KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi strategis dengan Departemen Shariah, Economics and Governance, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, Malaysia.
Kerja sama tersebut diwujudkan dalam kegiatan International Conference and Internship Studies Collaboration yang berlangsung di Ruang Meeting Fakultas Syariah, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi kedua perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan program magang internasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat global.
Delegasi Universiti Malaya dipimpin Ketua Jabatan Shariah, Economics and Governance, Assoc. Prof. Dr. Mohd Shahid bin Mohd Noh, didampingi dua dosen dan sepuluh mahasiswa Program Shariah Economics.
Sementara itu, rombongan disambut langsung oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., bersama Wakil Dekan I Bidang Akademik Prof. Dr. Sudirman, M.A., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Dr. Hj. Erik Sabti Rahmawati, M.Ag., Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Dr. Dwi Hidayatul Firdaus, M.Si., Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Dwi Fidayanti, M.H., serta tim International Class Program (ICP) Fakultas Syariah, Risma Nur Arifah, M.H., dan Yayuk Windhari, S.H., M.H.
Perwakilan Fakumtas Syariah UIN Malang menerima rombongan Universiti Malaya, Malaysia, Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan Malaysia sebagai simbol persahabatan serta penghormatan terhadap kedua negara.
Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Mohd Shahid bin Mohd Noh mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berkunjung ke Fakultas Syariah UIN Malang. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi akademik antara program studi yang memiliki kesamaan bidang keilmuan.
"Alhamdulillah kami dapat bersilaturahmi ke Fakultas Syariah UIN Malang dan bertemu dengan para dosen serta pengelola Program Studi Hukum Ekonomi Islam yang memiliki kesamaan bidang dengan program studi kami di Universiti Malaya. Saya juga membawa mahasiswa Program Shariah Economics untuk berdiskusi mengenai berbagai kajian hukum Islam," ujarnya.
Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Universiti Malaya. Ia juga menyampaikan salam dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Ag., yang tidak dapat hadir karena menjalankan agenda lain.
Menurut Prof. Umi, kerja sama antarinstitusi harus diwujudkan dalam program-program nyata yang memberikan dampak bagi kedua belah pihak, bukan sekadar berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) maupun perjanjian kerja sama (PKS).
"Kolaborasi tidak cukup hanya sebatas MoU atau PKS. Yang lebih penting adalah implementasinya, seperti kegiatan hari ini melalui presentasi hasil riset, diskusi akademik, hingga publikasi bersama," katanya.
Perwakilan Fakultas Syariah UIN Malang dan rombongan Universiti Malaya, Malaysia sedang berdiskusi mematangkan kerja sama antara kedua institusi tersebut. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)
Ia menjelaskan, sejumlah dosen Fakultas Syariah UIN Malang, di antaranya Dr. Dwi Hidayatul Firdaus, M.H.I., dan Dr. Mahbub Ainur Rafiq, M.H.I., bersama dosen Universiti Malaya mempresentasikan hasil penelitian mereka. Mahasiswa dari kedua perguruan tinggi juga turut memaparkan karya ilmiah dalam forum akademik tersebut.
"Harapan kami, hasil penelitian yang dipresentasikan dapat dikembangkan menjadi publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi internasional," tambahnya.
Dalam sesi konferensi, para akademisi dari kedua perguruan tinggi memaparkan beragam hasil riset. Prof. Dr. Fahruddin, M.H.I., dari Fakultas Syariah UIN Malang mempresentasikan penelitian mengenai rekonstruksi pengelolaan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) di era digital dalam perspektif Maqashid al-Syariah. Sementara itu, delegasi Universiti Malaya mengangkat kajian mengenai praktik Bai' al-Box (mystery box), yakni transaksi jual beli yang mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) dan berpotensi menjadi rujukan dalam penyusunan fatwa di Malaysia.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata antara Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universiti Malaya sebagai simbol persahabatan sekaligus komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi akademik di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas kemitraan internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional yang unggul dalam pengembangan keilmuan dan jejaring global.
