Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 merupakan momen Istimewa dan bersejarah. Pertama, ketua Kwarnas kakak Budi Waseso telah melakukan napak tilas sejarah tokoh pramuka. Diawali ziarah ke makam Proklamator Ir. Sukarno di Blitar. Presiden RI Pertama ini telah mendirikan Gerakan Pramuka melalui Keppres 238/1961.
Ziarah selanjutnya ke makam Jend. Besar TNI (Purn) HM Soeharto dan kakak Siti Hartinah ‘Tien Soeharto’ di Astana Giribangun. Pada masa beliaulah Gerakan Pramuka Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur yang fenomenal sampai sekarang.
Rangkaian ziarah ini berakhir di Imogiri, makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Beliau adalah Bapak Pramuka Indonesia sekaligus Ketua Kwarnas pertama yang telah menerima panji Gerakan Pramuka saat dilantik oleh Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 yang sekarang sebagai Hari Pramuka .
Keistimewaan kedua, peringatan kali ini bersamaan dengan Jambore Nasional XII (Jamnas) yang merupakan ajang pesta bagi Pramuka Penggalang se-Indonesia setiap 5 tahun. Diperkirakan akan berkumpul 24 ribu Pramuka Penggalang di Cibubur.
Penyelenggaraan Jamnas menunjukkan eksistensi Gerakan Pramuka yang strategis sebagai tempat pesemaian yang subur generasi muda bangsa khususnya Gen-Z dan Gen-Alpha.
Jamnas ajang pesta dan memberikan pengalaman hidup yang baik bagi Pramuka Penggalang (11-15 tahun). Jamnas menjadi ruang transformasi life skill dalam kegiatan permainan yang mengandung pendidikan.
Even Jamnas telah sejalan dengan harapan Presiden Prabowo yang pernah disampaikan pada Hari Pramuka ke-64, "Semoga Pramuka Indonesia terus melahirkan generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan siap membawa bangsa ini menuju kemajuan," ditulis pada unggahan Instagram resmi @presidenrepublikindonesia, Kamis (14/8).
Masih menurut Presiden Prabowo, Gerakan Pramuka telah menjadi wadah pembinaan tunas-tunas muda bangsa. Melalui berbagai kegiatan dan pendidikan, para anggota Pramuka ditempa kedisiplinan, dipupuk semangat persatuan, serta dibentuk menjadi insan berbudi luhur, mandiri, dan siap membela tanah air.
Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan dalam Gerakan Pramuka menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. "Hari ini, Gerakan Pramuka tetap menjadi wadah pembentuk karakter bangsa, mengajarkan budi pekerti, kesetiakawanan, dan rasa tanggung jawab.”
Pendidikan kepramukaan saat ini telah berkembang dari sebuah learning by doing menjadi learning creating and solving yaitu belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata.
Pendidikan kepramukaan harus menjadi perhatian bersama dan menjadi kepentingan bersama serta didukung semua pemangku kepentingan sebagaimana amanat Undang-Undang No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka (UUGP).
Mengapa? karena bahaya persoalan sosial: penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring, dan penurunan kepedulian sosial telah mengancam didepan mata generasi muda. Kita harus menyelamatkan generasi muda kita menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidikan Kepramukaan akan mengantarkan generasi muda menuju a better world yaitu dunia yang lebih baik. Menguatkan Gerakan Pramuka artinya penguatan dukungan Majelis Pembimbing (Mabi).
UUGP mengamanatkan fungsi Majelis Pembimbing adalah bertugas memberikan bimbingan moral dan keorganisatorisan serta memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan (pasal 33:2 UUGP).
Sementara Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (AD) Pasal 39:4 menjelaskan bahwa Majelis Pembimbing berasal dari unsur: Pemerintah atau pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh pramuka.
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (ART) Pasal 52 menjelaskan bahwa Ketua Mabinas adalah Presiden RI, Mabida dan seterusnya diketuai oleh Kepala Daerah (ex-officio). Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama (Pasal 28 AD).
Pengembangan Kepramukaan di sekolah telah dikuatkan melalui Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 1 TAHUN 2025, Nomor 800.2.1/225/SJ, Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Di Satuan Pendidikan (SEB 3 Menteri).
Fokus SEB 3 Menteri ini untuk menggerakkan kembali penguatan pendidikan karakter di Catur Pusat Pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media. Tujuannya untuk memberikan acuan kepada semua unsur terkait Catur Pusat Pendidikan.
Kebersamaan dalam mendorong peserta didik dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan karakter dan budi pekerti dengan Pendidikan karakter melalui pembiasaan di satuan Pendidikan. Hal ini tertuang dalam isi SEB huruf d angka 1) yaitu jenis ekstrakurikuler untuk penguatan pendidikan karakter dalam bentuk krida antara lain pramuka.
Tema Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Sementara, tujuan Gerakan Pramuka adalah membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup (Pasal 4, UUGP).
Akhirnya, Gerakan Pramuka adalah kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa, melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai iptek, yang pengabdiannya bagai api nan tak kunjung padam.
Kekuatan yang dahsyat ini tentunya merupakan sumber daya manusia yang dibuthkan oleh bangsa dan negara saat ini. Dirgahayu Gerakan Pramuka, satyaku kudarmakan darmaku kubaktikan. “Satu Pramuka untuk satu Indonesia, Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia”
*) Dr. Muchamad Taufiq, S.H., M.H merupakan Wakil Ketua II Orgakum Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur sekaligus Andalan Nasional Orgakum Gerakan Pramuka
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:
- Naskah dikirim ke alamat email [email protected]
- Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
- Panjang naskah maksimal 800 kata
- Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
- Hak muat redaksi.(*)
