KETIK, MALANG – Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menjadi salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang cukup kompetitif karena penilaiannya didasarkan pada nilai rapor dan rekam prestasi siswa selama di sekolah.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, Mochamad Nyzzar Pratama, siswa kelas XII TKJ B, berhasil lolos SNBP dan diterima di jurusan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya.
Di balik keberhasilannya, Nyzzar mengaku sempat mengalami keraguan saat menentukan pilihan jurusan yang akan diambil. Namun, ia akhirnya memilih untuk mengikuti arahan dan mempertimbangkan peluang yang ada.
Sejak awal proses pendaftaran SNBP, ia mendapatkan pendampingan dari guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang membantunya memahami pentingnya kesesuaian jurusan dengan latar belakang pendidikan.
“Guru BK mengarahkan untuk melihat peluang. Karena saya dari jurusan TKJ, disarankan memilih yang masih linier seperti Teknologi Informasi agar peluang diterima lebih besar,” ujarnya.
Sebelum menentukan pilihan, Nyzzar mengaku sempat memiliki ketertarikan pada bidang komunikasi. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, ia memutuskan untuk mengambil jurusan yang lebih sesuai dengan bidang keahliannya.
“Sempat bimbang karena awalnya ingin ke komunikasi. Tapi setelah dipikir lagi, saya memilih yang lebih sesuai dengan latar belakang dan peluang yang ada,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa proses pendaftaran tidak lepas dari rasa khawatir, terutama melihat ketatnya persaingan antarpendaftar.
“Ada rasa khawatir karena melihat nilai teman-teman juga bagus. Tapi saya mencoba tetap yakin dengan pilihan yang sudah diambil,” ungkapnya.
Nyzzar menambahkan, menjaga konsistensi nilai rapor menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi jalur SNBP. Menurutnya, kedisiplinan belajar tetap diperlukan meskipun terdapat tantangan seperti rasa malas.
“Yang penting jangan menunda-nunda. Kalau ditunda, nanti malah menumpuk dan jadi berat,” jelasnya.
Sementara itu, di sekolahnya, sistem pembelajaran yang terbagi antara akademik dan kejuruan turut membantu siswa dalam menyeimbangkan fokus belajar.
“Biasanya Senin sampai Kamis pembelajaran reguler, lalu Jumat fokus kejuruan. Jadi masih bisa menyesuaikan,” katanya.
Secara umum, SNBP sendiri dikenal sebagai jalur seleksi yang cukup selektif karena hanya siswa dengan rekam akademik stabil yang dapat direkomendasikan oleh sekolah.
Kini, setelah dinyatakan lolos, Nyzzar berharap dapat menjalani perkuliahan dengan baik hingga selesai. Ia juga berpesan kepada siswa lain agar lebih cermat dalam melihat peluang sejak masih di bangku sekolah.
“Manfaatkan peluang yang ada, tetap semangat, dan yakin dengan pilihan sendiri,” pungkasnya.(*)
