KETIK, PACITAN – Kisah tenaga kesehatan (nakes) kerap luput dari perhatian, bahkan tak jarang malah mendapat cibiran saat terjadi kesalahan.
Namun di balik itu, ada perjuangan dalam menyelamatkan nyawa, seperti yang dilakoni para nakes di RSUD dr. Darsono Pacitan.
Seorang bayi dengan berat lahir hanya 740 gram berhasil bertahan hidup setelah menjalani perawatan intensif selama 38 hari.
Bayi bernama Zeeira Quresha Aurora itu lahir pada Selasa, 16 Desember 2025 lalu di luar rumah sakit.
Putri pasangan Farisa Mina Novi dan Eko Nur Cahyo asal Kecamatan Sudimoro itu lahir dalam usia kehamilan 26 minggu atau baru sekitar 6 bulan lebih 2 minggu dikandungan.
Kondisi itu membuatnya harus segera mendapatkan penanganan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD.
Bayi Zeeira harus ditempatkan dalam inkubator untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Tim medis juga memberikan bantuan pernapasan menggunakan Bubble CPAP karena fungsi paru-paru bayi belum optimal.
“Tantangannya saat itu menjaga kondisi vitalnya agar tetap stabil. Sedikit saja terlambat, bisa berisiko,” kata Kepala Nurse Station Flamboyan 2 Ruang Perawatan Perinatal dan NICU RSUD dr. Darsono Pacitan, Ery Dwi Indaryani, S.Kep., Ns., Kamis, 23 April 2026.
Tak hanya itu, pemantauan kondisi vital dilakukan secara ketat dengan berbagai alat medis seperti syringe pump, infus pump, hingga oksimetri selama perawatan.
Setelah melalui proses panjang selama 38 hari, kondisi bayi Zeeira terus menunjukkan perkembangan positif hingga akhirnya diperbolehkan pulang.
"Dirawat di sini 38 hari, Alhamdulillah pulang dengan berat badan jadi 1325 gram. Sekarang sehat, kami juga masih sering berkomunikasi dengan keluarga," ungkapnya.
Fasilitas Penanganan Bayi Kritis di RSUD Pacitan
Kepala Ruang NICU RSUD dr Darsono Pacitan, Ery Dwi Indaryani saat menunjukkan fasilitas perawatan bayi intensif di ruang Flamboyan Lantai 2, Kamis, 23 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)
Keberhasilan penanganan tersebut tidak lepas dari dukungan fasilitas dan tenaga medis yang memadai.
Beroperasi sejak 2021, ruangan yang berlokasi di Lantai 2 Gedung Flamboyan RSUD Pacitan itu kini menjadi andalan penanganan bayi baru lahir dengan kondisi kritis usia 0 hingga 28 hari.
Layout ruang, dibagi sesuai kebutuhan, mulai dari ruang intensif, ruang laktasi, hingga ruang persiapan pulang.
“Untuk kapasitas NICU mencapai 5 bayi, sementara ruang perinatologi menampung hingga 15 bayi. Bayi-bayi yang kondisi sakit masuk di sini,” kata Ery.
Ia menjelaskan, NICU RSUD dr Darsono Pacitan telah berstatus level 3B, dengan fasilitas yang setara rumah sakit tipe B lainnya.
Fasilitas pendukung lain berupa ruang tunggu gratis bagi ibu bayi dengan kapasitas enam orang, agar tetap dekat selama masa perawatan.
"Peralatan medis lengkap, seperti ventilator, inkubator transport untuk bayi berat badan lahir rendah (BBLR), serta infant warmer yang dilengkapi resusitator," ungkapnya.
Dari sisi SDM, NICU juga didukung 14 tenaga kesehatan, terdiri dari 12 perawat dan 2 bidan.
Peningkatan layanan juga rutin dilakukan melalui kerja sama dengan rumah sakit besar seperti RS Sardjito dan RS Saiful Anwar.
“Cukup bangga karena RSUD Pacitan sudah punya ruang NICU yang tidak kalah dengan rumah sakit lain. Dari segi SDM dan alat juga sangat memadai,” kata Ery.(*)
