatan Bupati Subandi dengan para buruh telah terjalin lama. Pada peringatan May Day, 1 Mei 2025, Bupati Subandi mengajak makan-makan dengan ratusan buruh yang hendak berunjuk rasa ke Surabaya. Ratusan nasi kotak ludes.

Saat aksi massa berlangsung, Bupati Subandi juga didaulat untuk menyampaikan sambutan di atas mobil komando. Bupati Subandi segera dia disiapi tangga untuk naik. Tepuk tangan keras terdengar.

Sebagai pimpinan daerah, Bupati Subandi menegaskan bahwa dirinya akan selalu hadir bersama buruh. Kesejahteraan buruh terkait pendidikan dan kesehatan akan senantiasa menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo.

Bupati Subandi juga meminta para pekerja untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo akan selalu merangkul buruh yang menjadi bagian dari masyarakat Sidoarjo. Kalau ingin menyampaikan aspirasi, para pegawai pabrik itu dipersilakan menyampaikan. Tidak harus lewat unjuk rasa. Bupati siap menemui.

”Karena Panjenengan menganggap bupati sebagai bapak e Panjenengan, ayo bareng-bareng kita komunikasikan,” ungkapnya. (adv)

Tombol Google News

Tags:

Bupatii Subandi Peringatan May Day Hari Buruh Internasional Kuota Afirmasi Anak Buruh Pemkab Sidoarjo Disdikbud Sidoarjo