BPBD Pacitan: Dropping Air Bersih Kerap Terhambat Anggaran saat Fase Siaga Kekeringan

Editor: Al Ahmadi

20 Apr 2026 14:28

Thumbnail BPBD Pacitan: Dropping Air Bersih Kerap Terhambat Anggaran saat Fase Siaga Kekeringan
Warga mengisi air bersih ke dalam jeriken menggunakan corong di salah satu titik distribusi di Desa Plumbungan, Kebonagung, Pacitan, Senin, 30 September 2024. Keterbatasan pasokan air mulai dirasakan sejak awal fase siaga kekeringan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Permintaan air bersih biasanya mulai muncul sejak awal fase siaga kekeringan di Pacitan.

Namun, penyaluran bantuan kerap belum bisa dilakukan karena terkendala anggaran.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andri Atmoko, mengakui kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap memasuki musim kemarau.

"BPBD itu saat posisi siaga biasanya sudah ada desa yang mengajukan, tapi kondisinya belum tanggap darurat. Lha pas siaga dan kami belum punya anggaran, kita mau menyalurkan air bersih uangnya dari mana?" katanya kepada Ketik.com, Senin, 20 April 2026.

Baca Juga:
Warga Watukarung Pacitan Tuntut Transparansi Dana BUMDes, Endus Dugaan Penyelewengan

Ia menjelaskan, kendala utama terletak pada belum bisa digunakannya anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebelum status tanggap darurat ditetapkan.

Situasi ini membuat respons awal terhadap kebutuhan masyarakat menjadi terbatas.

"Kami itu buntunya di situ, saat tahap-tahap awal. Dalam arti saat masih siaga, kami belum bisa running menangani," ujarnya.

Terkait alokasi BTT tahun ini, Erwin menyebut masih dalam proses pengajuan dan menunggu persetujuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Baca Juga:
32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar

"Prosesnya mengajukan berdasarkan kondisi di lapangan, perkara disetujui berapa itu nanti kewenangan TAPD," ungkapnya.

Kendati begitu, BPBD Pacitan telah melakukan komunikasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Sejumlah kebutuhan logistik mulai disiapkan, seperti torn air, jerigen, dan kolam terpal guna mendukung distribusi air bersih.

"Kalau melihat kondisi saat ini kemungkinan mulai Juni sudah ada pengajuan, tapi kita lihat dulu BTT kabupaten ada berapa dulu nominalnya. Paling tidak komunikasi awal dengan BPBD provinsi sudah kami lakukan," jelasnya.

BPBD juga akan mengajukan kembali pembangunan sumur bor yang sebelumnya sempat harus ditunda.

"Tahun lalu kita mengajukan sumur bor 10 titik dan disetujui 9 titik, tapi karena tidak ada kekeringan dan tidak bisa diterbitkan SK tanggap darurat, akhirnya dipending. Dan ini kita jalin komunikasi lagi ke BPBD Provinsi, kita tahun ini insyaallah tanpa penilaian lagi, tinggal pengajuan ulang. Data-datanya di PUPR sudah ada," katanya.

BPBD Pacitan memproyeksikan potensi kekeringan tahun ini akan berlangsung lebih panjang dibanding dua tahun terakhir, dengan puncak diperkirakan mencapai tiga bulan.

Berdasarkan data sebelumnya, sebanyak 166 dusun terdampak kekeringan.

Tahun ini jumlah tersebut berpotensi meningkat seiring menurunnya debit air, termasuk pada sumur bor di sejumlah wilayah.

"Kalau tahun kemarin 166 dusun, ini kemungkinan meluas. Sumur bor debitnya juga menipis. Wilayah yang dulu zona hijau, bisa jadi ikut kekeringan," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

PDAM Tirta Buana Bojonegoro Raih Predikat Top BUMD Award, Inovasi Digital Jadi Perhatian

Baca Selanjutnya

Komplotan Copet Beraksi di Konser Slank di Kota Malang, Polisi Terima 14 Laporan Kejadian

Tags:

BPBD Pacitan Dropping Air Bersih Kekeringan Pacitan Anggaran BTT Siaga Kekeringan Info Pacitan Berita pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Warga Watukarung Pacitan Tuntut Transparansi Dana BUMDes, Endus Dugaan Penyelewengan

20 April 2026 16:18

Warga Watukarung Pacitan Tuntut Transparansi Dana BUMDes, Endus Dugaan Penyelewengan

BPBD Pacitan: Dropping Air Bersih Kerap Terhambat Anggaran saat Fase Siaga Kekeringan

20 April 2026 14:28

BPBD Pacitan: Dropping Air Bersih Kerap Terhambat Anggaran saat Fase Siaga Kekeringan

LBH PMII Jatim: Negara Wajib Tanggungjawab atas Insiden Peluru Nyasar di Gresik

20 April 2026 00:52

LBH PMII Jatim: Negara Wajib Tanggungjawab atas Insiden Peluru Nyasar di Gresik

32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar

19 April 2026 18:43

32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend