PPP Kota Blitar Gelar Musancab Serentak, Bidik Regenerasi Gen Z dan Perkuat Personal Branding Kader

27 Juli 2026 00:29 27 Jul 2026 00:29

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail PPP Kota Blitar Gelar Musancab Serentak, Bidik Regenerasi Gen Z dan Perkuat Personal Branding Kader

Ketua DPC PPP Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi (tengah), dalam Musancab, Minggu 26 Juli 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Suasana Kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar mulai ramai sejak Minggu 26 Juli 2026 malam. Tepat sekitar pukul 19.00 WIB, para kader dari tiga kecamatan berkumpul mengikuti Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar serentak sebagai langkah awal menyusun kekuatan organisasi hingga tingkat kecamatan.

Musancab tersebut diikuti pengurus PAC dan ranting dari Kecamatan Sananwetan, Sukorejo, dan Kepanjenkidul. Agenda utama bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan menyiapkan fondasi organisasi untuk menghadapi agenda politik mendatang.

Ketua DPC PPP Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi, mengatakan pelaksanaan Musancab merupakan tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur setelah terbitnya Surat Keputusan kepengurusan baru.

“Sesuai dengan instruksi dari DPW, tiga bulan setelah kita mendapat SK, kita diminta untuk menyelenggarakan Musancab,” kata Nuhan.

Karena Kota Blitar hanya memiliki tiga kecamatan, DPC memutuskan seluruh Musancab digelar dalam satu waktu.

“Karena di Kota Blitar ini hanya ada tiga kecamatan, yakni Sananwetan, Sukorejo, dan Kepanjen Kidul, maka Musancab ini kita selenggarakan secara serentak se-Kota Blitar dengan menghadirkan seluruh PAC dan ranting,” ujarnya.

Menurutnya, forum tersebut belum langsung menetapkan kepengurusan baru, melainkan memilih tim formatur yang nantinya bertugas menyusun struktur organisasi di tingkat PAC.

“Dalam Musancab ini masih memilih formatur. Formatur itu terdiri dari DPW, DPC, PAC masing-masing satu orang, kemudian dari ranting dua orang. Dari formatur itu nantinya yang akan menyusun struktur PAC,” jelasnya.

Fokus Hadir di Tengah Masyarakat

Di luar urusan organisasi, Nuhan menegaskan strategi PPP ke depan lebih diarahkan pada penguatan kehadiran kader di tengah masyarakat melalui aksi nyata.

Menurutnya, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui kampanye menjelang pemilu, tetapi melalui pelayanan yang dirasakan langsung oleh warga.

“Strategi untuk pemilu yang akan datang nantinya, yang penting bagaimana kita memberikan manfaat kepada masyarakat. Bagaimana kader-kader PPP itu hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan berbagai bentuk pelayanan sosial yang bisa dilakukan kader.

“Mungkin ketika ada masyarakat yang meninggal dunia, ada masyarakat yang sakit membutuhkan transportasi atau kebutuhan lainnya, kita usahakan untuk selalu hadir. Dengan kita hadir di masyarakat, mudah-mudahan kita akan diakui oleh masyarakat,” katanya.

Dorong Personal Branding dan Regenerasi Gen Z

Selain memperkuat pelayanan sosial, DPC PPP Kota Blitar juga mulai memberikan perhatian serius terhadap penguatan citra kader di era digital.

Nuhan meminta seluruh kader aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi politik sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Di zaman sekarang peran media sosial juga sangat penting. Maka kita meminta kader-kader untuk membuat akun media sosial. Yang lebih penting lagi bagaimana kita bisa memunculkan personal branding agar hadir di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga optimistis regenerasi di tubuh PPP Kota Blitar berjalan cukup baik. Saat ini sekitar 30 persen anggota PPP berasal dari kalangan Generasi Z.

“Kita berharap di Musancab ini akan melahirkan kader-kader baru di tingkat kecamatan. Dari total anggota kita, sekitar 30 persen sudah berasal dari Gen Z. Karena itu kita berharap pemikiran-pemikiran muda mereka dapat semakin membesarkan PPP Kota Blitar,” tuturnya.

DPW Minta Musancab Perkuat Soliditas Organisasi

Sementara itu, Koordinator Musancab PPP Dapil VII Jawa Timur, Achmad Jauhari, mengatakan Musancab merupakan bagian penting dari proses konsolidasi organisasi yang harus dijalankan secara berjenjang sesuai mekanisme partai.

Menurutnya, kepengurusan di tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Musancab bukan hanya agenda administratif, tetapi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi, melakukan regenerasi kepemimpinan, sekaligus menyusun kepengurusan yang mampu bekerja dan menggerakkan partai hingga tingkat akar rumput,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu menjalankan amanah organisasi dengan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap seluruh proses Musancab berjalan demokratis, penuh semangat persatuan, dan menghasilkan kepengurusan yang solid sehingga PPP semakin dekat dengan masyarakat serta siap menghadapi berbagai agenda politik ke depan,” pungkas Achmad Jauhari.

Tombol Google News

Tags:

Partai Persatuan Pembangunan PPP Kota Blitar Nuhan Musancab