Infrastruktur Jalan Provinsi di Pacitan Masih Sisakan PR, Ini Dua Proyek yang Wajib Dilanjutkan

13 Juli 2026 12:17 13 Jul 2026 12:17

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Infrastruktur Jalan Provinsi di Pacitan Masih Sisakan PR, Ini Dua Proyek yang Wajib Dilanjutkan

Kepala UPT PJJ Pacitan Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Ir. H. Budi Harisantoso, ST., MT., saat meninjau pelebaran jalan Arjosari-Purwantoro yang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dilanjutkan. (Foto: Dok. Ketik)

KETIK, PACITAN – Sedikitnya ada dua pekerjaan rumah (PR) yang dinilai perlu menjadi prioritas pembangunan pada tahun-tahun mendatang.

Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Budi Harisantoso, ST., MT., menyebut, dua proyek tersebut yakni menuntaskan pelebaran jalan provinsi ruas Arjosari-Purwantoro dan merealisasikan pelurusan trase jalan Pucangombo menuju Ponorogo. 

Menurutnya, kedua proyek tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat Kota 1001 Goa.

"PR tentunya satu, kelanjutan pelebaran jalan Arjosari-Purwantoro. Yang kedua, pelurusan trase jalan Pacitan-Ponorogo," ujar Budi kepada Ketik.com, Senin, 13 Juli 2026.

Untuk ruas Arjosari-Purwantoro, Budi mengungkapkan proyek pelebaran masih akan berlanjut pada tahun 2027. 

Saat ini sekitar 30 kilometer jalan telah memiliki lebar enam meter dan pada tahun 2026 ditargetkan bertambah sekitar empat kilometer.

Dengan panjang total ruas sekitar 46 kilometer, masih tersisa sekitar 12 hingga 13 kilometer yang perlu diselesaikan secara bertahap.

"Tahun depan masih mendapatkan alokasi anggaran. Kami terus mengupayakan agar pelebaran jalan ini bisa tuntas secara bertahap," katanya.

Menurut Budi, pelebaran ruas Arjosari-Purwantoro menjadi bagian dari target Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar seluruh jalan provinsi memiliki lebar minimal enam hingga tujuh meter.

"Jika tuntas, infrastruktur tersebut sangat mendukung mobilitas perekonomian masyarakat setempat," ungkapnya.

Sementara itu, proyek kedua yang menjadi perhatian adalah pelurusan trase jalan di kawasan Desa Pucangombo. 

Rencana tersebut mencakup pembangunan jembatan baru sekaligus pemotongan bukit untuk mengurangi tikungan tajam sehingga jalur menjadi lebih aman bagi pengguna jalan.

Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan belum memperoleh kepastian anggaran.

Budi mengungkapkan rencana penanganan kelok irung petruk itu masih diperjuangkan agar dapat masuk dalam penganggaran tahun 2027. 

"Kalau DED selesai dan mendapatkan alokasi anggaran, nanti ada pembangunan jembatan sekaligus pelurusan trase di Desa Pucangombo," jelasnya.

Meski demikian, ia belum berani memastikan realisasinya karena masih menunggu keputusan pemerintah provinsi.

"Untuk kelok irung petruk kami masih terus mengupayakan agar bisa teranggarkan pada 2027, tetapi saat ini belum bisa memastikan karena masih menunggu keputusan anggaran," ujarnya.

Budi mengungkapkan keberhasilan penyelesaian proyek strategis tersebut akan sangat mendukung kemudahan mobilitas wisatawan maupun masyarakat Pacitan datang maupun keluar daerah.

Ia berharap program yang telah dimulai dapat terus dilanjutkan sehingga konektivitas jalan provinsi di Pacitan semakin baik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta keselamatan masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

Budi Harisantoso UPT PJJ Pacitan Dinas Pu Bina Marga Jawa Timur Pemerintah Provinsi Jawa Timur kabupaten pacitan Arjosari Purwantoro Pucangombo Jalan provinsi Pelebaran Jalan INFRASTRUKTUR DED Berita pacitan Info Pacitan