Dari Berjualan Gorengan Hingga 1 Juta Follower: Kisah Kreator Konten Muda Mengubah Nasib Lewat Digital

Ceramah Ustadz Adi Hidayat dan Nasihat Ibu Jadi Motivasi

23 Juni 2026 15:20 23 Jun 2026 15:20

Ali Azhar, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dari Berjualan Gorengan Hingga 1 Juta Follower: Kisah Kreator Konten Muda Mengubah Nasib Lewat Digital

Foto saat Bang Isur mendapatkan 2 playbutton YouTube. (Foto: Dokumen istimewa/diakses 23 Juni 2026)

KETIK, SURABAYA – Seorang kreator konten (content creator) muda asal Indonesia berhasil mencapai 1 juta follower TikTok, 1,1 juta subscriber YouTube, dan 29 ribu follower Instagram. Perjalanannya dimulai dari perjuangan finansial saat masih SMP.

"Sejak SMP aku sudah suka membuat video, tetapi karena keterbatasan HP yang tidak memumpuni, aku terpaksa berhenti," ungkap Surya Subagja Putra, sang kreator konten kepada Ketik.com, Selasa, 23 Juni 2026. 

Saat kelas 10 SMA, pemuda yang tenar dengan nama akun Bang Isur itu bekerja menjual gorengan—bakwan, cireng, dan tahu isi—untuk membantu keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan pribadi.

Hambatan terbesar saat itu adalah manajemen waktu. "Tantangan pertama adalah membagi waktu agar berjualan tidak mengganggu belajar. Yang kedua adalah kelelahan fisik, yang ketiga waktu tidur terpangkas, dan yang keempat beban pikiran mempertahankan juara umum di sekolah," ceritanya.

Meski begitu, prestasi akademiknya tetap cemerlang—juara kelas dan juara umum, serta sering menjuarai berbagai lomba di tingkat kabupaten.

Titik balik datang saat pandemi COVID-19 tahun 2020. Pembelajaran daring memberi waktu luang untuk mengejar passion lamanya. "Konten pertama yang aku unggah adalah tutorial mendapatkan kuota gratis subsidi pemerintah. Langsung meledak—200 ribu viewers," tuturnya.

Gaji pertama sebesar Rp1,3 juta dari YouTube membuat dia yakin bisa sukses sebagai content creator.

Tahun 2021, dia diterima di jurusan kedokteran di 5 universitas sekaligus, tanpa tes. Namun, masalah finansial memaksanya melepaskan kesempatan emas itu. "Aku tidak mau jadi beban keluarga. Cara berdamai adalah fokus membuat konten," jelasnya.

Setelah lulus SMA 2022, dia konsisten membuat konten dan mencapai 100 ribu subscriber YouTube, 200 ribu follower TikTok, dan 10 ribu follower Instagram dalam setahun.

Tahun 2023 menjadi ujian berat. Akun TikTok-nya dengan 280 ribu follower tiba-tiba terblokir, termasuk saldo Rp27 juta. "Rasanya sedih banget. Tapi aku tidak berlarut-larut—membuat akun baru," ujarnya. Yang menakjubkan, dalam seminggu akun baru langsung mencapai 100 ribu follower. "Rasanya seperti mimpi. Video pertama langsung viral," ungkapnya.

Kesuksesan ini bukan kebetulan. "Aku sudah dikenal di konten FF (Free Fire). Followers lama tahu saat aku membuat akun baru," jelasnya.

Strateginya sederhana: mengikuti trend FF yang viral, membuat YouTube Short durasi maksimal 1 menit, dan membalas komentar dengan video. Tahun 2024, subscriber YouTube-nya tembus 1 juta. Tahun 2025, TikTok mencapai 1 juta follower dengan penghasilan yang mencapai Rp120 juta pada 2024.

Motivasi datang dari dukungan keluarga dan spiritualitas. "Ceramah ustadz Adi Hidayat menginspirasi: 'Yang kamu anggap buruk belum tentu buruk, Allah tahu yang terbaik,' dari sana aku bangkit," ceritanya.

Ketika akun terblokir, ibunya berpesan, "Nggak apa-apa, nanti Allah ganti." Dan terbukti benar. "Peran orang tua dan doa sangat ajaib. Aku benar-benar merasakannya," ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Target audience-nya adalah remaja dan orang dewasa. "Aku selalu membuat voting atau polling untuk tahu apa yang mereka inginkan. Langsung membuat challenge dengan viewers," jelasnya.

Ke depan, dia ingin ekspansi ke Instagram dan Facebook. Kisah ini menunjukkan bahwa dalam ekonomi digital, konsistensi, adaptabilitas, dan dukungan spiritual bisa mengubah nasib dari keterbatasan finansial menjadi kesuksesan nyata. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bang Isur kisah inspiratif Content creator Kreator konten You Tube TikTok Instagram