Sambut Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Gelar Gebyar Husada 2026: Ada Operasi Katarak hingga USG Gratis

30 April 2026 14:53 30 Apr 2026 14:53

Fajar Rianto, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sambut Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Gelar Gebyar Husada 2026: Ada Operasi Katarak hingga USG Gratis

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Cahya Purnama M Kes dalam rangka Hari Jadi Sleman ke-110, Dinas Kesehatan Sleman menghadirkan Gebyar Husada 2026. Bukan hanya pengobatan, acara ini juga mengedepankan edukasi dan sinergi bersama sains untuk mewujudkan Sleman yang lebih sehat. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 sekaligus Hari Kesehatan Sedunia, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan rangkaian Gebyar Husada 2026.

Mengusung tema filosofis “Nggendong Mikul Sleman Sehat: Sinergi Bersama Sains, Mewujudkan Rahayuning Bawana”, perhelatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi besar antara pemerintah, akademisi, lembaga sosial, hingga sektor swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Cahya Purnama M Kes, Kamis, 30 April 2026, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh seluruh siklus hidup manusia, mulai dari janin hingga lansia.

Gebyar Husada 2026 tidak hanya menawarkan pengobatan cuma-cuma, tetapi juga mengedepankan literasi edukasi berbasis ilmiah serta pemanfaatan teknologi terkini seperti skrining kesehatan mental berbasis Heart Rate Variability (HRV) yang disediakan bagi pengunjung.

Capaian Ekonomi dan Kualitas Hidup

Sejalan dengan semangat hari jadi tersebut, dr Cahya Purnama turut memaparkan berbagai capaian indikator makro pembangunan Sleman yang menunjukkan tren sangat positif. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat mencapai 6,53 persen, berhasil melampaui target awal yang dipatok di kisaran 5,11 hingga 5,74 persen.

Peningkatan ini didorong oleh geliat sektor konstruksi dan investasi, termasuk dampak positif dari proyek strategis nasional seperti pembangunan jalan tol Jogja-Bawen dan Jogja-YIA yang melintasi wilayah Sleman.

Kualitas sumber daya manusia di Sleman juga tercatat semakin unggul dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini menyentuh angka 86,35. Angka ini diperkuat oleh peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) warga Sleman yang mencapai 75,81 tahun, menandakan akses dan kualitas layanan kesehatan yang semakin merata.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,71 persen melalui berbagai program perlindungan sosial dan inovasi pendidikan "Sleman Pintar Plus", yang menargetkan satu sarjana dalam setiap keluarga miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Layanan Unggulan RSUD Prambanan

Direktur RSUD Prambanan, drg Ratih Susila MPH, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian layanan unggulan yang akan memeriahkan Pekan Layanan Terpadu di Sleman City Hall.

Pada hari pertama yang berfokus pada kesehatan ibu, RSUD Prambanan akan menyelenggarakan Yoga Ibu Hamil massal dengan menyediakan 50 matras di area aula mal.

Selain olahraga bersama, tersedia layanan konsultasi spesialis obgyn serta pemeriksaan USG secara gratis di bilik tertutup untuk menjamin kenyamanan dan privasi pasien.

Memasuki hari kedua yang berfokus pada anak, RSUD Prambanan menghadirkan dokter spesialis anak dan tim rehabilitasi medis untuk memberikan layanan deteksi dini tumbuh kembang balita.

Sementara pada hari ketiga, empat dokter spesialis penyakit dalam yang menjadi favorit para lansia akan diterjunkan langsung untuk memberikan layanan konsultasi.

Sebagai inovasi tambahan, RSUD Prambanan juga menghadirkan ahli gizi untuk konsultasi diet penyakit tertentu serta menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi masyarakat yang aktif berpartisipasi.

Aksi Kemanusiaan dan Edukasi

Sebagai bentuk bakti sosial, berbagai tindakan medis diberikan tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan. Rangkaian diawali dengan khitanan massal di Puskesmas Mlati II pada 30 April 2026, serta operasi katarak gratis yang akan dilaksanakan di RSUD Prambanan pada 6 Mei dan RSUD Sleman pada 8 Mei 2026.

Dalam kegiatan ini, diperkenalkan pula metode unik berupa pijat anti-rokok dari Bima Karta sebagai bagian dari upaya preventif dan kampanye gaya hidup sehat bagi warga Yogyakarta.

Puncak pekan layanan terpadu di Sleman City Hall pada 5-7 Mei 2026 juga akan dimeriahkan dengan talkshow kesehatan interaktif bersama pakar dari FKKMK Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Tak hanya urusan medis, warga dapat memanfaatkan kehadiran stan layanan administrasi dari Disdukcapil, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan di lokasi acara secara bergantian. dr Cahya Purnama mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melewatkan momentum ini demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih sehat dan sejahtera. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dinkes Sleman Pemkab Sleman Gebyar Husada 2026 layanan kesehatan gratis dr Cahya Purnama RSUD Prambanan Drg Ratih Susila Ekonomi Sleman Sleman City Hall