KETIK, SLEMAN – Nuansa kebersamaan yang kental menyelimuti Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman pada Rabu siang, 20 Mei 2026. Ratusan massa berjaket berbagai warna aplikator mulai dari hijau khas Gojek dan Grab, oranye Shopee, hingga warna identitas Maxim, Jogja Kita, dan Batik Hamzah berbaur menjadi satu dalam acara bertajuk "Panggung Silaturahmi dan Solidaritas Antar Driver Ojek Online se-DIY".
Acara yang diinisiasi oleh komunitas wadah pengemudi ojek online (ojol), Wakanda, ini mengusung tema yang sarat makna, yakni Satu Aspal, Satu Suara: Menjalin Solidaritas dalam Irama. Mulai pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB, sekitar 125 pengemudi ojol melepas penat dari aspal jalanan demi merajut ikatan kekeluargaan dan menjaga kondusivitas wilayah Sleman.
Ketua Panitia Kegiatan, Daffa Naufal, membuka acara dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh rekan lintas aplikator yang bersedia meluangkan waktu di tengah kesibukan mencari nafkah.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Terima kasih juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan memberikan dukungan penuh demi suksesnya kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan mempererat kebersamaan kita semua," ujar Daffa dalam sambutannya.
Momentum Kebangkitan dan Jalur Dialog yang Elegan
Suasana haru sekaligus penuh optimisme terasa saat Ketua Wadah Komunikasi Antar Driver Aktif (Wakanda) Yogyakarta, Wuri Ramawati, memberikan sambutan. Wuri menyebut momen pertemuan tersebut sebagai Hari Kebangkitan Transportasi Online. Di tengah jalannya acara, ia mengajak seluruh yang hadir untuk menyelipkan doa bagi rekan-rekan mereka yang sedang berjuang menyuarakan hak di jalanan agar selalu diberi keselamatan dan kedamaian.
Ketua Wakanda Wuri Ramawati saat pertemuan lintas komunitas aplikator. Kegiatan ini untuk mempererat kebersamaan sekaligus meredam potensi gesekan di lapangan demi menjaga kondusivitas wilayah Sleman dan sekitarnya. (Foto: Lik Is for Ketik.com)
Wuri mengungkapkan bahwa Wakanda sebelumnya telah bergerak menyampaikan aspirasi ke DPRD DIY pada 8 Mei 2026 lalu. Salah satu yang dikawal ketat adalah keluhan terkait program "Gojek Langganan Gacor Berbayar".
"Kami sangat berterima kasih karena aspirasi dari teman-teman driver sudah mulai mendapatkan perhatian. Kami berharap kebijakan-kebijakan yang telah disampaikan dapat segera dilaksanakan di wilayah DIY. Walaupun mungkin tidak bisa langsung terlaksana seluruhnya, kami tetap berharap ada tindak lanjut yang nyata demi kesejahteraan para driver. Harapan kami ke depannya semua persoalan dapat terselesaikan dengan baik sehingga tidak perlu ada aksi turun ke jalan lagi," tegas Wuri.
Melanjutkan pesan persatuan tersebut, Penasihat Wakanda, Fikri, menegaskan bahwa perjuangan menuntut hak kini dicoba melalui jalur dialog yang elegan. Langkah audiensi resmi dinilai menjadi jembatan yang efektif agar masukan dari para pelaku transportasi daring didengar langsung oleh pemerintah daerah tanpa harus mengorbankan pelayanan kepada masyarakat di lapangan.
"Kita bersama-sama mencoba memperjuangkan aspirasi teman-teman dengan cara yang berbeda melalui audiensi yang difasilitasi oleh DPRD. Alhamdulillah, beberapa hal yang telah disampaikan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Mari kita doakan bersama agar seluruh perjalanan dan perjuangan kita senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, serta rezeki yang baik," tutur Fikri.
Apresiasi Pemerintah dan Pesan Menjaga Citra Profesi
Pemerintah Kabupaten Sleman pun menyambut baik ruang dialog dan silaturahmi ini. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Makwan, STP MT yang hadir mewakili Bupati Sleman Harda Kiswaya, menyatakan rasa bangganya terhadap soliditas para pengemudi.
Hadir mewakili Bupati Sleman Harda Kiswaya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Makwan, memberikan arahan saat menghadiri Panggung Silaturahmi dan Solidaritas Antar Driver Ojek Online se-DIY di Gedung Serbaguna Sleman. (Foto: Fajar R / Ketik.com)
Secara personal, Makwan mengaku memiliki kedekatan emosional dengan profesi ini karena anaknya sendiri sesekali juga turun di jalanan.
Dalam arahannya, Makwan menekankan pentingnya wadah organisasi seperti Wakanda untuk mempermudah pemerintah dalam mendengar dan menyerap aspirasi. Ia juga mengingatkan agar pengemudi online tidak perlu berkecil hati dengan pandangan miring sebagian masyarakat. Sebaliknya, momen ini harus menjadi pembuktian bahwa para pengemudi ojol adalah pekerja keras yang tertib, solid, dan memiliki kontribusi besar bagi perputaran ekonomi daerah.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Sleman menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi kegiatan positif komunitas dengan menyediakan infrastruktur daerah, seperti Gedung Serbaguna yang hari itu digunakan secara gratis. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempertegas komitmen para pengemudi untuk tetap bersatu demi menjaga iklim usaha yang kondusif di Yogyakarta.
"Saya pribadi merasa bangga melihat semangat kebersamaan dan solidaritas teman-teman driver online. Bahkan anak saya sendiri juga memanfaatkan waktu luang di sela kuliahnya belajar sebagai driver Shopee Food. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia dan patut disyukuri. Tugas kita bersama adalah menunjukkan bahwa para driver online adalah pekerja keras, tertib, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat. Jangan malu dengan profesi ini. Tetap semangat, tetap kompak, dan terus bangun kebersamaan,," pungkas Makwan. (*)
