Khofifah dan 5.000 Umat Hindu Jatim Serukan Perdamaian Global di Dharma Shanti Nyepi

3 Mei 2026 21:49 3 Mei 2026 21:49

Fariha Al J., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Khofifah dan 5.000 Umat Hindu Jatim Serukan Perdamaian Global di Dharma Shanti Nyepi

Gubernur Khofifah menghadiri Dharma Shanti Nyepi 1948 Saka di Pura Segara Kenjeran Surabaya, pada Minggu, 3 Mei 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri perayaan Dharma Shanti, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bersama sekitar 5.000 umat Hindu se-Jatim di Wantilan Dewaruci Pura Segara Kenjeran, Surabaya, Minggu, 3 Mei 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk menguatkan pesan perdamaian global melalui nilai “Vasudhaiva Kutumbakam Satu Bumi Satu Keluarga”.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa tema tersebut sangat relevan di tengah kondisi dunia yang masih diliputi konflik dan ketegangan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan semangat persatuan, kasih sayang, dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

"Temanya saya pikir kuat sekali. Tuhan yang Maha Kuasa ciptakan manusia di mana-mana sebagai satu keluarga. Bagaimana kita ini merasakan dan menjadikan satu bumi, satu keluarga. Tetapi bahwa keluarga besar secara global hari ini sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

"Oleh karena itu, mari tetap kita kuatkan doa kita mudah-mudahan Allah Tuhan yang Maha Kuasa memberikan bumi ini damai, dan bahwa antar sesama manusia bisa saling memberikan penyejuk dan saling menyemai kasih," imbuhnya.

Khofifah menekankan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Menurutnya, semangat satu bumi satu keluarga harus diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menghentikan konflik dan membangun kehidupan yang damai.

"Bumi ini kan juga global. Maka kalau ini satu bumi satu keluarga, bagaimana sesungguhnya kita semua punya peran untuk menghentikan perang dan bangun suasana yang damai," tuturnya.

"Jadi sebetulnya Dharma Santi Nyepi 1948 Tahun Saka dan 2026 Tahun Masehi ini mengajak kita semua sebagai keluarga besar Jawa Timur, keluarga besar Indonesia, dan keluarga besar dunia untuk bisa menghentikan perang dan bangun perdamaian. Bisa disuarakan siapapun dan dari manapun. Saya rasa resonansinya akan ketemu pada saatnya," lanjut Khofifah.

Ia berharap Dharma Shanti Nyepi menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta fondasi dalam membangun ketenteraman, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat, baik di Jawa Timur maupun dunia.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan umat Hindu Jawa Timur atas kontribusinya dalam menjaga kerukunan dan memperkaya kehidupan sosial budaya.

"Terima kasih. Hari ini hari yang indah. Terima kasih untuk panitia yang luar biasa. Terima kasih untuk umat Hindu yang luar biasa. Terima kasih untuk para pemuda yang luar biasa. Salam bahagia, sejahtera, penuh damai untuk kita semua," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Timur, I Gusti Putu Raka Arthama, menyebut Dharma Shanti Nyepi sebagai momentum strategis untuk mempererat persaudaraan lintas agama, terlebih karena perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Idulfitri dan Paskah.

"Jadi di bulan Maret dan April, kita berturut-turut merayakan hari raya keagamaan yang luar biasa. Mudah-mudahan ini membawa manfaat bagi kita semua, memberi vibrasi positif bagi kita di Jawa Timur, di Nusantara, dan di dunia," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tema Vasudhaiva Kutumbakam menegaskan bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga yang harus saling menguatkan.

"Kita satu keluarga. Mari semangat ini kita jadikan dasar bagi kita untuk menjadi manusia-manusia yang lebih baik, yang lebih bisa berperan sebagai warga Jawa Timur untuk kemajuan di Jawa Timur," katanya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan kebudayaan umat Hindu.

"Kami juga menyampaikan terima kasih atas perhatian, bantuan, dan dukungan dari Bu Gubernur juga Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk umat Hindu di Jawa Timur," pungkasnya.

Rangkaian Dharma Shanti Nyepi 1948 Saka berlangsung khidmat, diisi dengan Dharma Wacana, doa Puja Tri Sandhya, pembacaan sloka Weda, serta pertunjukan seni budaya seperti Sendratari Asmara Jenggala dan Tari Sekar Jagat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Dharma Shanti Nyepi Berita Surabaya Info Surabaya Khofifah Indar Parawansa