Ubud Writers & Readers Festival 2026 Hadirkan Lebih dari 150 Penulis dan Pemikir

21 Oktober 2026 00:10 21 Okt 2026 00:10

Jihan Zahiroh R., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ubud Writers & Readers Festival 2026 Hadirkan Lebih dari 150 Penulis dan Pemikir

Poster Ubud Writers & Readers Festival 2026 yang mengusung tema Samarasā: Awareness, Empathy, Action dan akan digelar pada 21–25 Oktober 2026 di Ubud, Bali. (Foto: Tangkap layar akun Instagram @ubudwritersfest)

KETIK, SURABAYA – Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 kembali digelar pada 21–25 Oktober 2026 di Ubud, Bali. Memasuki penyelenggaraan ke-23, festival sastra ini menghadirkan lebih dari 150 penulis, jurnalis, seniman, penyair, dan pemikir dari Indonesia maupun berbagai negara.

Mengusung tema Samarasā: Awareness, Empathy, Action, festival ini mengajak masyarakat memahami pentingnya kesadaran, empati, dan tindakan melalui cerita serta pertukaran gagasan. 

Dikutip dari situs resmi Ubud Writers & Readers Festival pada 6 Oktober 2026, rangkaian acara tahun ini mencakup lebih dari 100 sesi yang tersebar di sejumlah lokasi di Ubud. Kegiatannya meliputi diskusi bersama penulis, peluncuran buku, lokakarya, makan siang bersama tokoh sastra, pertunjukan langsung, komedi, hingga pertunjukan puisi.

Beragam agenda tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal karya dan pemikiran para pelaku industri kreatif dari berbagai latar belakang. 

Tema Samarasa diangkat dari pemikiran filsafat Sanskerta yang menekankan keselarasan antara Citta (pikiran), Rasa (perasaan), dan Karsa (tindakan). Melalui tema tersebut, festival mengajak peserta melihat bagaimana pemahaman terhadap suatu persoalan dapat menumbuhkan empati dan mendorong tindakan nyata.

Pembahasannya mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari teknologi, spiritualitas, persoalan personal, hingga lingkungan. 

Salah satu hal menarik dari penyelenggaraan tahun ini adalah karya visual festival yang dibuat oleh seniman Bali, Wayan Aris Sarmanta. Karya tersebut menampilkan dunia surealis yang menggambarkan keterhubungan manusia, alam, dan makhluk mitologi. Terinspirasi dari gaya lukisan Batuan yang berasal dari daerah asalnya, karya ini menjadi representasi visual dari tema yang diangkat penyelenggara. 

Festival ini juga menghadirkan sejumlah penulis internasional, di antaranya pemenang Booker Prize, Kiran Desai, yang akan membahas novelnya The Loneliness of Sonia and Sunny. Selain itu, penulis Malaysia Tash Aw dijadwalkan membicarakan novelnya The South, sedangkan finalis Booker Prize Katie Kitamura akan membahas karya berjudul Audition.

Kehadiran para penulis tersebut menjadi kesempatan bagi pembaca untuk mengenal lebih dekat proses kreatif dan gagasan di balik karya sastra mereka. 

Tidak hanya menyasar pembaca dewasa, UWRF 2026 juga membuka akses gratis bagi siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) dari sekolah negeri di Indonesia.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk memperkenalkan sastra dan menumbuhkan minat membaca sejak usia muda. Para siswa dapat mengikuti program utama festival yang mencakup lebih dari 100 sesi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Info Ubud Bali Seputar Bali Ubud Writers & Readers Festival