Kemarau 2026 Mengganas, 7.136 Warga Bondowoso Krisis Air Bersih

19 Mei 2026 06:29 19 Mei 2026 06:29

Haryono, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kemarau 2026 Mengganas, 7.136 Warga Bondowoso Krisis Air Bersih

BPBD Kabupaten Bondowoso saat mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak. Foto: Haryono/Ketik.com

KETIK, BONDOWOSO – Musim kemarau tahun 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat sebanyak 7.136 jiwa atau 1.784 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, Senin, mengungkapkan bahwa ribuan warga terdampak tersebut tersebar di 20 dusun pada 13 desa di sembilan kecamatan.

“Pemerintah daerah melalui BPBD sudah mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak sejak pekan lalu,” ujarnya pada Senin (18/05/2026)

Menurut Kristianto, distribusi air bersih dilakukan menggunakan dua armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Pengiriman dilakukan setiap hari secara bergiliran ke wilayah-wilayah terdampak.

Air bersih tersebut disalurkan dengan mengisi tandon penampungan milik warga maupun langsung ke jeriken masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang.

“Dua armada truk tangki kami maksimalkan untuk pengiriman air bersih secara bergantian ke dusun-dusun terdampak,” katanya.

BPBD mencatat, wilayah terdampak kekeringan meliputi Dusun Jatian, Desa Sumberanyar serta Dusun Karang Kotong, Desa Sumbersari di Kecamatan Maesan. Kemudian Dusun Paterongan, Desa Walidono di Kecamatan Prajekan.

Selain itu, kekeringan juga melanda Dusun Geddingan, Desa Blimbing serta Dusun Durin dan Geddingan di Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang. Di Kecamatan Wringin, wilayah terdampak berada di Dusun Pelinggian, Desa Wringin.

Sementara di Kecamatan Tegalampel, krisis air bersih terjadi di Dusun Krajan dan Jurang Gundah, Desa Purnama. Sedangkan Kecamatan Botolinggo menjadi salah satu wilayah dengan titik terdampak terbanyak.

Yang diantaranya yakni di Dusun Banteng Lor, Sumber Waru, Banteng Duk Beto, Desa Klekean serta Dusun Seccang, Belengguen, dan Cemper Timur, Desa Lumutan.

Kekeringan juga melanda Dusun Nyabungan, Desa Kemuningan di Kecamatan Taman Krocok, Dusun Bunglombung Barat dan Bunglombung Tengah, Desa Jetis di Kecamatan Curahdami, hingga Dusun Magarsari, Desa Gunosari di Kecamatan Tlogosari.

BPBD Bondowoso memastikan distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bondowoso Kekeringan Befita Bondowoso