MBKM PSDKU UB Kediri Tingkatkan Pengalaman Mahasiswa di Pabrik Gula Ngadiredjo

2 Juni 2026 11:55 2 Jun 2026 11:55

Aisyah Fisa, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail MBKM PSDKU UB Kediri Tingkatkan Pengalaman Mahasiswa di Pabrik Gula Ngadiredjo

Mahasiswa MBKM mengikuti kegiatan cross taksasi lahan tebu sebagai bagian dari pembelajaran lapangan mengenai estimasi produktivitas tanaman tebu (Foto: Mahasiswa PSDKU Brawijaya Kediri)

KETIK, NGANJUK – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia industri.

Melalui program MBKM di PG Ngadiredjo, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) PSDKU Kediri mendapatkan kesempatan memahami sistem agribisnis tebu dan industri gula secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya hingga musim giling tebu tahun 2026.

Dalam kegiatan MBKM ini, Mahasiswa mempelajari proses budidaya tebu mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengairan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pemupukan dilakukan menggunakan beberapa jenis pupuk seperti ZA, SP-36, NPK, dan KCL untuk mendukung pertumbuhan tanaman tebu agar optimal.

Selain itu, mahasiswa juga mempelajari sistem pembiayaan usaha tani tebu yang dilakukan melalui pengajuan modal ke kantor pusat (Head Office/HO). Biaya usaha tani meliputi pengolahan lahan, pupuk, herbisida, hingga kebutuhan tenaga kerja dan sewa alat.

Dalam praktiknya, sebagian besar petani menggunakan sistem sewa untuk kebutuhan traktor dan kegiatan operasional lainnya. Pendanaan usaha tani juga banyak didukung melalui kerja sama dengan perbankan seperti Bank Jatim dan BNI, dengan pertimbangan kemudahan proses dan bunga pinjaman.

Mahasiswa MBKM turut memahami pentingnya analisis pendahuluan sebelum panen tebu dilakukan. Analisis kualitas tebu menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui tingkat kematangan dan kualitas hasil tebu sebelum memasuki musim giling.

Tidak hanya mempelajari aspek budidaya, mahasiswa juga diperkenalkan pada penggunaan teknologi dalam industri gula, salah satunya melalui aplikasi Greens.

Aplikasi ini digunakan untuk memonitor armada truk pengangkut tebu mulai dari keberangkatan hingga tiba di pabrik gula, termasuk pemantauan jumlah tebu yang dikirim agar proses distribusi lebih terkontrol dan efisien.

Foto Tradisi Tebu Manten menjadi bagian dari pembukaan musim giling tebu 2026 di PG Ngadiredjo yang sarat makna budaya dan ungkapan syukur.Tradisi Tebu Manten menjadi bagian dari pembukaan musim giling tebu 2026 di PG Ngadiredjo yang sarat makna budaya dan ungkapan syukur (Foto: Mahasiswa PSDKU Brawijaya Kediri)

Dalam kegiatan MBKM, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri. Setiap bagian kerja memiliki penanggung jawab K3 untuk memastikan standar keselamatan diterapkan dengan baik.

Penggunaan alat pelindung diri seperti helm, safety belt, dan perlengkapan keselamatan lainnya menjadi bagian penting dalam aktivitas kerja di lapangan maupun lingkungan industri.

Menjelang musim giling tebu 2026, mahasiswa MBKM juga berkesempatan mengenal tradisi budaya "Tebu Manten" yang masih dilestarikan oleh PG Ngadiredjo.

Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur dan harapan agar proses giling berjalan lancar serta menghasilkan produksi gula yang optimal. Pada musim giling tahun 2026, PG Ngadiredjo menargetkan produksi mencapai sekitar 11 juta kuintal tebu.

Melalui kegiatan MBKM di PG Ngadiredjo, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik lapangan, tetapi juga memahami hubungan antara sektor pertanian, teknologi, manajemen industri, hingga budaya yang berkembang dalam industri gula.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja secara profesional di masa mendatang.(*)

Tombol Google News

Tags:

Mahasiswa Ub Kediri Xenia Putri Purbaningnrum Tebu Manten Pabrik Gula Ngadirejo