Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Cilacap, Fokus Percepatan Penanganan Bencana dan Antisipasi Kemarau 2026

17 April 2026 06:20 17 Apr 2026 06:20

Nani Ekowati, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Cilacap, Fokus Percepatan Penanganan Bencana dan Antisipasi Kemarau 2026

Ketua PMI Cilacap melantik pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Cilacap. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

KETIK, CILACAP – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, secara resmi melantik jajaran pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kabupaten Cilacap. Pelantikan tersebut digelar di halaman Klinik PMI Cilacap, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kamis, 16 April 2026.

Dalam pelantikan tersebut, setiap kecamatan diwakili tujuh orang pengurus yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Farid menegaskan, para pengurus yang telah dilantik harus segera menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Harapannya setelah dilantik langsung menjalankan tugasnya masing-masing. Sesuai dengan moto PMI 'Terdepan dan Tercepat'. Terlebih Kabupaten Cilacap rawan bencana dan sebentar lagi akan menghadapi perubahan iklim menuju musim kemarau dimana akan terjadi kekeringan, ini yang harus kita antisipasi," ujar Farid.

Ia menambahkan, PMI Kabupaten Cilacap juga memberikan dukungan operasional awal kepada masing-masing kecamatan sebesar Rp1.500.000. Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan korban bencana di tingkat lokal.

"Misalnya ada 6 korban kebawah yang sedang kita tangani nanti kita akan berikan sembako. Jadi meskipun tidak bisa bekerja namun keluarga masih bisa masak," katanya.

Farid menjelaskan, kepengurusan yang dilantik terdiri dari kombinasi pengurus lama dan baru. PMI akan menjadwalkan kegiatan orientasi guna memberikan pemahaman terkait tugas pokok dan fungsi organisasi kepada seluruh pengurus.

"Jadi setelah pengurus diorientasikan maka secara langsung pengurus akan tahu tugas dan fungsi PMI," jelasnya.

Dalam menghadapi musim kemarau, PMI Cilacap juga telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyediaan tangki air bersih. Persiapan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cilacap.

"Untuk mempersiapkan tangki dengan dicek terlebih dahulu kondisi fisiknya, sehat atau tidak nanti akan melakukan antisipasi. Untuk kecukupan air sendiri apabila ada kekurangan kita pinjam dahulu air dari PDAM nanti kita bayar," ungkap Farid.

Ia menyebutkan, sejumlah wilayah di Cilacap yang kerap mengajukan bantuan air bersih antara lain Kecamatan Kawunganten dan Patimuan. Untuk wilayah Patimuan, suplai air biasanya diambil dari PDAM Sidareja.

Farid juga mengungkapkan, permintaan bantuan air bersih pada 2025 mengalami penurunan signifikan. PMI hanya menyalurkan sekitar 50 tangki air, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 500 tangki.

Meski demikian, berdasarkan prediksi BMKG, Kabupaten Cilacap diperkirakan akan mengalami kemarau panjang pada 2026, mulai Mei hingga puncaknya pada Agustus. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Menanggapi hal tersebut, Farid memastikan PMI Cilacap siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Intinya kalau ada yang masyarakat meminta langsung kita layani yang penting ada surat ke PMI tembusannya kades, camat dan ketua PMI Kecamatan, bahkan jika itu ketua RT tetap kita layani," tegasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#BERITA CILACAP PMI Cilacap Desa Slarang kecamatan kesugihan Antisipasi kemarau