KETIK, SURABAYA – Gelandang asal Montenegro, Milos Raickovic, resmi mengucapkan salam perpisahan kepada Persebaya Surabaya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Ada yang menarik dari ucapan perpisahannya itu, sehingga meninggalkan pertanyaan dari suporter Bajul Ijo.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang di klub (kecuali satu orang) atas dukungan, kepercayaan dan momen yang kami lalui bersama selama saya berada di Persebaya," tulisnya dikutip dari Instagram Milos Raickovic, Senin, 1 Juni 2026.
Kendati demikian, ia tetap mengucapkan terima kasih kepada Persebaya yang menurutnya sebuah penghormatan dan kebanggaan.
"Saya selalu memberikan yang terbaik untuk klub ini dan saya sangat puas dengan musim yang baru saja kita lewati," lanjutnya tulisannya.
Pemain asal Montenegro itu juga menyampaikan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang terus semangat, setia dan memberikan energi luar biasa kepada Persebaya.
"Bermain di hadapan kalian adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Persebaya adalah klub besar yang selalu pantas mendapatkan hasil terbaik dan saya yakin (di) masa depan akan membawa kesuksesan dan tropi," harap Milos.
Perpisahan Milos ini menjadikannya pemain ketiga yang mengumumkan tak lagi berseragam Persebaya musim depan. Sebelumnya Bruno Paraiba dan Gustavo Fernandes yang terlebih dahulu berpisah dengan Bajul Ijo.
Milos Raickovic sendiri merupakan pemain yang baru menjajal kompetisi di Liga Indonesia dengan membela Persebaya. Selama satu musim di Bajul Ijo, Milos bisa dibilang telat panas.
Ia baru 'nyetel' dengan Persebaya pada saat manajemen mengganti pelatih.
Melansir laman I League, Milos telah bermain sebanyak 33 laga. Dari total penampilannya itu ia berhasil mencetak 3 gol dari 33 percobaan tendangan dimana 14 di antaranya tepat sasaran.
Milos juga berhasil mencatatkan 4 umpan penting. Ia tercatat melakukan 869 umpan sukses dari total 1.100 percobaan umpan, menunjukkan akurasi dan ketenangan yang luar biasa dalam menguasai bola.
Namun, kontribusinya tidak berhenti saat tim sedang menguasai bola. Saat Persebaya melakukan strategi bertahan, ia sukses menjaga lini pertahanan dengan 41 tekel sukses dan 54 kali intersep. (*)
