Belum Terima Bantuan Pangan; Gus Muhdlor: Segera Laporkan

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: Marno

15 Jun 2023 15:04

Thumbnail Belum Terima Bantuan Pangan; Gus Muhdlor: Segera Laporkan
Ibu-ibu penerima bantuan pangan tampak sukacita saat menerima beras dan bertemu Bupati Ahmad Muhdlor Ali di Tanggulangin pada Kamis 15/6/2023). (Foto: Kominfo Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Keluarga tidak mampu selalu menjadi perhatian utama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Kalau masih ada di antara mereka yang belum mendapatkan bantuan, bupati yang karib disapa Gus Muhdlor itu prihatin. Mereka pasti dibantu.

Kulo niku sak aken. Biasane wong gak duwe niku, ngenten-ngenteni bantuan kok gak metu-metu (Saya ini sedih. Biasanya orang tidak mampu itu selalu mengharapkan bantuan yang biasanya ditunggu-tunggu biasanya tetapi keluar-keluar),” ungkapnya saat penyerahan bantuan pangan di desa-desa wilayah Kecamatan Tanggulangin pada Kamis (15/6/2023).

Kedatangan Gus Muhdlor disambut gembira. Wajah-wajah semringah terlihat dari ribuan ibu-ibu dan bapak-bapak penerima bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) tahun 2023 tahap ke-3 itu. Sesekali, bupati berusia 32 tahun tersebut menyapa ramah dan setengah bercanda. Mereka pun tertawa-tawa.

Jumlah penerima bantuan pangan itu mencapai 3.832 keluarga. Mereka berasal dari lima desa di Kecamatan Tanggulangin. Masing-masing Desa Ngaban, Desa Kalitengah, Desa Kalisampurno, Desa Kedensari, dan Desa Kludan.

Baca Juga:
Sekda Fenny Apridawati Dalami Cyber Security dan Transformasi Digital di Korsel

Mereka tergolong penerima bantuan Program Keluarga Harapan/PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT. Bantuan diserahkan langsung di balai desa.

Gus Muhdlor mengatakan, jangan sampai ada keluarga prasejahtera yang tidak tersentuh bantuan pemerintah. Dia meminta masyarakat dan pemerintah desa melapor ke Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo. Apabila, mendapati keluarga yang memerlukan bantuan. Mereka sangat mengharapkan bantuan tersebut.

Di Tanggulangin, bupati muda milenial itu mengecek para penerima bantuan. Dia menanyai langsung warga penerima bantuan. Apakah bantuan yang mereka terima selama ini lancar atau tersendat dan ada kendala.

”Yang antara keduanya (PKH maupun BPNT) mboten mudun blas, njenengan angkat tangan. Itu kadang nama di KTP invalid. Mungkin ejaan namanya tidak sesuai dengan penulisannya,” tanya Gus Muhdlor kepada warga penerima bantuan di Balai Desa Ngaban.

Baca Juga:
Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

Gus Muhdlor menjelaskan, ada berbagai faktor penerima manfaat bantuan perlindungan sosial yang tidak lagi memperolehnya. Salah satunya, mereka memperoleh dua program bantuan sekaligus dari pemerintah. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Dia memastikan masyarakat kembali dapat menerima bantuan meski hanya dari satu program.

”Sekarang ada kebijakan. Bila tahun lalu masyarakat dapat menerima dua bantuan sekaligus, tahun ini dijadikan satu. Entah itu dapat bantuan dari PKH atau BPNT,” ucapnya.

Namun, bila masih ada juga masyarakat yang belum menerima kembali bantuan tersebut, dia meminta Kaur Kesra desa segera mendata lagi. Siapa saja yang tidak lagi menerima bantuan. Dari data itu, Pemkab Sidoarjo akan mengajukan kembali bantuan tersebut.

Gus Muhdlor juga meminta kepedulian masyarakat kepada sesama. Segera lapor bila tahu ada warga tidak mampu yang memerlukan uluran tangan. Pemerintah desa akan turun langsung. Gus Muhdlor ingin pemerintah hadir bagi seluruh warga Sidoarjo. Terutama bagi warga kurang mampu.

"Kalau ada warga Ngaban lebih susah daripada njenengan, tidak mendapat bantuan apa pun, segera lapor ke desa. Nanti Baznas Sidoarjo akan memberi," ucapnya.

Lebih-lebih bila ada warga yang sudah tidak lagi mampu berbuat apa-apa. Hidupnya sendiri. Tanpa sanak saudara. Pemkab Sidoarjo akan hadir bagi warga Sidoarjo yang seperti ini. Program permakanan gratis akan disalurkan. Makan pagi dan malam dijamin Pemkab Sidoarjo.

Foto Bupati Ahmad Muhdlor menyerahkan beras untuk ibu-ibu keluarga prasejahtera di Tanggulangin. Mereka gembira. (foto: Kominfo Sidoarjo)Bupati Ahmad Muhdlor menyerahkan beras untuk ibu-ibu keluarga prasejahtera di Tanggulangin. Mereka gembira. (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Kalau ada warga Ngaban, diberi beras tidak mampu memasak. Dikasih uang tidak mampu membelanjakan. Istri tidak ada. Anak tidak ada. Saudara juga tidak ada. Hidupnya sendirian.

Njenengan lapor ke Kaur Kesra. Pagi akan diantarkan nasi. Sore juga akan diantarkan nasi," tuturnya.

Begitu pula soal berobat. Masyarakat yang tidak mampu tidak perlu takut berobat hanya karena masalah biaya. Pemkab Sidoarjo akan menjamin kesehatan masyarakat miskin. Cukup berbekal SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari desa, masyarakat dapat berobat ke RSUD Sidoarjo maupun RSUD Sidoarjo Barat.

"Sekarang jangan takut lagi pergi ke rumah sakit karena alasan tidak punya biaya. Pergi ke Pak RT, bilang ke Pak Kades, minta surat keterangan tidak mampu. Langsung bisa masuk RSUD Sidoarjo atau RSUD Krian," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Jawa Timur Berhasil Mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes

Baca Selanjutnya

Ramadhan Sananta, Striker Haus Gol yang Tak Diminati STY

Tags:

Gus Muhdlor Bantuan Pangan Program Keluarga Harapan Keluarga Prasejahtera Pemkab Sidoarjo

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

Anggota DPRD Sidoarjo Siap Bantu Pokir untuk SDN Sidokepung, Dinas Pendidikan Perbaiki 54 Sekolah Rp 47 M

18 April 2026 17:44

Anggota DPRD Sidoarjo Siap Bantu Pokir untuk SDN Sidokepung, Dinas Pendidikan Perbaiki 54 Sekolah Rp 47 M

Plafon SDN Sidokepung Ambrol, Bupati Subandi: Segera Perbaiki, Bisa Dibangun 2 Lantai Tahun 2027

18 April 2026 14:34

Plafon SDN Sidokepung Ambrol, Bupati Subandi: Segera Perbaiki, Bisa Dibangun 2 Lantai Tahun 2027

Sekda Fenny Apridawati Dalami Cyber Security dan Transformasi Digital di Korsel

16 April 2026 12:01

Sekda Fenny Apridawati Dalami Cyber Security dan Transformasi Digital di Korsel

Dongkrak PAD Sidoarjo; Bank Jatim Tertinggi, BPR Delta Artha Naik, Delta Tirta dan Aneka Usaha?

16 April 2026 09:55

Dongkrak PAD Sidoarjo; Bank Jatim Tertinggi, BPR Delta Artha Naik, Delta Tirta dan Aneka Usaha?

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

15 April 2026 11:17

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

15 April 2026 10:07

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend