Groundbreaking Mapolda DIY Dimulai, Jadi Simbol Modernisasi dan Pelayanan Humanis Kepolisian

3 Mei 2026 19:00 3 Mei 2026 19:00

Fajar Rianto, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Groundbreaking Mapolda DIY Dimulai, Jadi Simbol Modernisasi dan Pelayanan Humanis Kepolisian

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara peletakan batu pertama Mako Polda DIY di Godean, Sleman. (Foto: Penrem 072/Pmk for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Pembangunan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dimulai di atas lahan seluas 7,5 hektare di kawasan Jalan Bibis, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Minggu, 3 Mei 2026. Lahan yang sebelumnya dikenal sebagai Sultan Ground tersebut kini disiapkan menjadi pusat layanan kepolisian modern.

Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah. Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Yuniar Dwi Hantono, turut hadir sebagai bentuk penguatan sinergi antarlembaga keamanan di wilayah Yogyakarta.

Puncak acara ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Listyo Sigit Prabowo. Ia didampingi Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Condrokirono, serta Kapolda DIY. Selain itu, Kapolri juga menandatangani prasasti sebagai penanda dimulainya pembangunan.

Kapolda DIY, Anggoro Sukartono, menjelaskan bahwa desain markas baru ini mengusung konsep modern sekaligus humanis. Proyek tersebut memanfaatkan lahan hibah hak pakai dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan mengacu pada Pedoman Pembangunan Polri Tahun 2025.

"Gedung ini didesain tidak hanya untuk mendukung tugas kepolisian, tetapi juga menyediakan ruang pelayanan yang terbuka dan representatif bagi masyarakat," ujar Kapolda DIY.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan pesan strategis terkait arah pembangunan tersebut. Ia menekankan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga mencakup ancaman siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, Mapolda DIY diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat keamanan yang adaptif dan berdaya tahan tinggi.

Menurutnya, kantor kepolisian merupakan representasi kehadiran negara di tengah masyarakat. "Bangunan ini adalah simbol komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat, menjadi rumah bagi keadilan, dan menjadi benteng bagi kemanusiaan," kata Sri Sultan.

Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa pembangunan Mapolda DIY merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan Keraton Yogyakarta. Ia mengingatkan agar fasilitas modern yang dibangun tidak sekadar menjadi simbol fisik, melainkan diikuti peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kapolri juga meminta seluruh personel menjunjung tinggi filosofi “Memayu Hayuning Bawono” sebagai landasan dalam menjalankan tugas.

"Gedung bukan sekadar kemegahan fisik, melainkan simbol perubahan menuju Polri yang lebih modern, transparan, dan akuntabel," tegas Jenderal Listyo Sigit.

Acara tersebut turut dihadiri Aslog Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, jajaran Forkopimda DIY, kepala daerah se-DIY, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya pembangunan Mapolda baru dalam memperkuat sistem keamanan di Yogyakarta ke depan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mapolda DIY Sri Sultan Hbx Pembangunan Mapolda Sultan Ground Kamtibmas Jogja Danrem 072 Korem 072/ Pamungkas Polri Presisi sinergi TNI Polri