Koperasi Khidmat PC Muslimat Kabupaten Bandung Dinilai Jadi Solusi Ekonomi Perempuan dan Perangi Bank Emok

2 November 2026 20:06 2 Nov 2026 20:06

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Koperasi Khidmat PC Muslimat Kabupaten Bandung Dinilai Jadi Solusi Ekonomi Perempuan dan Perangi Bank Emok

Camat Rancaekek Gugum Gumilar saat Pelantikan PAC Muslimat NU se-Kecamatan Rancaekek di Masjid Besar Rancaekek, Senin (2/11/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Camat Rancaekek Gugum Gumilar mengapresiasi keberadaan Koperasi Khidmat Muslimat milik PC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung. Koperasi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah memberantas praktik bank emok (bank keliling).

Apresiasi tersebut disampaikan Camat dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Anak Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Rancaekek dan Tabligh Akbar Peringatan Milad ke-6 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Rancaekek di Masjid Besar Rancaekek, Senin (2/11/2026). Tabligh Akbar menghadirkan mubaligh Drs. KH. Atus Ludin Mubarok, M.Sy.

Gugum mengatakan, keberadaan koperasi sejalan dengan visi dan misi Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam menghapus ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman informal yang memberatkan. Melalui koperasi, kaum perempuan diharapkan memiliki alternatif akses pembiayaan dan kesempatan mengembangkan usaha secara lebih mandiri.

“Program koperasi ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Bandung, bagaimana pemerintah daerah concern memberantas atau menghilangkan apa yang namanya bank emok. Mudah-mudahan dengan keberadaan koperasi Muslimat ini, khususnya UMKM ibu-ibu, bisa mulai berlatih berjualan ataupun merintis usaha,” ujar Gugum.

Ia juga mendorong kader Muslimat NU di Kecamatan Rancaekek untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga melalui UMKM. Pemerintah kecamatan, kata dia, siap bersinergi dengan Muslimat NU, termasuk melalui pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha para anggotanya.

“Dari dapur Rancaekek, misalnya, mudah-mudahan lahir produk-produk hebat. Pemerintah Kecamatan tentu siap bersinergi dengan mengadakan pelatihan-pelatihan khusus bagi keluarga besar Muslimat Rancaekek,” katanya.

Selain pemberdayaan ekonomi, Gugum menilai Muslimat NU memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Ia mengapresiasi kegiatan pengajian rutin, majelis taklim, serta santunan bagi anak yatim dan lanjut usia sebagai bentuk nyata pengabdian organisasi.

Menurutnya, Muslimat NU bukan sekadar organisasi perempuan, melainkan juga memiliki posisi strategis dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan keluarga. Kekuatan keluarga, terutama melalui peran ibu dalam pendidikan agama, akhlak, dan ekonomi, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang beriman dan berkarakter.

Gugum juga menyampaikan tiga pesan kepada keluarga besar Muslimat NU Rancaekek. Pertama, istiqamah dalam khidmah dengan terus mengayomi keluarga dan membentengi anak-anak dari pengaruh negatif, seperti narkoba, pergaulan bebas, dan paham menyimpang. Kedua, meningkatkan ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM. Ketiga, menjaga kerukunan di tengah masyarakat Rancaekek yang heterogen dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

Sementara itu, Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Rancaekek, Ajengan Dian Wildan, mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap NU dalam menjalankan organisasi dan kegiatan keagamaan. Menurutnya, pengabdian kepada NU harus dilandasi rasa cinta, kasih sayang, kerukunan, persatuan, serta keterhubungan batin dengan organisasi.

“Ada lima hal yang harus menjadi jiwa dalam mengurus NU, yaitu rasa cinta, kasih sayang, rukun, bersatu, dan keterhubungan batin dengan NU. Kalau kelima hal ini menjadi jiwa kita dalam menggerakkan syiar dan program ke-NU-an, insyaallah kita tidak perlu merasa pintar. Dengan cinta kepada NU, saling menyayangi, rukun, dan bersatu dalam menjalankan program, insyaallah keberkahan akan mengantarkan kita untuk terus berkhidmat,” tutur Ajengan Wildan.

Ia berharap nilai-nilai tersebut menjadi landasan bagi pengurus Muslimat NU di tingkat anak ranting dalam menggerakkan kegiatan organisasi. Dengan demikian, pengajian, pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan secara berkesinambungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peringatan Milad ke-6 PAC Muslimat NU Rancaekek yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus anak ranting dan tabligh akbar tersebut diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi. Sinergi antara penguatan keagamaan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi diharapkan menjadikan Muslimat NU semakin berdaya serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Kecamatan Rancaekek.(*)

Tombol Google News

Tags:

Camat camat rancaekek Muslimat Muslimat Rancaekek bank emok koperasi Mwc Rancaekek