KETIK, MALANG – Perayaan Idul Fitri dan rangkaian Nyepi berpotensi dilaksanakan secara berdekatan pada tahun 2025. Hal tersebut membuat Bali kembali menjadi saksi toleransi antar umat beragama.
Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H jatuh pada 30 Maret 2025. Sedangkan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024 Hari Nyepi 2025 jatuh pada 29 Maret 2025.
Namun Nyepi sendiri memiliki beberapa rangkaian, mulai dari Upacara Melasti, Tawur Kesanga, Pengrupukan atau Mecaru, Nyepi, hingga Ngembak Geni. Hari Raya Nyepi, khususnya saat Catur Brata Penyepian berlangsung selama 24 jam mulai pukul 06.00 hingga 06.00 keesokan harinya.
Hal tersebut membuat adanya potensi pertemuan antara Hari Raya Nyepi dengan Hari Raya Idul Fitri du tahun 2025 jika menggunakan perhitungan dari Muhammadiyah.
Salah satu warga Kota Malang yang sudah tinggal 24 tahun di Denpasar, Bali menceritakan pengalaman tentang indahnya toleransi antar umat beragama di pulau yang mayoritas beragama Hindu. Terlebih di tahun 2023 kemarin, pelaksanaan Hari Raya Nyepi juga bertepatan dengan 1 Ramadhan.
"Toleransi umat bagus banget. Pas Nyepi kita tidak dilarang ke masjid tapi emang gak boleh mengganggu. Misalnya gak boleh pakai motor, atau pengeras suara," ujarnya, Sabtu 18 Januari 2025.
Saat itu terdapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menjembatani dialog antara Muslim dan Hindu. Kondisi tersebut menjadikan pelaksanaan dua hari suci umat beragama tetap berjalan kondusif.
"Orang Bali gak ada masalah saat kita Ramadahan, dan kita juga tidak pernah dipersulit. Tetangga saya itu ada haji dan juga kasta Brahmana, kami sudah biasa kerja bakti. Bahkan saat salat Jumat juga biasa dijaga oleh Pecalang," katanya.
Saat hajatan, masyarakat Bali selaku tuan rumah sering menyediakan sajian khusus yang dapat dinikmati dengan tenang oleh tamu muslim, misalnya makanan halal.
"Saya pernah diundang di kampung pinggir laut juga diperlakukan sama, ada sajian khusus. Itu contoh bahwa mereka sangat menghormati tamunya," kata pria yang berprofesi sebagai Kontraktor dan Developer.
Ia berharap toleransi tetap dijaga dan tidak mudah terprovokasi pada ujaran kebencian yang hanya memecah belah persatuan antar umat beragama. Dengan demikian kesakralan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025 tetap terjaga.
"Saya juga berharap pemerintah tetap memikirkan regulasi nanti, karena saat Idul Fitri, akan banyak masyarakat yang mudik. Sehingga tetap bisa kondusif dan tidak mengganggu rangkaian Nyepi nanti," tutupnya. (*)
Potensi Idul Fitri Bertemu dengan Nyepi 2025, Bali Jadi Saksi Toleransi Umat Beragama
18 Januari 2025 16:15 18 Jan 2025 16:15
Lutfia Indah, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Pelaksanaan Nyepi yang berpotensi bebarengan dengan Idul Fitri 2025. (Foto: Rihad/Ketik.co.id)
Tags:
Nyepi 2025 Idul Fitri 2025 Toleransi bali Kota MalangBaca Juga:
Asah Kreativitas Digital, DPM Unitri Fasilitasi Pelatihan Desain Grafis Mahasiswa MalangBaca Juga:
Soroti Degradasi Nilai Pancasila, PMII Pacitan Minta Pejabat Bisa Jadi Contoh Anak MudaBaca Juga:
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tiap Senin, Minta Masyarakat Tak Lakukan VandalismeBaca Juga:
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!Baca Juga:
Kredit Konsumsi Meroket, Warga Malang Raya Ternyata Gemar Belanja dan Melek InvestasiBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
30 Mei 2026 17:07
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tiap Senin, Minta Masyarakat Tak Lakukan Vandalisme
30 Mei 2026 14:23
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!
30 Mei 2026 13:25
Heboh di TikTok! Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Jadi Buruan Wisatawan Kuliner dari Berbagai Daerah
30 Mei 2026 12:15
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pemkot Malang Hadirkan WTI di 2 Pasar
29 Mei 2026 15:50
Penambahan 3 Koridor Trans Jatim di Malang Masih Digodok, Gubernur Khofifah: Masih Hitung Anggaran
29 Mei 2026 15:40
Momen HLUN 2026, Pemprov Jatim Guyur Bantuan Jaminan Hidup hingga Rp108 Miliar untuk Lansia
Trending
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
