RPH Surabaya Targetkan 250 Ekor Sapi, Pendaftaran Pemotongan Hewan Kurban Mulai Ramai

21 April 2026 17:18 21 Apr 2026 17:18

Dina Elwarda, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail RPH Surabaya Targetkan 250 Ekor Sapi, Pendaftaran Pemotongan Hewan Kurban Mulai Ramai

RPH Surabaya menargetkan jumlah pemotongan sapi qurban hingga 250 ekor tahun ini, naik dari realisasi tahun lalu yang mencapai 195 ekor. (Foto: Humas RPH Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Minat masyarakat terhadap layanan pemotongan hewan kurban di RPH Surabaya mulai meningkat sejak pendaftaran dibuka.

Hingga Selasa, 21 April 2026, jumlah pendaftar tercatat 51 ekor sapi. Tahun ini, RPH menargetkan pemotongan hingga 250 ekor, lebih tinggi dibanding realisasi tahun lalu sebanyak 195 ekor.

Koordinator Pelaksana Kurban Amanah RPH Surabaya 2026, Dwi Retno Palupi, menyatakan pihaknya tetap optimistis meski harga sapi hidup tengah naik. Ia menilai kemudahan layanan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

“Melalui layanan ini, shohibul kurban tidak perlu repot mengurus limbah, pencacahan, pengemasan hingga distribusi. Daging bisa langsung diterima di rumah,” ujar Palupi.

Penyembelihan hewan kurban dijadwalkan selama empat hari, mulai 10 Dzulhijah 1446 H atau Rabu, 27 Mei 2026 hingga akhir hari tasyrik pada 30 Mei 2026. Pada hari pertama, target pemotongan maksimal 70 ekor dengan waktu pukul 07.00–15.00 WIB.

Sementara pada tiga hari berikutnya, target ditingkatkan menjadi 80 ekor per hari dengan waktu mulai pukul 06.00 WIB. Khusus hari Jumat, target kembali 70 ekor karena menyesuaikan waktu salat Jumat.

RPH Surabaya menyediakan dua pilihan layanan, yakni potong kemas dan potong sontor. Pada layanan potong kemas, daging langsung dikemas menggunakan plastik food grade dengan pilihan paket satu kilogram penuh daging atau campuran daging dan tulang.

“Kemasan satu kilo full daging atau satu kilo berisi setengah daging dan setengah tulang. Kami tidak menerima permintaan kemasan di bawah setengah kilo karena akan memperlambat proses dan menghambat antrian pengemasan,” jelasnya.

Biaya layanan ini sebesar Rp2,8 juta per ekor untuk bobot maksimal 800 kilogram, dengan tambahan Rp100 ribu untuk bobot di atasnya.

Sementara itu, layanan potong sontor diperuntukkan bagi pihak yang ingin melanjutkan proses pencacahan secara mandiri, seperti di masjid. Biaya yang dikenakan sebesar Rp2 juta per ekor dengan batas bobot yang sama serta tambahan biaya untuk bobot berlebih.

Layanan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari yayasan masjid, panti asuhan, instansi pemerintah dan swasta, BUMD, organisasi masyarakat, partai politik, TNI-Polri, hingga masyarakat umum.

Calon shohibul kurban diwajibkan melunasi biaya di awal sebelum menentukan jadwal pemotongan. Hewan kurban juga harus dikirim ke RPH Pegirian paling lambat sehari sebelum penyembelihan.

Keterlambatan pengiriman dikenakan biaya tambahan Rp100 ribu per ekor per hari. Setibanya di lokasi, sapi akan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan, ditimbang, lalu diistirahatkan sebelum disembelih.

Pada hari pelaksanaan, perwakilan shohibul kurban maksimal dua orang diminta hadir untuk menyaksikan proses pemotongan, guna memastikan hewan yang disembelih sesuai.

"Saat hari penyembelihan, perwakilan dari shohibul kurban harus datang ke lokasi RPH Surabaya Pegirian maksimal dua orang, untuk menyaksikan proses pemotongan. Selain untuk memastikan bahwa sapinya tidak tertukar," pungkas Palupi. (*)

Tombol Google News

Tags:

##beritaSurabaya infosurabaya #PemotonganHewanKurban #RphSurabaya #PendaftaranPemotonganHewan