KETIK, MALANG – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-39 Arema yang dirayakan setiap tanggal 11 Agustus, suasana Kota Malang ramai diselimuti warna biru khas Singo Edan. Bahkan di beberapa sudut kota, terlihat mulai banyak pedagang jersey dan atribut Arema bermunculan.
Salah satu pedagang yang berjualan di Jalan Kertanegara Kota Malang, Deni Gondrong mengungkapkan, permintaan atribut Arema mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Adanya instruksi dari pemerintah daerah terkait kewajiban mengenakan busana atau atribut Arema bagi jajaran ASN hingga pelajar menjadi pendorong utama melesatnya penjualan.
"Saya sudah berjualan di sini sejak Minggu, 9 Agustus kemarin. Adanya arahan dari pemerintah daerah untuk mewajibkan semua unsur mulai ASN hingga pelajar wajib mengenakan atribut Arema, membuat penjualan meningkat," ujarnya kepada Ketik.com, Senin, 10 Agustus 2026.
Dibandingkan tahun lalu, ia menyebut adanya kenaikan omzet hingga 30 persen. Dalam sehari, mampu menjual ratusan atribut khas Singo Edan mulai kaos jersey, bendera, hingga syal.
"Di tahun ini ada peningkatan sedikit, antara 20 sampai 30 persen meningkatnya. Kalau kemarin lumayan, bisa sampai 200 jersey laku terjual," jelasnya.
Untuk atribut yang dijualnya, ia mengaku tidak ada perubahan model secara signifikan dan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan hanya terjadi pada angka usia Arema dari yang sebelumnya 38 kini menjadi 39 tahun.
"Sekarang, yang lagi ramai dicari itu bendera dan kaos jersey Arema untuk anak-anak. Karena wajib dikenakan di sekolah saat 11 Agustus nanti," tambahnya.
Untuk kaos dan jersey, ia menjualnya dengan harga antara Rp50.000 hingga Rp125.000 dan syal dijual dengan harga antara Rp60.000 hingga Rp100.000. Seluruh atribut yang dijajakannya tersebut, ada yang dibuat sendiri maupun mengambil dari rekan-rekan UMKM di Malang Raya.
"Dibuat sendiri ada, mengambil dari anak-anak lain juga ada. Tapi semuanya murni produk UMKM dari Malang Raya," imbuhnya.
Mengenai lokasi berjualan, Deni mengaku akan bertahan di Jalan Kertanegara hingga Senin malam. Setelah itu, ia bersama rombongan pedagang dan Aremania lainnya bakal bergerak menuju Stadion Kanjuruhan mengikuti proses napak tilas sebagai bagian peringatan HUT Arema.
"Rencananya saya berjualan di sini sampai malam, setelah itu geser ke Stadion Kanjuruhan. Memang saya stay-nya jualan di Kanjuruhan tiap ada pertandingan. Tetapi kalau jelang ulang tahun Arema seperti ini, saya jualannya di pinggir jalan," tandasnya.(*)
