Masa Depan Olahraga Trenggalek, Antara Anggaran dan Talenta Berbakat

11 Mei 2026 15:51 11 Mei 2026 15:51

Mustopa

Editor
Thumbnail Masa Depan Olahraga Trenggalek, Antara Anggaran dan Talenta Berbakat

Oleh: Agus Riyanto*

Kondisi fiskal APBD Trenggalek yang sedang tidak baik-baik saja begitu terasa. Tak hanya di sektor pembangunan, tapi dampaknya juga dirasakan di bidang olahraga. Tak terkecuali untuk ikut mensukseskan program pemerintah "Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat".

Pun demikian dengan persiapan Trenggalek menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Dok anggaran Rp 1 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek tentu sesuatu yang kurang menguntungkan. Apalagi di saat para atlet lagi on fire, sekaligus memperbaiki peringkat dari dasar klasemen perolehan medali Porprov 2025.

Bahkan bisa dibilang kurang dari kata ideal. Padahal, tidak sedikit atlet-atlet Trenggalek yang memiliki prestasi mentereng. Sebut saja dari Cabang Olahraga (Cabor) pencak silat, senam, catur, panahan, dan Cabor lainnya. Tentu saja ini menjadi PR besar bagi jajaran pengurus KONI untuk memaksimalkan anggaran tersebut.

Sehingga, perlu kecerdasan dan kejelian dalam pemetakan Cabor. Mulai dari sisi pembinaan, peningkatan kualitas atlet, serta target yang diusung pada Porprov 2027. 

Termasuk memberikan edukasi kepada para atlet untuk tetap berah membela Trenggalek. Meskipun itu bukan perkara mudah. Tawaran-tawaran menggiurkan sangat mungkin dilakukan daerah lain untuk menggoda atlet Trenggalek.

Diakui atau tidak banyak atlet-atlet Trenggalek yang sukses meraih prestasi dan menjadi duta provinsi dan Timnas. Belum lagi talenta-talenta berbakat lainnya yang mungkin selama ini belum tersentuh yang memiliki potensi menjadi atlet andalan kedepannya. Saatnya para elit untuk merenungkan dan duduk bareng untuk memberi ruang anggaran olahraga. 

Tidak bisa dipungkiri, sebuah daerah bisa dikenal oleh pihak luar tidak hanya dari pariwisata, budaya atau sektor lain. Prestasi olahraga juga bisa menjadi alternatif atau daya ungkit. Kita tidak bisa dustakan capaian para atlet-atlet Trenggalek yang bertarung di semua event.

Paling gres adalah prestasi Dipa Prasetyo yang berhasil menjadi juara dengan meraih dua medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) senam di Jakarta. Sekaligus diplot menjadi tulang punggung Jatim pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Apalagi sang pelatih telah berjanji melahirkan Dipa-Dipa yang lain. Tentu saja anggaran akan menjadi supportingnya. 

Secara umum kualitas talenta-talenta berbakat anak-anak Trenggalek mempunyai daya saing yang sudah diakui, baik di tingkat regional ataupun nasional. Tak sedikit dari mereka yang bertarung membela daerah lain dan enggan kembali ke Trenggalek.

Kolaborasi eksekutif dan legislatif untuk dukung anggaran olahraga

Sudah saatnya eksekutif dan legislatif duduk bareng memikirkan betapa pentingnya kemajuan olahraga daerah. Tidak lagi terjebak dengan pembangunan yang didasarkan pada keinginan tapi bukan soal kebutuhan.

Pertanyaannya, seberapa butuh masyarakat akan olahraga. Jawabnya tentu sangat butuh. Karena ada efek domino yang bisa dirasakan baik secara personal maupun efek yang lebih luas. Tak kalah penting bisa menjadi pondasi kuat akan masa depannya. 

Jika mereka punya prestasi tentu akan bisa dijadikan sebagai sarana untuk mensukseskan masa depannya. Pendeknya, bisa dijadikan alternatif untuk bekerja. Nah, ini akan menjadi tanggung jawab moral para elit untuk membantu masa depan anak-anak muda Trenggalek.

Anggaran kecil bisa menutup ruang prestasi

Meraih prestasi tidak hanya tergantung pada kualitas atlet saja, tapi juga ada dukungan dari sarana dan prasarana. Sehingga hal ini tidak akan jauh-jauh dari yang namanya financial. Karena, mereka butuh latihan (sarana dan prasarana), support gizi makanan, dan pelatih.

Kemudian, juga tak kalah penting adalah kesejahteraan para atlet, karena bisa menjadi motivasi dan sarana penunjang atlet agar bisa berbuat yang terbaik untuk Trenggalek. Kesimpulannya, seberapa peduli dan berani para elit berpartisipasi memajukan olahraga Trenggalek. Singkatnya, ada optimalisasi anggaran, semoga.

*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek 

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email [email protected]
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)
Tombol Google News

Tags:

opini Agus Riyanto koni Tranggalek