KETIK, BEKASI – Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan atas insiden tabrakan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Di sela meninjau langsung lokasi kejadian, Menhub juga memastikan proses evakuasi berjalan lancar demi keselamatan penumpang yang masih terjepit d gerbong Kereta KRL.
"Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian pada Selasa dini hari, 28 April 2026.
Kemenhub, kata dia, akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan.
Tak itu saja, pihanya mempersilakan dan mendukung langkah-langkah investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami penyebab insiden yang mengakibatkan empat korban meninggal dunia tersebut.
Sementara itu, PT KAI membuka layanan hotline untuk masyarakat yang anggota keluarganya diduga menjadi korban kecelakaan tersebut, yakni call center di nomor 121 dan layanan hotline di Nomor 0811 2223 3121.
Kecelakaan ini terjadi pada pukul 20.55 WIB. Akibat kecelakaan ini, jalur tersebut belum bisa dilalui. Dari pengakuan sejumlah saksi mata, KRL berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat adanya kecelakaan di perlintasan yang tidak jauh dari lokasi. Sebuah taksi tertabrak kereta.
KRL yang berada di belakang kereta tersebut pun terpaksa berhenti di stasiun. Namun, sepuluh menit berselang, datang KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL dari belakang. (*)
