KETIK, BATU – Tahapan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu kini memasuki proses penilaian kompetensi yang dilaksanakan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin, 11 Mei 2026.
Para kandidat diuji melalui simulasi kasus pemerintahan, tes intelektual, hingga diskusi kelompok guna menentukan figur terbaik pengisi jabatan strategis tersebut.
Enam pejabat yang mengikuti tahapan asesmen tersebut yakni Kepala Bakesbangpol Kota Batu Akhmad Dahlan, Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Arief As Siddiq, Kepala Bapelitbangda Bangun Yulianto, Inspektur Kota Batu Endro Wahjudi, serta Kepala Bapenda Mohammad Nur Adhim.
Penjabat (Pj) Sekda Kota Batu, Eko Suhartono, hadir langsung memberikan motivasi kepada seluruh peserta sebelum asesmen dimulai.
Ia menegaskan pentingnya menunjukkan kemampuan terbaik, integritas, dan kapasitas kepemimpinan selama proses seleksi berlangsung.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jabatan Sekda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah, sehingga dibutuhkan figur yang memiliki kompetensi dan dedikasi tinggi,” ujar Eko.
Tahapan asesmen dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai metode penilaian.
Para peserta diuji kemampuan analisis melalui studi kasus, simulasi penyelesaian persoalan pemerintahan, tes intelektual, hingga pemetaan potensi individu.
Selain itu, seluruh kandidat juga mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) atau diskusi kelompok tanpa pemimpin serta wawancara mendalam guna mengukur kemampuan manajerial, kepemimpinan, sosial kultural, dan pengambilan keputusan.
Seleksi selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Among Tani pada 18 Mei 2026. Dalam tahap tersebut, para peserta akan mempresentasikan makalah sekaligus menjalani wawancara akhir di hadapan panitia seleksi.
Tak hanya itu, seluruh kandidat juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani di RSUD Karsa Husada pada 21 Mei 2026 sebagai salah satu syarat penetapan calon Sekda definitif.
Eko memastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka, profesional, dan bebas intervensi.
Menurutnya, penilaian sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi bersama asesor independen dari BKD Provinsi Jawa Timur.
“Seluruh tahapan dilakukan secara objektif dan transparan. Kami berharap proses ini menghasilkan sosok terbaik yang mampu memperkuat birokrasi Pemerintah Kota Batu ke depan,” pungkasnya. (*)
