KETIK, SAMPANG – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sampang Iptu Nur Fajri Alim memilih absen dalam malam penganugerahan 9.9 Awarding Media Ketik.com.
Meski meraih penghargaan bergengsi dalam ajang tersebut, pejabat yang akrab disapa Fajri memutuskan tidak hadir demi fokus menyelesaikan dua kasus besar yang menyita perhatian publik di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Langkah tersebut diambil karena pihak kepolisian tengah berpacu dengan waktu dalam proses penyelidikan.
Fokus utama penyidik saat itu adalah mengungkap kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Camplong.
Pada saat yang sama, tim Reskrim Polres Sampang juga tengah menangani kasus pembunuhan nelayan di perairan setempat.
Jurnalis Ketik.com, Yasir, membenarkan alasan ketidakhadiran petugas polisi tersebut. Ia menyebut Iptu Nur Fajri Alim absen murni karena panggilan tugas di lapangan.
"Beliau memang tidak hadir saat malam penganugerahan. Sebelumnya sudah konfirmasi akan hadir, tetapi saat acara berlangsung izinnya tidak dapat datang karena ada tugas penting untuk menegakkan keadilan, baik bagi korban kekerasan seksual di Camplong maupun keluarga nelayan yang menjadi korban pembunuhan. Beliau turun langsung ke lapangan," katanya.
Kerja keras tersebut menghasilkan hasil. Kedua kasus kriminalitas menonjol di wilayah Sampang yang akhirnya berhasil diungkapkan kepolisian dalam waktu singkat.
“Tindakan tegas dan komitmen Iptu Nur Fajri Alim dalam mengutamakan penyelesaian kasus ini membuktikan bahwa penegakan hukum serta perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di atas apresiasi pribadi,” tuturnya. (*)
