Enam Menu Ready to Eat Siap Disalurkan untuk Jemaah Indonesia saat Puncak Haji

21 Mei 2026 18:54 21 Mei 2026 18:54

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Enam Menu Ready to Eat Siap Disalurkan untuk Jemaah Indonesia saat Puncak Haji

Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi, Tri Hidayatno menunjukkan paket makanan ready to eat untuk jemaah haji Indonesia di Kantor Daker Makkah, Kamis (21/5/2026). (Foto: Haji.go.id)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan enam menu makanan siap santap atau ready to eat untuk jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Distribusi paket makanan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi saat layanan dapur di Makkah dihentikan sementara akibat rekayasa lalu lintas dan penutupan sejumlah akses transportasi menjelang puncak haji.

Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Tri Hidayatno, mengatakan terdapat enam menu yang disiapkan bagi jemaah selama masa Armuzna.

“Misalkan disini ada gulai ayam, kemudian ada daging lada hitam. Ada kari ayam, semur ayam dan juga ada rendang daging. Jadi nanti jemaah haji bisa memilih bebas,” ujar Tri di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Kamis, 21 Mei 2026.

Paket makanan tersebut akan dikonsumsi pada 7, 8, dan 13 Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Tri menjelaskan, pada 7 Zulhijah jemaah akan menerima tiga kali makan, yaitu pagi, siang, dan sore.

Kemudian pada 8 Zulhijah mendapatkan dua kali makan, sedangkan pada 13 Zulhijah menerima satu kali makan.

Menurutnya, makanan siap santap itu diproduksi oleh perusahaan Indonesia maupun perusahaan Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan di Arab Saudi.

“Jadi disini ada 2 jenis nanti yang akan diterima jemaah haji, ada 6 jenis menu yang diproduksi oleh PT Halalan Thayyiban dengan brand-nya adalah Makanku dan Family Food dengan brandnya Manaf,” katanya.

Dalam setiap paket telah tersedia nasi, lauk, sendok, serta tisu sehingga jemaah dapat langsung mengonsumsinya tanpa perlu alat tambahan.

“Jadi ada dua jenis ada warna merah ini adalah nasi. Kemudian yang warna putih ini adalah lauknya, kemudian untuk makannya ini juga disediakan sendok dan juga tisu,” jelas Tri.

Ia menerangkan, makanan cukup dibuka melalui bagian sobekan pada kemasan, lalu dituangkan ke mangkuk plastik yang sudah tersedia.

Selain memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap aman, penggunaan makanan ready to eat juga dinilai lebih praktis karena mudah dibawa dan tahan lebih lama selama proses perpindahan menuju Armuzna.

Meski demikian, Tri mengingatkan agar paket makanan tersebut dikonsumsi di hotel dan tidak dibawa ke Armuzna agar tidak menambah beban bawaan jemaah.

“Nanti akan memberatkan, karena sebetulnya tas Armuzna bisa diisi dengan barang lain yang lebih dibutuhkan,” ujarnya.

Tri memastikan, selama berada di Armuzna, jemaah tetap mendapatkan layanan konsumsi tambahan yang disediakan oleh syarikah.

“Nanti ketika di Armuzna Bapak Ibu juga akan mendapatkan makanan yang tersendiri yang disediakan oleh syarikah. Bentuknya juga ready to eat juga,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

kementerian haji dan umrah Tri Hidayatno Ppih Arab Saudi jemaah haji Indonesia Armuzna Makkah Ready To Eat Makanan Haji ibadah haji 2026 Makanku Manaf berita haji info haji Ketik Haji