Dukung Ketahanan Pangan, Mahasiswa MBKM UB Kediri Terlibat Distribusi Benih Ikan di BBI Ciganjur

26 Juni 2026 15:22 26 Jun 2026 15:22

Aisyah Fisa, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dukung Ketahanan Pangan, Mahasiswa MBKM UB Kediri Terlibat Distribusi Benih Ikan di BBI Ciganjur

Mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menjaring benih ikan lele di Balai Benih Ikan (BBI) Ciganjur, DKI Jakarta, sebagai bagian dari kegiatan penyaluran bantuan benih ikan kepada masyarakat dalam program MBKM. (Dok. Mahasiswa PSDKU UB Kediri)

KETIK, JAKARTA – Mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri yang mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berpartisipasi dalam kegiatan penyaluran bantuan benih ikan kepada masyarakat melalui Balai Benih Ikan (BBI) Ciganjur, Pusat Produksi, Inspeksi, dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada 11 Mei hingga 19 Juni 2026.

Kegiatan penyaluran benih ikan menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan produktivitas perikanan budidaya sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan urban farming di wilayah perkotaan. Melalui program ini, masyarakat memperoleh bantuan benih ikan untuk dikembangkan sebagai sumber pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Program tersebut juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-2, yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDGs ke-14, yaitu Life Below Water (Ekosistem Laut), melalui pengelolaan budidaya perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Selama menjalankan program MBKM di BBI Ciganjur, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai aktivitas operasional balai. Mereka terlibat mulai dari pengecekan kualitas air kolam, pemberian pakan, pencatatan pertumbuhan benih, hingga proses pengemasan dan distribusi benih ikan kepada kelompok pembudidaya serta masyarakat penerima bantuan.

Keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai proses produksi benih ikan, mulai dari pembenihan, pemeliharaan larva, seleksi benih, hingga penyaluran kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi implementasi pembelajaran di luar kampus yang memperkuat kompetensi akademik sekaligus keterampilan profesional mahasiswa.

Foto Potret mahasiswa sortir ikan nila untuk bantuan masyarakatMahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menyortir benih ikan nila untuk disalurkan kepada masyarakat melalui program bantuan benih ikan di BBI Ciganjur, DKI Jakarta. (Dok. Mahasiswa PSDKU UB Kediri)

Mahasiswa peserta MBKM, Ahmad Abdullah dan Muhammad Furqon, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Menurut mereka, kegiatan di BBI Ciganjur memberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah secara langsung sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari proses penyaluran benih ikan kepada masyarakat. Pengalaman ini membuka wawasan kami bahwa ilmu perikanan yang dipelajari di kampus dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar mereka.

Staf Pengelola Layanan Kelautan dan Perikanan BBI Ciganjur, Elsa Sofnia, mengapresiasi kehadiran mahasiswa MBKM yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif selama pelaksanaan kegiatan di balai.

“Kami sangat mengapresiasi program MBKM karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami kondisi kerja yang sesungguhnya di lapangan. Di sisi lain, kehadiran mahasiswa juga membawa semangat baru, ide-ide kreatif, serta membantu mendukung berbagai kegiatan yang ada di balai. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan sektor perikanan dan peningkatan kompetensi generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melalui program MBKM, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan teknis, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan sektor perikanan. Program tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan BBI Ciganjur PPISHP DKPKP DKI Jakarta dinilai menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga turut membantu kelancaran operasional balai sekaligus memperkuat proses transfer pengetahuan antara akademisi dan praktisi di lapangan.

Kegiatan MBKM ini dilaksanakan oleh Ahmad Abdullah dan Muhammad Furqon, mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, di bawah bimbingan dosen pembimbing Amalia Febryane Adhani Mazaya, S.Pi., M.Si., serta pembimbing lapang Wira Abdi Kusuma Tanjung, S.Tr.Pi., dan Sita Pancarini Ahmad, S.ST.Pi.

Tombol Google News

Tags:

MBKM Bbi Ciganjur Ub Kediri Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan Ub Psdku Universitas Brawijaya Kediri Balai Benih Ikan (bbi) Ciganjur