Koreksi soal Festival Rontek Pacitan 2026, DPRD Singgung Perkara Jadwal hingga Publikasi

26 Juni 2026 11:46 26 Jun 2026 11:46

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Koreksi soal Festival Rontek Pacitan 2026, DPRD Singgung Perkara Jadwal hingga Publikasi

Ketua Komisi III DPRD Pacitan, Anung Dwi Ristanto menyampaikan tiga masukan untuk penyelenggaraan Festival Rontek Pacitan 2026 agar semakin berkualitas dan mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Ketua Komisi III DPRD Pacitan, Anung Dwi Ristanto, memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan dalam pelaksanaan Festival Rontek Pacitan 2026 yang digelar pada 17-19 Juli mendatang.

Anung menjelaskan, evaluasinya pertama berkaitan dengan penyesuaian jadwal pelaksanaan festival. 

Menurutnya, waktu penyelenggaraan perlu disesuaikan dengan berbagai kondisi di lapangan, seperti libur sekolah dan sebagainya agar pelaksanaan berjalan lebih efektif dan dapat dinikmati masyarakat secara maksimal.

"Kalau yang berkaitan dengan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kami menyadari bahwa dari waktu ke waktu tentu evaluasi itu untuk menuju ke hal yang lebih baik. Yang pertama mungkin jadwal itu butuh untuk disesuaikan dengan kondisi yang ada," katanya, Jumat, 26 Juni 2026

Masukan kedua menyangkut ruang lingkup penyelenggaraan Festival Rontek. 

Ia menilai konsep kegiatan perlu terus dikembangkan agar daya tarik festival semakin meningkat, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

"Yang kedua, mungkin ruang lingkup itu juga butuh disesuaikan," ujarnya.

Sementara poin ketiga adalah penguatan publikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat. 

Menurut Anung, promosi Festival Rontek harus dilakukan lebih masif sehingga gaung acara dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

"Informasi itu bisa tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas sehingga suasana itu bisa memberikan sesuatu dampak yang lebih luas lagi. Di waktu-waktu yang lalu belum sepenuhnya bisa dilakukan secara maksimal, dan mudah-mudahan kali ini bisa dijalankan secara maksimal," jelasnya.

Tak ketinggalan, imbuhnya, evaluasi terhadap penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pijakan agar festival budaya kebanggaan masyarakat Pacitan tersebut semakin berkualitas dan mampu memberikan dampak lebih luas bagi sektor pariwisata maupun perekonomian daerah.

Meski memberikan sejumlah evaluasi, Anung mengapresiasi konsistensi Pemkab Pacitan yang selama lebih dari lima tahun terus menyelenggarakan Festival Rontek sebagai agenda budaya tahunan.

Menurutnya, Festival Rontek tidak boleh hanya dipandang sebagai hiburan masyarakat semata, tetapi harus dikembangkan menjadi event budaya yang mampu menarik wisatawan, investasi, sekaligus memperkenalkan budaya khas Pacitan ke tingkat yang lebih luas.

"Event Rontek yang setiap tahun dilakukan pemerintah daerah ini mudah-mudahan terus bisa dikembangkan. Bukan hanya sekadar menghibur masyarakat, tetapi juga menarik investasi, menarik pariwisata, sekaligus mengenalkan budaya Rontek dalam ruang lingkup yang lebih luas," tuturnya.

Ia menegaskan keberhasilan Festival Rontek tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, pelaku wisata, komunitas budaya, hingga masyarakat umum perlu ikut berperan menyukseskan agenda tersebut.

"Momentum ini harus kita gunakan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Pacitan," katanya.

Anung juga mengungkapkan perkembangan sektor pariwisata Pacitan menunjukkan tren yang menggembirakan.

Berdasarkan pemantauan Komisi III DPRD Pacitan, jumlah kunjungan wisata sepanjang 2025 mengalami peningkatan dan tren positif itu masih berlanjut pada semester pertama 2026.

"Alhamdulillah perkembangan kunjungan pariwisata di Kabupaten Pacitan mulai tahun 2025 kemarin sudah ada tren peningkatan, dan di semester pertama tahun 2026 ini juga sudah terlihat progres kunjungan yang baik dari target yang ditetapkan," ungkapnya.

Ia berharap peningkatan tersebut terus didorong melalui penyelenggaraan berbagai event daerah, termasuk Festival Rontek, sehingga jumlah wisatawan yang datang ke Pacitan semakin meningkat.

Menurutnya, bertambahnya kunjungan wisata tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Ketika wisatawan datang ke Pacitan, mereka pasti berbelanja. Uang yang mereka belanjakan akan beredar di masyarakat. Ketika uang beredar di masyarakat, otomatis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Kalau pertumbuhan ekonomi semakin baik, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," jelasnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas selama pelaksanaan Festival Rontek 2026 agar acara berjalan aman, lancar, dan sukses.

"Kita butuh komitmen bersama. Intinya kita harus saling menjaga. Kalau kita tidak bisa saling menjaga, tentu akan berdampak tidak baik," tegasnya.

Terkait kemungkinan menghadirkan tokoh nasional atau artis dalam Festival Rontek tahun ini, Anung menyebut hal tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai penyelenggara.

DPRD, kata dia, lebih menitikberatkan pada dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan festival.

"Kalau itu sepenuhnya menjadi ranah pemerintah daerah. Pada intinya DPRD mengajak seluruh masyarakat mendukung Festival Rontek kali ini agar benar-benar memberikan manfaat bagi Pacitan," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Anung Dwi Ristanto DPRD Pacitan Festival Rontek Pacitan Budaya Rontek Pariwisata Pacitan wisata pacitan Ekonomi Pacitan kabupaten pacitan Info Pacitan Berita pacitan