KETIK, TUBAN – Komunitas tenis di Kabupaten Tuban mencatatkan babak baru. Turnamen tenis bergengsi Antara Tennis Party 2026 untuk pertama kalinya resmi digelar secara terbuka (open). Langkah berani ini sukses menyedot perhatian 120 pasangan dari 13 daerah lintas provinsi.
Tidak hanya dari Jawa Timur, jangkauan peserta meluas hingga Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Perluasan tersebut menjadi lompatan besar bagi olahraga tenis di Bumi Wali untuk membangun jaringan komunitas lebih solid serta mempererat silaturahmi antarpemain.
Founder Antara Tennis Party 2026, Febri Bara, mengungkapkan format terbuka baru pertama kali diterapkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, ajang ini murni menjadi panggung bagi petenis lokal Tuban.
"Biasanya event hanya diikuti peserta lokal. Tahun lalu kami menggelarnya dua kali, tetapi masih bersifat lokal. Tahun ini baru pertama kali kami buka secara open dan diikuti 120 pasangan dari berbagai kota," ujar pria yang akrab disapa Bara dalam keterangan tertulisnya, Senin 12 Oktober 2026
Tercatat, 13 daerah mengirimkan perwakilannya mencakup Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Semarang, Cilacap, hingga Jakarta.
Kehadiran para pemain luar daerah dinilai efektif mendongkrak tensi kompetisi. Melalui pertemuan lintas wilayah, peserta lokal memiliki kesempatan emas untuk mengukur kemampuan, juga meningkatkan kualitas
Edisi tahun ini, panitia mempertandingkan lima kategori. Bara menambahkan, penyelenggara sudah menyusun rencana jangka panjang untuk menambah variasi kategori, termasuk kelas advanced open, demi mengakomodasi pemain dengan jam terbang tinggi.
"Kami berharap turnamen ini bisa menjadi agenda rutin tahunan dengan kategori semakin beragam. Sehingga, semakin banyak pemain memiliki kesempatan untuk berkompetisi," imbuhnya.
Di samping fokus rivalitas di lapangan, Antara Tennis Party 2026 mengemban misi besar untuk pembinaan usia dini di Kabupaten Tuban. Ajang tennis diharapkan mampu memotivasi atlet junior lokal agar dapat menyamai prestasi para seniornya yang telah menembus kancah internasional.
Kelancaran turnamen ini tidak lepas dari sokongan penuh Pemerintah Kabupaten Tuban yang memfasilitasi penggunaan lapangan tenis secara gratis. Kebijakan ini dinilai menjadi stimulus penting agar olahraga tenis semakin memasyarakat.
Sinergi kuat juga ditunjukkan berbagai instansi seperti Disbudporapar Kabupaten Tuban, KONI Tuban, dan PELTI Tuban. Aspek keselamatan peserta pun terjamin berkat keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tuban yang memberikan perlindungan risiko bagi seluruh atlet dan ofisial selama laga berlangsung.
Dukungan finansial dan operasional turut mengalir dari sektor swasta. Sederet perusahaan besar seperti PT Pertamina EP Sukowati Field, PT Pertamina Hulu Energi Zona 11, PT PLN (Persero), BNI, BRI, BSI, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, hingga PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) turut ambil bagian menyukseskan acara ini.
Kolaborasi multi-sektor antara komunitas, pemerintah, dan korporasi ini diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat fondasi olahraga tenis di Tuban, melahirkan bibit potensial, serta membuka jalan bagi atlet daerah untuk bersinar di panggung nasional.(*)
