KETIK, TULUNGAGUNG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya PSDKU Kediri Kelompok 23 menggelar sosialisasi dan pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Balai Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 19 anggota PKK dari Dusun Ngipik, Cluwok, dan Bono sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, yaitu Zero Hunger.
Program yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Anissa Aprilia Nurkhasanah menghadirkan inovasi budidaya lele dan kangkung dalam satu wadah dengan memanfaatkan galon bekas.
Selain menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan pekarangan, pemanfaatan limbah plastik tersebut juga mendukung implementasi SDGs poin 12 tentang Responsible Consumption and Production atau konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Koordinator Desa KKN Kelompok 23, Rebecca, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat agar teknologi budidaya sederhana dapat diterapkan secara mandiri.
"Program ini menjadi kolaborasi nyata antara masyarakat dan mahasiswa untuk saling bertukar ilmu," ujarnya, Kamis, 16 Juli 2026.
Selama pelatihan, mahasiswa memberikan materi mengenai konsep dasar Budikdamber, perawatan ikan dan tanaman, hingga praktik langsung merakit media budidaya.
Sesi Pemaparan Materi Budikdamber yang Dijelaskan oleh Mahasiswa KKN 23 (Foto : Dokumentasi pribadi Mahasiswa KKN Kelompok 23 UB Kediri)
Peserta diajarkan memodifikasi galon bekas yang dilengkapi kran air, menanam kangkung menggunakan media tanam rockwool, serta teknik penebaran benih lele dengan memanfaatkan larutan EM4 untuk mendukung pertumbuhan ikan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Ibu-ibu PKK aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai cara perawatan Budikdamber, bahkan sebagian besar menyatakan keinginan untuk menerapkan sistem tersebut di rumah masing-masing.
Ketua PKK Desa Bono, Siti Kudliyah, mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN karena dinilai memberikan manfaat yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.
"Terima kasih sudah membagikan ilmu dari kampus kepada masyarakat, sehingga kami bisa langsung mempraktikkannya di rumah," katanya.
Meski pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, tim KKN tetap melakukan evaluasi terhadap proses pembuatan media budidaya berdasarkan pengalaman uji coba yang telah dilakukan sebelumnya. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menyempurnakan desain wadah sehingga lebih mudah digunakan dan memiliki daya tahan yang lebih baik.
Melalui program Budikdamber ini, mahasiswa KKN Universitas Brawijaya PSDKU Kediri berharap masyarakat Desa Bono dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara lebih produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga, sekaligus membuka peluang usaha dari hasil panen ikan lele dan kangkung.(*)
.png)