Bedah Buku AHY, 27 Penulis Muda Bahas Kepemimpinan dan Keteladanan

31 Oktober 2026 19:07 31 Okt 2026 19:07

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bedah Buku AHY, 27 Penulis Muda Bahas Kepemimpinan dan Keteladanan

Wakil Ketua DPRD Kab Bandung MA Hailuki saat Diskusi Bedah Buku AHY di Canz Cafe, Baleendah, Jumat (30/10/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Sebanyak 27 penulis muda menuangkan perspektif mereka tentang kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sebuah buku yang dibedah bersama generasi muda Kabupaten Bandung. Diskusi yang digelar Sinergi Generasi Muda (SIGMA) di Canz Cafe, Baleendah, Jumat (30/10/2026) malam, menjadi ruang untuk membahas rekam jejak, karakter, dan nilai-nilai kepemimpinan.

Penyunting buku, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan karya tersebut menghadirkan beragam sudut pandang penulis muda dalam melihat perjalanan AHY. Menurutnya, diskusi ini penting agar generasi muda tidak menilai pemimpin hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga kontribusi dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Yang menjadi penting hari ini adalah bagaimana kita kembali ke esensi dari kepemimpinan. Apakah dia bisa memberikan manfaat terbesar kepada lingkungan sekitarnya? Apakah dia bisa menjadi inspirasi?” kata Herzaky, yang juga Staf Khusus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Ia menegaskan, pembahasan kepemimpinan harus dilakukan secara terbuka dan tetap berlandaskan data, fakta, serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, menilai buku tersebut menarik karena ditulis oleh orang lain yang memiliki pandangan terhadap AHY, bukan atas inisiatif AHY sendiri.

“Saya belum baca bukunya, tetapi dari cara penyajian dari yang disampaikan Bang Zaki, ada 27 penulis anak-anak muda yang memberikan persepsinya,” ujar Dede.

Ia juga menyoroti pentingnya sikap terbuka seorang pemimpin dalam menerima masukan. Menurutnya, pemimpin yang baik tidak cukup hanya mendengar, tetapi harus menindaklanjuti setiap masukan melalui tindakan nyata.

“Jadi pemimpin yang baik adalah mencatat dan follow up,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki, mengatakan bedah buku tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda. Sekitar 50 peserta dari berbagai elemen mahasiswa mengikuti diskusi yang berlangsung interaktif tersebut.

“Generasi muda, milenial, zilenial, itu membangun sebuah tradisi baru pentingnya kita membaca atau iqra, meningkatkan wawasan, critical thinking karena dampaknya sangat positif bagi kemajuan daerah,” ujar Hailuki.

Ia berharap sosok AHY dapat menjadi salah satu referensi kepemimpinan bagi anak muda Kabupaten Bandung. Kegiatan ini juga menjadi awal rangkaian diskusi dan bedah buku yang akan dikembangkan SIGMA bersama Bandung Renaissance Forum di berbagai komunitas.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin terbiasa membaca, berdiskusi, dan membangun penilaian terhadap kepemimpinan secara kritis dan objektif.(*)

Tombol Google News

Tags:

AHY hailuki Buku Ahy bedah buku Sigma Demokrat dede yusuf