KOPILABORASI Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Forwas, dan Pemuda demi Dongkrak Ekonomi Desa

2 Mei 2026 12:29 2 Mei 2026 12:29

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail KOPILABORASI Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Forwas, dan Pemuda demi Dongkrak Ekonomi Desa

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Gus Wawan (dua dari kanan) bersama Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo dan Ketua Forwas M. Taufik dan moderator Anita Inggit dalam dialog KOPILABORASI tentang Sport Tourism di Sukodono pada Rabu (29 April 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo rajin turun ke desa-desa. Baik untuk memasang infrastruktur internet maupun menyerap harapan masyarakat tentang program-program Pemkab Sidoarjo. Berkolaborasi dengan DPRD Sidoarjo dan Forwas, Diskominfo Sidoarjo menggali potensi desa-desa di Kecamatan Sukodono. Hasilnya luar biasa.

Sinergi antara Diskominfo Sidoarjo, Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), dan DPRD Sidoarjo berlangsung dua kali. Masing-masing pada Rabu (22 April 2026) dan Rabu (29 April 2026). Tajuknya adalah KOPILABORASI. Ada dua tema berbeda.

Foto Anak-anak muda peserta antusias berdialog KOPILABORASI antara Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, dan Forwas. (Foto: Tim Wirakologi)Anak-anak muda peserta antusias berdialog KOPILABORASI antara Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, dan Forwas. (Foto: Tim Wirakologi)

Masing-masing Sport Tourism: Branding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa pada Rabu (29 April 2026). Tema lainnya Narasi Desa: Ekspose Potensi lewat Ceritan dan Karya. Dua tema tersebut sangat menarik bagi warga desa, terutama kalangan generasi muda setempat.

Ratusan pemuda hadir dalam forum KOPILABORASI. Mereka berasal dari desa-desa di Kecamatan Sukodono. Anak-anak muda dari 19 desa di Kecamatan Sukodono mengikuti KOPILABORASI dengan semangat. Tidak hanya dari desa. Para pemuda juga mewakili organisasi dan komunitas-komunitas setempat.

Siapa pemicu gagasan dalam forum KOPILABORASI itu? Ada tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo AP MM, anggota DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan MM (Gus Wawan), serta Ketua Forwas M. Taufik. Moderator andalnya, Anita Inggit, yaitu kepala Bidang Pengelolaan Informasi di Kominfo Sidoarjo.

Diskusi KOPILABORASI antara Diskominfo Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Forwas, bersama masyarakat mampu menggali beragam potensi desa. Sekaligus memunculkan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan pembangunan desa. Salah satunya, potensi lapangan sepak bola desa.

Foto Mantan Kapten Deltras FC Aulia menyampaikan gagasan untuk menjadikan kompetisi sepak bola kelompok umur sebagai salah satu penggerak ekonomi desa dan pencarian bibit-bibit pemain sepak bola berbakat. (Foto: Tim Wirakologi)Mantan Kapten Deltras FC Aulia menyampaikan gagasan untuk menjadikan kompetisi sepak bola kelompok umur sebagai salah satu penggerak ekonomi desa dan pencarian bibit-bibit pemain sepak bola berbakat. (Foto: Tim Wirakologi)

Saat ini, rata-rata desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo memiliki lapangan sepak bola. Dalam 5 tahun terakhir, pengelola lapangan desa terus berbenah. Rumput dirawat. Sarana dan prasarana lainnya juga dilengkapi. Bahkan, banyak pula pengelola lapangan yang memasang lampu untuk pertandingan malam hari.

”Dengan branding yang bagus dan kuat, lapangan sepak bola desa bisa menjadi sport tourism atau wisata olahraga yang luar biasa di Kabupaten Sidoarjo,” kata Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo dalam diskusi KOPILABORASI yang dihadiri juga oleh para pengelola lapangan desa pada Rabu (29 April 2026) malam.

Internet Desa Gratis Dukung Branding

Branding lapangan desa itu akan semakin kuat jika ditunjang oleh ketersediaan fasilitas internet.  Koneksi internet memungkinkan penggunaan berbagai platform digital untuk promosi lapangan desa maupun potensi-potensi lain di desa setempat.

”Saat ini Diskominfo Sidoarjo terus turun untuk memasang fasilitas internet gratis di seluruh desa. Jumlahnya terus bertambah,” kata Eri Sudewo.

Jika dirasa perlu menambahkan akses internet di sekitar lapangan sepak bola desa, lanjut Eri Sudewo, para pengelola lapangan bisa mengajukan surat permohonan melalui pemerintah desa setempat. Diskominfo Sidoarjo siap menyambungkan akses internet demi memudahkan branding. Lapangan sepak bola desa akan menjadi ikon ekonomi desa.

”Kalau kita fasilitasi internet berkecepatan tinggi, misalnya di pelosok-pelosok desa, itu kan bisa untuk membikin konten kreatif. Terus untuk e-commerce tanpa desa terbebani biaya internet,” ucapnya dalam KOPILABORASI yang digelar di Teras Manazela Café Sukdono itu.

Penggunaan fasilitas internet tidak bisa dihindari lagi di era digital. Teknologi bergerak semakin cepat dan canggih. Jangan sampai generasi muda tertinggal oleh perkembangan teknologi itu. Sebab, teknologi digital bukan lagi sekadar sarana hiburan, melainkan penunjang kehidupan secara luas. Dengan syarat, gunakan teknologi secara positif.

Generasi muda dapat memanfaatkan teknologi menjadi instrumen yang produktif. Bukan hanya sekadar alat hiburan untuk main game misalnya. Gunakan internet untuk mem-branding lapangan sepak bola di desa masing-masing.

Monggo gunakan fasilitas internet gratis di desa tidak hanya untuk branding lapangan bola. Misalnya, ingin branding potensi yang lain dari desanya atau ingin mengembangkan dirinya. Nanti bisa kami fasilitasi,” tambah Eri Sudewo yang pernah menjadi Sekretaris Kecamatan Sukodono tersebut.

Foto Anggota DPRD Sidoarjo Gus Wawan mengajak anak-anak muda untuk tidak diam dan terus  berkreativitas. (Foto: Tim Wirakologi)Anggota DPRD Sidoarjo Gus Wawan mengajak anak-anak muda untuk tidak diam dan terus berkreativitas. (Foto: Tim Wirakologi)

Potensi Sport Tourism dari Lapangan Bola

Pandangan progresif juga disampaikan oleh anggota DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan. Menurut Gus Wawan, sapaan karibnya, lapangan sepak bola desa sangat potensial untuk memajukan perekonomian desa. Sebagai sport tourism. Dia mendorong pegiat olahraga sepak bola untuk terus menghidupkan lapangan sepak bola di desa masing-masing. Pembinaan sepak bola harus terus berjalan.

Gus Wawan setuju dengan masukan dari mantan Kapten Deltras FC M.  Aulia Ardli. Ada kompetisi reguler di kelompok umur yang bisa dikelola sebagai pembinaan bibit-bibit pemain sepak bola. Kompetisi itu juga ikut mendongkrak potensi ekonomi desa. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Gus Wawan menyatakan kompetisi sepak bola itu juga harus terus diselenggarakan. Kegiatan olahraga itu memiliki multiplier effect yang besar. Lapangan sepak bola menjadi potensi ekonomi. UMKM ikut terdongkrak.

”Nah, bagaimana lapangan-lapangan kita ini bisa membuat orang tertarik untuk datang,” katanya.

Gus Wawan berpendapat, lapangan-lapangan sepak bola desa di Kabupaten Sidoarjo sudah mendapat pengakuan dari daerah lain. Klub-klub atau komunitas bola dari luar daerah sering menyewa lapangan desa di Sidoarjo.

”Kapan hari ada tamu dari Lamongan, mereka kaget melihat lapangan sepak bola. Ternyata bagus-bagus semuanya dan mereka terheran-heran karena di Lamongan belum seperti kita. Rumputnya, fasilitasnya, dan sebagainya. Belum seperti di lapangan desa yang ada di Sidoarjo,” ujar anggota Badan Anggaran DPRD Sidoarjo tersebut.

Gus Wawan selalu mendukung pertumbuhan ekonomi desa serta pembinaan atlet usia muda di Sidoarjo. Dia mengajak para pemuda maupun pengelola lapangan desa yang hadir untuk aktif dalam mempromosikan lapangan-lapangan tersebut. Sekaligus mempromosikan potensi desa masing-masing. Perekonomian desa akan terdongkrak.

Dalam forum KOPILABORASI sebelumnya, pada Rabu (22 April 2026), potensi desa-desa di Kecamatan Sukodono dan sekitarnya juga mencuat dari banyak pemudanya. Forum itu bertema  pas sekali, yaitu Narasi Desa: Ekspose Potensi lewat Ceritan dan Karya.

Foto Kepala Dinskominfo Sidoarjo Eri Sudewo menyampaikan pentingnya mengikuti tren teknologi digital. (Foto: Kominfo Sidoarjo)Kepala Dinskominfo Sidoarjo Eri Sudewo menyampaikan pentingnya mengikuti tren teknologi digital. (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Teknologi Digital Bukan Sekadar Hiburan

Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Gus Wawan, dan Ketua Forwas M. Taufik mendengar langsung. Banyak sekali cerita dan karya-karya pemuda desa yang potensial untuk dikembangkan. Unik-unik.

Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengatakan, Kabupaten Sidoarjo memang memiliki beragam potensi desa yang menonjol. Potensi desa itu perlu diangkat dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dibutuhkan peran generasi muda yang akrab dengan teknologi. Eri Sudewo yakin generasi muda Sidoarjo memiliki kreativitas dan inovasi dalam mengelola potensi desa menjadi nilai ekonomis.

”Kita masukkan teknologi di dalamnya. Kita kemas bareng-bareng. Kita angkat potensi desa itu. Saya yakin mungkin Sukodono ini bisa menjadi pilot project bagaimana mengangkat potensi desa dengan melibatkan generasi muda,” terang Eri Sudewo.

Eri Sudewo menegaskan, perkembangan teknologi sangat cepat. Disrupsi teknologi begitu berkembang. Otomatisasi dapat mengancam lapangan pekerjaan. Dari tenaga manusia menjadi mesin. Karena itu, generasi muda harus dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menggunakan teknologi informasi.

”Kita harus meningkatkan kompetensi untuk menghadapi disrupsi teknologi yang begitu cepat berkembang,” tandasnya.

 

Foto Para narasumber KOPILABORASI foto bersama anggota Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas). (Foto: Tim Wirakologi)Para narasumber KOPILABORASI foto bersama anggota Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas). (Foto: Tim Wirakologi)Gus Wawan: Ayo Kreatif, Pemuda Jangan Diam

Legislator DPRD Sidoarjo Gus Wawan mengajak generasi muda Sidoarjo, khususnya Kecamatan Sukodono, dapat mengeluarkan potensi desanya dengan cara masing-masing. Semua desa di Kabupaten Sidoarjo mempunyai potensi yang harus dikembangkan. Salah satunya Desa Sukodono.

”Ikhtiar mengangkat potensi desa sangat bergantung kreativitas generasi muda,” tambah Gus Wawan.

Para peserta juga sangat antusias dalam KOPILABORASI ini. Anita, pemudi Desa Suko, menceritakan sejumlah keunggulan desanya yang siap untuk dinarasikan dengan berbagai konten. Demikian juga Ilyas, pemuda Desa Jogosatru yang berhasil mengubah image desanya lewat sejumlah karya video kreatif.

”Panjunan juga punya beberapa kelebihan. Kami berharap bisa mendapat pendampingan dari Kominfo maupun Forwas untuk bisa membantu kami menggali konten-konten kreatif dari desa kami,” ungkap Fahmi, pemuda Desa Panjunan. KOPILABORASI antara Diskominfo, DPRD Sidoarjo, dan Forwas ini sangat bermanfaat. (adv)

Tombol Google News

Tags:

KOPILABORASI Diskominfo Sidoarjo DPRD Sidoarjo Forwas Gus Wawan sidoarjo Ekonomi Desa