KETIK, MALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat fenomena sekolah swasta yang kini semakin dilirik oleh masyarakat. Banyak orang tua yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi menjamin mutu dan kualitas pendidikan anak mereka.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, menjelaskan bahwa saat ini sekolah swasta saling berlomba meningkatkan kualitas. Imbasnya, hampir terjadi penurunan jumlah peminat di sekolah negeri.
"Kalau Kota Malang sendiri saya rasa juga hampir sama (terjadi penurunan minat), karena swasta itu kan sudah berlomba-lomba untuk bisa survive, meningkatkan kualitas sekolahnya. Jadi masyarakat di Kota Malang sepertinya juga tidak ragu dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, yang penting mereka mendapatkan kualitas pendidikan terbaik," ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bagi sekolah negeri di Kota Malang sendiri baru akan dibuka pada 8-10 Juni 2026. Namun, sebelum SPMB sekolah negeri dilaksanakan, sejumlah sekolah swasta terpantau telah membuka pendaftaran murid baru terlebih dahulu.
Berdasarkan data di laman SPMB Kota Malang, untuk jenjang SMP saja, sejumlah sekolah swasta berhasil memenuhi pagu penerimaan peserta didik hingga 100 persen. Beberapa SMP swasta favorit tercatat penuh pada pelaksanaan PPDB tahun ini.
Mulai dari SMP Laboratorium UM, SMP Islam Sabilillah Malang, SMP Brawijaya Smart School hingga SMPK Kolese Santo Yusup 1 Malang menjadi deretan sekolah yang berhasil memenuhi seluruh kuota siswa baru.
Termasuk SMP swasta dengan SPP terjangkau seperti SMP Islam Paramitha, SMP YPI Gri 04, hingga SMP PGRI 6 Malang juga mencatat keterisian penuh 100 persen.
"Contohnya, sekolah-sekolah yang sudah terkenal-terkenal, itu penuh sekarang. Bahkan sampai nolak-nolak istilahnya. Nah, itu kan indikator bahwa masyarakat di Kota Malang memang kepeduliannya terhadap pendidikan sangat tinggi. Berapapun biaya untuk mencapai kualitas yang baik, mereka tidak ragu," lanjutnya.
Adhim menjelaskan dibandingkan SMP Negeri, kondisi SD Negeri di Kota Malang kerap tidak memenuhi pagu dalam penerimaan murid baru. Hal tersebut disebabkan banyaknya pilihan sekolah swasta di jenjang SD memicu persaingan semakin ketat.
"Upaya meningkatkan mutu, kita memang meningkatkan SDM. Kita tingkatkan profesional sebagai guru, terutama di SD Negeri kita tingkatkan dulu. Selanjutnya kita coba untuk mutu sarana prasarana itu paling tidak sama," katanya.
Terlebih lagi, saat ini terdapat bantuan TIK dari pemerintah pusat yang meliputi flat panel, interactive flat panel, komputer, dan perangkat lainnya.
"Kita juga dapat bantuan revitalisasi, sehingga sekolah-sekolah yang membutuhkan revitalisasi dibantu oleh pemerintah di era Pak Prabowo ini untuk bisa sekolahnya bagus semua," tutupnya. (*)
