Viral Aksi Relawan SPPG Makan Beling di Brebes, Manajemen: Video Diedit dan Diberi Narasi Negatif

11 Juni 2026 18:54 11 Jun 2026 18:54

Makroni, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Viral Aksi Relawan SPPG Makan Beling di Brebes, Manajemen: Video Diedit dan Diberi Narasi Negatif

Aksi debus karyawan MBG di Brebes yang disebut diedit dan diberi narasi negatif. (Foto: Tangkapan layar video warga)

KETIK, BREBES – Pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kubangsari, Brebes, mengklarifikasi video viral aksi debus relawannya yang memakan beling lampu neon di atas mobil operasional.

Manajemen menegaskan video tersebut telah diedit dan diberi narasi negatif, padahal aslinya merupakan aksi sulap hiburan relawan pasca-kerja yang dipotong dari durasi asli 58 detik.

"Itu memang relawan SPPG sini. Aslinya bukan seperti itu. Video yang viral sudah dipotong dan diedit. Kemudian diberi narasi negatif yang menimbulkan kebencian," kata Umar, Kamis (11/6) siang.

Video itu diambil oleh Dheny Siswanto, asisten lapangan (aslap) SPPG Kubangsari. Gambar itu diambil dan diunggah sebelum hari raya Idul Adha.

Diwawancana terpisah, Dheny mengaku, video asli yang diambil dengan durasi 58 detik. Kemudian diupload ke IG menggunakan akun resmi SPPG.

"Sudah lama itu, sejak sebelum lebaran haji. Memang video yang mengambil saya dan diupload pakai akun resmi SPPG. Durasinya 58 detik," jelas Dheny.

Dheny melanjutkan, pria yang ada dalam video bernama Alfajar alias Yayang. Dia merupakan relawan di bagian distribusi makanan.

"Yayang, kata Dheny adalah pria yang memiliki skil debus dan sulap. Sebelum bergabung menjadi relawan, dia bekerja sebagai pemain debus dan pesulap keliling.

"Asli orang sini, cuma dulu kerja sebagai pemain debus dan sulap keliling. Kemudian berhenti setelah bergabung menjadi relawan," terangnya.

Terkait video viral yang diunggah akun updatebrebes, Dheny mengaku sangat menyayangkannya. Dia beralasan, video tersebut dipotong dan diberi narasi negatif yang bisa menimbulkan kebencian. Kemudian, pengunggah mengganti musiknya menjadi lagu MBG alias Mas Bahlil Ganteng.

Padahal, terus Dheny, video asli yang diunggah SPPG tidak hanya berisi adegan debus, tapi ada atraksi sulap ompreng. Dimana, Yayang beratraksi menyulap ompreng kosong menjadi ompreng penuh makanan. Untuk musiknya, Dheny menyisipkan lagu khas tarling pantura.

"Sebenarnya ada adegan sulap, tapi dipotong. Kemudian diberi narasi negatif yang menyudutkan SPPG. Lagunya juga sudah beda, karena aslinya lagu khas tarling pantura," tandasnya.

Terakhir, Dheny mengatakan, aksi itu diambil usai melakukan distribusi ke sekolah sekolah. Yayang beraksi debus dan sulap untuk memberikan hiburan pada relawan lain.

"Jadi tidak betul video ini untuk menakuti pihak lain. Ini murni hiburan setelah selesai kerja," pungkasnya.

Sementara Umar, Mitra SPPG sekaligus perekam video menyayangkan penyebaran video tersebut di media sosial dengan konteks yang menyudutkan.

Sebuah tayangan aksi debus seorang relawan SPPG di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, viral. Pihak SPPG buka suara terkait video viral tersebut.

Video aksi debus ini diunggah oleh akun IG updatebrebes. Dalam tayangan tampak seorang relawan mengenakan kaos biru khas SPPG berdiri diatas mobil MBG. Pemilik akun updatebrebes memyisipkan musik MBG (Mas Bahlil Ganteng).

Relawan dalam tayangan ini kemudian memecahkan sebuah kaca bekas lampu tabung (neon) dan memakannya. Pengunggah kemudian memberikan narasi di video sebagai berikut :

1 Naik ke atas mobil lalu pecahkan dan makan pampu neon, maksudnya apa yah?;

2 Pamer kekuatan atau nantang rakyat yang kritik MBG;

3 Fokus kerja bae mas ora usah kakehen tingkah.

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai komentar pedas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Relawan SPPG Video Viral Brebes Video Debus Sppg Brebes Sppg Kubangsari Brebes Dheny Siswanto Berita Brebes Info Brebes