Temukan Bocah 10 Tahun Tak Sekolah, H Usman Bukakan Masa Depan

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: Marno

15 Jun 2023 23:02

Thumbnail Temukan Bocah 10 Tahun Tak Sekolah, H Usman Bukakan Masa Depan
Bocah Aditya duduk nyaman di dekat Ketua DPRD Sidoarjo H Usman dan anggota DPRD dari PKB H Rizza Ali pada Kamis (15/6/2023). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Nasib Rafka Aditya bak ironi di tengah kemegahan Kota Delta. Dengan APBD sekitar Rp 5 triliun, ada anak yang tidak pernah sekolah hingga usia 10 tahun. Sama sekali. Seperti tidak ada yang tahu. Para legislator PKB pun bergerak cepat. Ketua DPRD Sidoarjo H Usman langsung turun tangan.

”Kita ini kecolongan,” ungkap lelaki kelahiran 18 Agustus 1963 itu saat mendatangi rumah Aditya di Desa Tulangan RT 2 RW 4, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Rumah itu terselip di dalam gang. Terasnya yang sempit tertutup tirai bambu.

Aditya tinggal bersama ibu dan kakaknya. Dwi Novianti, (42) dan Eka Satriya Putra (17). Sang ayah berpisah sejak keduanya masih kecil. Usman datang bersama legislator PKB H Rizza Ali Faizin. Ada juga Damroni Chudori.

Mereka hanya ditemui Satriya. Novi (panggilan Novia) dan Aditya sedang keluar rumah. Satriya pun keluar rumah untuk mencari ibu dan adiknya. Saat itulah datang rombongan Badan Amil Zakat (Baznas) Sidoarjo.

Baca Juga:
Anggota DPRD Sidoarjo Siap Bantu Pokir untuk SDN Sidokepung, Dinas Pendidikan Perbaiki 54 Sekolah Rp 47 M

Usman lalu bertanya panjang lebar tentang peran Baznas saat membantu keluarga Novi sejak sebelum Ramadan lalu. Di antaranya, berusaha membantu Novi modal untuk cari nafkah berdagang sayur-mayur.

Usman juga memperoleh informasi tentang kondisi Aditya. Di antaranya, bocah itu belum bisa membaca dan menulis sama sekali. Media belajar baca tulis tertempel di dinding rumah. Latin maupun Arab. Rupanya, sehari-hari Novi juga berusaha mengajari putranya baca tulis. Tapi, usahanya belum berhasil. Padahal, anak seusia dia seharusnya sudah kelas III sekolah dasar.

Aditya lebih suka main HP. Terus hampir sepanjang hari. Karena itu bagian matanya agak menghitam. Tamu-tamu melihatnya dengan prihatin. Meski, dia tetap terlihat ceria seperti layaknya anak-anak.”Ada anak usia kelas III belum sekolah. Lingkungan harus peduli,” ungkap Usman.

Salah satunya, kepedulian itu ditunjukkan dengan perhatian kepada para janda yang mungkin mengalami kesulitan hidup seperti Novi. Peduli janda itu jangan diartikan negatifnya. Harus dilihat sisi positifnya. Dilihat kondisi ekonomi keluarganya. Dicarikan solusi yang tepat agar ekonominya terangkat.

Baca Juga:
Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

Foto Satriya (kiri) menerima ijazah Mts dari Baznas disaksikan H Usman di rumahnya Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (15/6/2023). (foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)Satriya (kiri) menerima ijazah Mts dari Baznas disaksikan H Usman di rumahnya Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (15/6/2023). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

Melihat kondisi Aditya, Usman juga menekankan pentingnya penanganan secara komprehensif. Tidak hanya tak mampu baca-tulis. Aditya juga tidak lepas dari ponsel. Ternyata, anak janda beranak dua itu memang tidak bisa sekolah karena kekurangan biaya. Puskemas diminta memperhatikan kondisi itu.

Dia meminta Aditya diberi terapi dulu untuk mengatasi ketergantungan main ponsel terus-menerus. Kemudian, diatasi kesulitan biaya sekolahnya. ”Jangan sampai di Sidoarjo ini ada anak yang tidak bisa sekolah karena alasan biaya,” ungkap legislator asal Sedati tersebut.

Tak lama kemudian, Novi dan Aditya muncul. Begitu datang, Aditya duduk di samping Usman. Bocah itu tidak terlihat takut. Malah mendekat. Usman pun bertanya.

”Aditya ingin jadi apa cita-citanya?”

”Jadi polisi,” jawab bocah itu lugas.

”Kalau ingin jadi polisi, harus sekolah ya,” pesan Usman.

Aditya pun menjawab cepat,” Iya.”

 Usman memberi tahu bahwa Aditya sudah disiapi sepatu, tas, dan baju seragam. Bahkan, kalau perlu sepeda untuk ke sekolah, akan disiapkan juga. Semuanya akan dikirim. Tentu saja Novi dan Aditya senang bukan main. Dengan mata berkaca-kaca, Novi mengucapkan terima kasihnya.

”Terima kasih, Pak. Kami memang tidak punya apa-apa. Sepeda motor juga kami pinjam untuk ke puskesmas tadi,” ucapnya.

Usman menanggapinya. Dia bilang kalau ada kebutuhan untuk anak-anak sekolah, silakan disampaikan. Bagaimana caranya anak-anak harus sekolah. Kepada Aditya, Usman berpesan sekali lagi. ”Jangan main HP terus ya. Harus sekolah. Kalau mamanya tidak punya uang, nanti telpon saya,” ungkapnya sambil mengelus kepala Aditya.

”Aku wis pingin sekolah,” ungkap bocah itu saat ditanya bagaimana perasaannya.

Ijazah Ditahan Sekolah

Ada satu persoalan lagi yang dihadapi keluarga Novi. Apa itu? Ijazah Satriya, kakak Aditya, ternyata tak diberikan oleh sekolahnya. Sebuah madrasah tsanawiyah di Tulangan. Dia menunggak biaya sekolah hingga Rp 7.300.000 selama belajar di sekolah itu. Ijazah remaja 17 tahun tersebut ditahan hingga dia kelas II SMK.

Masalah itu pun diselesaikan. Baznas Sidoarjo membantu melunasi tunggakan tersebut bersama pihak sekolah. Dan, ijazah akhirnya diserahkan kepada Baznas. Kemudian Baznas memberikannya langsung kepada Satriya.

Bagaimana perasaan Novi? Perempuan itu pun tak kuasa menahan kegembiraan. Dia mengaku sangat senang. Masalah pendidikan anak-anak sudah teratasi.

”Alhamdulillah. Terima kasih Pak sudah dibantu. Sekarang saya sudah tidak banyak pikiran lagi,” ungkapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Jokowi Cek Harga Pangan di Pasar Menteng Pulo

Baca Selanjutnya

Tembus Perempat Final Indonesia Open, Jojo Bakal Bentrok Lawan Ginting

Tags:

DPRD Sidoarjo Baznas Sidoarjo Anak Putus Sekolah Kabupaten Sidoarjo Problem Pendidikan

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

Anggota DPRD Sidoarjo Siap Bantu Pokir untuk SDN Sidokepung, Dinas Pendidikan Perbaiki 54 Sekolah Rp 47 M

18 April 2026 17:44

Anggota DPRD Sidoarjo Siap Bantu Pokir untuk SDN Sidokepung, Dinas Pendidikan Perbaiki 54 Sekolah Rp 47 M

Plafon SDN Sidokepung Ambrol, Bupati Subandi: Segera Perbaiki, Bisa Dibangun 2 Lantai Tahun 2027

18 April 2026 14:34

Plafon SDN Sidokepung Ambrol, Bupati Subandi: Segera Perbaiki, Bisa Dibangun 2 Lantai Tahun 2027

Sekda Fenny Apridawati Dalami Cyber Security dan Transformasi Digital di Korsel

16 April 2026 12:01

Sekda Fenny Apridawati Dalami Cyber Security dan Transformasi Digital di Korsel

Dongkrak PAD Sidoarjo; Bank Jatim Tertinggi, BPR Delta Artha Naik, Delta Tirta dan Aneka Usaha?

16 April 2026 09:55

Dongkrak PAD Sidoarjo; Bank Jatim Tertinggi, BPR Delta Artha Naik, Delta Tirta dan Aneka Usaha?

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

15 April 2026 11:17

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

15 April 2026 10:07

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda