Peringatan May Day 2026, Kolaborasi Tanpa Sekat Menuju Kesejahteraan Bersama di Tulungagung

1 Mei 2026 09:35 1 Mei 2026 09:35

Sugeng Hariyadi, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Peringatan May Day 2026, Kolaborasi Tanpa Sekat Menuju Kesejahteraan Bersama di Tulungagung

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan SDM DPK Apindo Tulungagung, Willy Tjaksono, S.E. (Foto : Doc Willy for ketik.com )

KETIK, TULUNGAGUNG – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 juga diperingati di kabupaten Tulungagung. Pada peringatan Hari Buruh Internasional kali ini, mengusung semangat baru yang inklusif.

Dengan tema "Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan" serta tagline "Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama", peringatan tahun ini menekankan pentingnya menghapus sekat kesenjangan antara pengusaha dan pekerja demi produktivitas nasional.

Ketua FKLPID UPT BLK Tulungagung sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi dan SDM DPK Apindo Tulungagung, Willy Tjaksono, S.E., menyampaikan bahwa esensi May Day 2026 adalah menciptakan hubungan industrial yang berkesinambungan. 

Menurutnya, pengusaha dapat menjalankan roda ekonomi secara produktif berkat peran pekerja yang kompeten, sementara pekerja berhak mendapatkan kompensasi serta jaminan kesejahteraan yang layak bagi keluarganya.

Ironi Pelanggaran di Lapangan

Undang-Undang Cipta Kerja, Peraturan Presiden, hingga Peraturan Menteri Tenaga Kerja telah hadir sebagai payung hukum bagi kedua belah pihak, realita di lapangan masih menyisakan catatan merah. 

Willy menyoroti adanya oknum dari kedua belah pihak yang kerap mencederai makna Hari Buruh melalui berbagai pelanggaran.

"Masih ditemukan praktik-praktik yang merugikan, seperti pengabaian Upah Minimum Kabupaten (UMK), pemberian jaminan sosial BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang pilih kasih berdasarkan subjektivitas, hingga manipulasi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR)," ucap Willy melalui pesan singkat pada Jumat 1 Mei 2026.

"Padahal, mekanisme penentuan upah telah dilakukan secara transparan melalui Dewan Pengupahan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kadin, akademisi, BPS, SPSI hingga pemerintah daerah, guna menghasilkan nilai upah yang layak untuk disahkan oleh Gubernur." ujarnya

Sinergi dan Kepatuhan sebagai Kunci

Sebagai langkah maju, Willy menekankan bahwa kredibilitas perusahaan sangat bergantung pada kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang tertuang dalam Peraturan Perusahaan (PP) yang disahkan oleh Disnaker. 

Di sisi lain, pekerja juga dituntut untuk mematuhi peraturan yang berlaku, meningkatkan kompetensi, serta menjaga etika moral dan disiplin kerja.

Kehadiran lembaga seperti Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang membela hak pekerja, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang berfungsi sebagai penengah dan edukator, diharapkan mampu menjadi jembatan harmonisasi.

"Jika sinergi ini berjalan sesuai realita yang jujur, maka tagline 'Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama' pada May Day 2026 bukan sekadar slogan kosong, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan oleh seluruh elemen bangsa," pungkas Willy.

Peringatan May Day tahun ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh stakeholder di Tulungagung dan Jawa Timur pada umumnya, untuk kembali ke meja kolaborasi demi industri yang kuat dan buruh yang sejahtera. (*)

Tombol Google News

Tags:

May Day Tulungagung