KETIK, MALANG – Berdasarkan perhitungan dari bulan timbang, saat ini prevalensi stunting di Kota Malang mencapai 8,1 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pun terus menggencarkan intervensi terhadap gizi anak dan ibu hamil.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan pemeriksaan dilakukan kepada sekitar 38.000 balita dalam kegiatan bulan timbang yang dilakukan secara serentak di Kota Malang.
"Kalau angka stunting, dari jumlah sekitar 38.000 anak, itu 8,1 persen berdasarkan perhitungan di bulan timbang," ujarnya, Senin 27 April 2026.
Dalam menekan angka stunting, Dinkes Kota Malang melakukan intervensi khususnya pada kelompok usia tertentu yakni anak di bawah 2 tahun. Selama ini intervensi yang diberikan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk posyandu yang dikelola Dinkes Kota Malang.
Terlebih saat ini pemerintah juga menggencarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan turut membantu menekan angka stunting pada anak. Termasuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk stunting yang saat ini dikelola oleh Puskesmas.
"Jadi semua ini merupakan intervensi untuk meminimalkan atau mengurangi stunting yang ada di Kota Malang," lanjutnya.
Kota Malang sendiri memiliki sekitar 644 Posyandu yang tersebar di 5 kecamatan sebagai garda terdepan dalam pemantauan dan penanganan stunting. Husnul menyebut terdapat target untuk meningkatkan kualitas pendataan melalui pengukuran yang lebih valid dengan cakupan sasaran yang lebih lengkap di setiap Posyandu.
"Kalau target kita upayakan setiap kali penimbangan, pengukuran masing-masing Posyandu itu bisa melakukan sasaran lengkap. Kemudian bisa valid ukurannya sehingga bisa kita lihat hasilnya," tegasnya. (*)
