KETIK, TUBAN – UPT SMP Negeri 2 Bangilan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) standar pelayanan.
Kegiatan yang digelar di ruang laboratorium TIK SMPN 2 Bangilan, Jalan Raya Banjarworo Nomor 69, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Sabtu 18 Juli 2026 pagi, menjadi wadah dialog antara sekolah dengan para pemangku kepentingan.
Forum tersebut dihadiri akademisi Poltana Mapena Singgahan, perwakilan Koramil Bangilan, komite sekolah, wali murid, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pengguna layanan pendidikan, hingga perwakilan insan media Kabupaten Tuban. Berbagai masukan, kritik, dan saran yang disampaikan peserta menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Bangilan, Sudarto, mengatakan FKP merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun pelayanan publik yang terbuka dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Kami ingin menyelaraskan standar pelayanan pendidikan sekaligus menampung masukan yang objektif. Hasil FKP ini akan menjadi acuan dalam melakukan perbaikan mutu layanan secara berkala," ujar Sudarto.
Ia menjelaskan, pelaksanaan forum tersebut juga mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Tuban dan Dinas Pendidikan agar setiap satuan pendidikan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin transparan, berkualitas, serta menciptakan lingkungan belajar aman dan bebas dari praktik perundungan.
Kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 2 Bangilan, lanjut Sudarto, terus meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang mencapai sekitar 128 siswa.
"Intinya sekolah ingin memberikan pelayanan yang transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, berkat kepercayaan wali murid, tahun ini sekitar 128 siswa baru siap menempuh pendidikan di SMPN 2 Bangilan," katanya.
Di pertemuan tersebut perwakilan Koramil Bangilan, Sertu Suwardi, mengapresiasi pelaksanaan FKP SMPN 2 sebagai sarana memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.
"Pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang disiplin, berkarakter, berakhlak baik, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.
Ketua Komite Sekolah Samudin berharap komunikasi antara sekolah dan komite semakin intensif dalam pelaksanaan berbagai program, termasuk peningkatan transparansi penyelenggaraan kegiatan sekolah.
Hal senada disampaikan perwakilan wali murid, Darkum. Ia berharap pelayanan administrasi semakin cepat, komunikasi dengan orang tua lebih efektif, serta pembinaan karakter peserta didik terus diperkuat.
Dalam forum tersebut, perwakilan insan media, Ahmad, menekankan pentingnya penguatan keterbukaan informasi publik di lingkungan sekolah melalui pemanfaatan platform digital.
"Sekolah perlu mengoptimalkan media sosial dan website sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Informasi yang dikemas secara menarik dan mudah diakses akan memudahkan masyarakat memperoleh informasi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan," terangnya
Menanggapi berbagai aspirasi maupun masukan dari peserta, Ketua Penyelenggara FKP SMPN 2 Bangilan, Rustiningsih, memastikan seluruh saran dan rekomendasi telah dicatat sebagai bahan tindak lanjut.
"Insyaallah seluruh poin saran, masukan, maupun kritik yang disampaikan dalam FKP hari ini telah kami dokumentasikan dan akan diteruskan kepada Dinas Pendidikan sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan," katanya.
Menurutnya, forum juga menjadi sarana penyampaian hasil tindak lanjut FKP sebelumnya, mulai dari inovasi pelayanan sekolah, peningkatan mutu layanan pendidikan, mekanisme pengaduan masyarakat, hingga rencana pengembangan kualitas pelayanan publik pada 2026.
"Melalui FKP ini, SMPN 2 Bangilan kembali menegaskan komitmen membangun budaya pelayanan pendidikan yang partisipatif, transparan, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat, sehingga kualitas layanan pendidikan dapat terus meningkat secara berkelanjutan," tutup Rustiningsih.
.png)