KETIK, HALMAHERA SELATAN – Hubungan warga Desa Laluin dan Desa Orimakurunga di Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan. Perselisihan yang disebut bermula dari insiden antarpemuda kini mendapat perhatian setelah muncul pemalangan akses hingga dugaan perusakan jaringan air.
Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB-FROMMALUT) Jabodetabek, Reza A. Syadik, meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan segera mengambil langkah agar situasi tidak mengarah pada konflik horizontal yang lebih serius.
Menurut Reza, kondisi tersebut tidak semestinya dibiarkan berlarut. Ia menilai dibutuhkan penanganan terpadu yang melibatkan aparat keamanan, pemerintah kecamatan, serta pemerintahan kedua desa.
Menyoroti risiko yang dapat muncul apabila penanganan di tingkat lokal belum menghasilkan jalan keluar, Reza mengingatkan pentingnya langkah cepat dari pihak terkait.
“Jika pertikaian antardesa terus melebar, tanpa ada upaya konkret dari pihak kepolisian Polsek, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat, maka akan membuat konflik ini berkepanjangan,” kata Reza, Kamis 1 Oktober 2026.
Reza menjelaskan, gesekan antara pemuda Orimakurunga dan Laluin sebelumnya terjadi saat laga final sepak bola di Desa Sagawele. Setelah kejadian itu, menurut dia, muncul pemalangan dan pemboikotan jalan di Laluin yang berdampak terhadap akses masyarakat di Kecamatan Kayoa Selatan.
Ia menyebut jajaran kepolisian melalui Polsek Kayoa telah berupaya membuka akses yang diblokade. Namun setelah itu, kata dia, muncul dugaan pembocoran jaringan pipa air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ketika fasilitas pelayanan dasar ikut terdampak, Reza meminta aparat melakukan penyelidikan dan menindak pihak yang terbukti melakukan perusakan sesuai ketentuan hukum.
“Sangat disayangkan dan ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Saya mendesak Polres Halsel melalui Polsek Kayoa segera tangkap pelaku di balik pengrusakan fasilitas daerah untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Reza juga menyerukan agar masyarakat, khususnya warga Orimakurunga, menahan diri dari tindakan yang dapat memperbesar masalah. Ia meminta Camat Kayoa Selatan bersama kepala desa dari kedua wilayah mempercepat proses mediasi.
Menurutnya, apabila upaya pada level kecamatan dan desa belum menemukan titik temu, penanganannya perlu melibatkan pimpinan daerah dan kepolisian di tingkat kabupaten.
“Jika pemerintah kecamatan dan pemerintah desa serta kepolisian tidak mampu menyelesaikan konflik itu maka, Bupati dan Wakil Bupati, serta Kapolres segera ambil langkah tegas untuk mendamaikan,” katanya.
Desakan Reza juga menyentuh evaluasi pemerintahan. Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan mengevaluasi kepemimpinan Camat Kayoa Selatan serta Kepala Desa Orimakurunga dan Kepala Desa Laluin, bahkan mendesak ketiganya dicopot.
Menurut Reza, penanganan perlu dilakukan segera mengingat Laluin memiliki posisi penting dalam pelayanan masyarakat Kecamatan Kayoa Selatan. Sejumlah fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik berada di wilayah tersebut.
“Ingat bahwa Desa Laluin adalah pusat kecamatan yang mana menjadi sentral aktivitas masyarakat Kayoa Selatan dari segala sisi, baik perkantoran kecamatan, Puskesmas, dll,” ucapnya.
Reza kemudian menyampaikan keresahan yang menurutnya dirasakan masyarakat Orimakurunga. Ia meminta pihak terkait tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut hingga memunculkan reaksi dari warga.
“Kami tegaskan sekali lagi pernyataan ini bukan sekadar keluhan semata. Tetapi, dengan adanya situasi panas yang makin melebar, membuat kami masyarakat Orimakurunga semakin muak dan akan berkeputusan sendiri,” kesalnya.
Menutup keterangannya, Reza kembali melontarkan peringatan dan meminta persoalan antarkedua desa segera ditangani.
“Jangan menguji kesabaran kami khususnya masyarakat Orimakurunga, kami cukup sabar,” tegas Reza.
Reza berharap pemerintah kecamatan, pemerintah kedua desa, dan kepolisian segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah serta menjaga keamanan di Kecamatan Kayoa Selatan.
