22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Editor: Al Ahmadi

16 Apr 2026 17:47

Thumbnail 22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan
Kepala Bidang P2P Dinkes Pacitan, drg. Nur Farida bersama unsur Forkopimca dan pemangku kepentingan terkait mengikuti rapat koordinasi penanganan dugaan gangguan pencernaan program MBG di Pendopo Kecamatan Tegalombo, Kamis, 16 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Jumlah pasien rawat inap dalam dugaan kasus gangguan pencernaan yang dikaitkan dengan program MBG di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, terus berkurang seiring proses pemulihan yang berjalan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan memastikan penanganan dan pemantauan tetap dilakukan, terutama terhadap munculnya kasus-kasus dengan gejala serupa di sejumlah wilayah.

Dalam rapat koordinasi lintas sektor di Pendopo Kecamatan Tegalombo, Kamis, 16 April 2026, Dinkes mencatat total 158 warga dari Desa Tegalombo, Ngreco, Kebondalem, Kemuning, dan Gedangan terdampak kejadian tersebut.

Dari 28 pasien yang sempat menjalani rawat inap, 22 orang kini telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

Baca Juga:
Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

Sementara itu, 6 pasien masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Pasien yang masih dirawat masing-masing berada di dua lokasi, yakni 3 orang di Puskesmas Tegalombo dan 3 lainnya di Puskesmas Arjosari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg. Nur Farida, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus di lapangan, termasuk laporan peningkatan pasien dengan keluhan serupa.

“Di semua kecamatan memang ada peningkatan pasien yang datang ke puskesmas. Keluhannya rata-rata pencernaan seperti pusing, mual, muntah, dan diare,” ungkap drg. Nur Farida soal potensi adanya wabah diare.

Baca Juga:
Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Ia menambahkan, langkah pengambilan sampel makanan sebelumnya, dilakukan untuk memperkuat penelusuran penyebab kejadian, mengingat diare memiliki banyak faktor pemicu.

“Diare itu penyebabnya macam-macam, bisa virus, bakteri, alergi, bahkan stres juga bisa memicu. Tapi kalau bakteri biasanya mengarah ke makanan, karena itu kami lakukan penelusuran lebih lanjut,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Sejahtera Kebondalem, Sugeng Priyatmoko, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berdampak pada siswa penerima program.

“Saya pribadi memohon maaf atas kejadian yang terjadi pada siswa-siswa,” ucapnya.

Ia juga menyebut pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan gangguan kesehatan tersebut, sekaligus menyiapkan langkah penanganan sesuai prosedur jika ditemukan kaitan dengan makanan.

“BGN juga tidak diam, nanti ada prosedurnya. Biaya perawatan dan hal lain akan dicover oleh Badan Gizi Nasional. Saat ini kami menunggu hasil lab,” ujarnya.

Dinkes Pacitan menegaskan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penambahan kasus baru, sekaligus mengantisipasi potensi wabah diare di lain wilayah.(*)

Baca Sebelumnya

Retret di Akmil, Ketua DPRD Jatim Digembleng soal Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan

Baca Selanjutnya

Bupati Situbondo Dapat Penghargaan Kepala Daerah Inovatif

Tags:

dinkes pacitan Kasus MBG Wabah Diare Tegalombo Pacitan Puskesmas Tegalombo SPPG Kebondalem Kesehatan Daerah Penanganan Pasien Info Pacitan Berita pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H